Hujan tanpa mendung lumpuhkan hati.

Badai tanpa angin hempaskan jiwa.”


Hai kamu yang aku sebut sekarang masa lalu ku, kita bagaikan dua orang asing yang tadinya saling mengisi di hidup masing-masing sekarang bagaikan dua orang asing yang tak saling kenal untuk bertegur sapa pun rasanya enggan sekali. Terkadang aku ingin bertanya denganmu masih ingatkah kamu denganku orang yang dulu kamu pernah janjikan masa depan untuknya namun kamu sendiri menghancurkannya.


Tidak terpikirkah kamu bagaimana kehidupan aku sekarang? Ah, sudah lah mengingatku pun mungkin sudah tidak.


Aku pun sama aku tidak ingat denganmu (berpura-pura untuk lupa) lupa sama janjinya maksudku.

Tapi jangan tanyakan luka yang sudah kamu goreskan dilembaran hidupku, luka yang sangat tidak aku harapkan dan mungkin tidak diinginkan juga oleh semua wanita di dunia ini. Entah luka ini akan sembuh kapan aku sendiri pun tak tahu, yang jelas ku biar kan luka itu mengering dengan sendirinya.


Percumakah kini ku tunggu dirimu?

Tak mungkinkah kita mengulang semua?

Mampukah diriku untuk bertahan dari semua keresahan ini?”


Aku tak berharap untuk bisa mengulang semua kisah itu kembali bahkan tak terpikirkan oleh ku sedikitpun, entah dengan takdir yang jelas aku sudah tak ingin lagi, lagi, dan lagi merasakan kecewa dan dikecewakan olehnya. Karena setiap orang berhak untuk bahagia termasuk aku. Aku ingin bahagia dengan caraku begitupula denganmu tapi aku tidak ingin sedikitpun tahu tentang semua hidupmu.

Aku memaafkan bukan berarti aku lupa, apalagi dengan goresan luka itu menjadikanku selalu ingat dan selalu berhati-hati dalam melangkah. Karena aku pernah berharap pada selain Allah makanya aku mersakan kecewa yang begitu dalam, sekarang aku pasrahkan semua atas perasaanku kepada Allah. Karena Allah tidak akan mengingkari janji pada umat-Nya.


Selamat datang pelangi setelah hujan turun dipelupuk mata.


Kata orang yang pernah terluka hanya bisa disembuhkan oleh orang yang terluka juga ya? Benarkah itu? Tak tahu?

Namun biar gimanapun kamu masa lalu yang telah menggoreskan luka aku berterimakasih padamu. Karena mu aku kembali dengan Tuhanku, Allah. Karena mu aku mengenal berbagai kajian Islam. Karena mu aku jadi mengenal banyak surat Al-Qur’an yang sebelumnya aku tak pernah tau dan bahkan karena luka mu aku memutuskan untuk berhijrah menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya dan menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Tuhan-Nya.

Semoga kamu pun sama, sama-sama belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan. Terimakasih luka, dari mu aku berhijrah karena Allah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya