Tadinya aku mengira cinta adalah saat aku menangis dan seseorang memelukku dan menghapus air mataku. Saat aku berbuat salah dan seseorang memberitahuku apa yang benar, saat aku jatuh dan seseorang membantuku berdiri serta mengeringkan lukaku dan saat aku minta maaf dan seseorang memaafkan dengan tulus tanpa sindiran. Semua itu aku kira adalah cinta. Namun ternyata cinta tidak demikian.

Advertisement


Cinta ternyata adalah saat aku menangis dan seseorang jadi merasa kesal sambil menunggu tangisku reda sendiri. Kesal melihatku menangis karena dia tidak pernah suka melihatku bersedih. Yang dia inginkan hanyalah membuatku merasa bahagia.


Cinta ternyata adalah saat aku berbuat salah dan seseorang marah-marah lalu membiarkan aku mencari tahu sendiri apa yang benar. Marah-marah karena dia merasa telah gagal menjagaku untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, dan akhirnya dia membiarkanku mencari tahu sendiri apa yang benar karena mungkin dengan cara demikian barulah aku menyadari kesalahanku dan tidak lagi mengulangi kebodohan yang sama.


Cinta ternyata adalah saat aku jatuh dan seseorang menertawakan aku serta membiarkan lukaku kering sendiri. Membiarkan lukaku kering sendiri karena dia ingin agar tubuhku terlatih lebih kuat dan sistem pertahanan tubuhku meningkat sehingga tidak lagi mudah jatuh dan luka berikutnya akan lebih cepat kering.


Advertisement

Cinta ternyata adalah saat aku minta maaf serta butuh dukungan dan seseorang terus menyindir kekeliruanku. Mengingatkan lebih tepatnya, bukan menyindir. Karena dia ingin mengingatkan aku bahwa aku sudah pernah salah langkah dan agar aku tidak lagi mengulangi kesalahan itu. Sebab kadang aku memang lupa bahwa aku pernah terjatuh.

Aku mungkin tidak paham mengapa kadang cinta itu menyakitkan, namun aku mengerti bahwa setiap hal pasti memiliki dua sisi pandang yang berbeda. Dan tugasku kini adalah mencoba melihat dari sisi yang satunya lagi tanpa lebih dulu menghakimi. Memang, nyatanya apa yang terlihat menyakitkan, rupanya menyimpan makna yang lebih besar di baliknya. Aku hanya belajar untuk mengerti dan memahami sekali lagi, tanpa lebih dulu menghakimi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya