Dear kalian….para pasangan calon pengantin yang berbahagia. Tidak terasa waktu untuk kalian melepas masa lajang akan segera tiba. Bagaimana perasaan kalian? Tegang? Stres? Deg-degan? Seolah banyak sekali yang harus dipersiapkan tapi bingung mau mulai dari mana? Mendadak pasangan berubah menjadi sensitif dan suka marah-marah? Ya…ya….ya….aku paham rasa itu. Rasa yang dulu pernah aku rasakan juga.

Sewaktu aku remaja dulu, aku sempat bermimpi punya pernikahan impian. Di mana aku jadi ratu sehari, dan jadi pusat perhatian. Semua mata memandang ke arahku, memakai gaun pengantin idaman dan segala pernik-pernik pesta yang lain dari biasanya. Ku rasa impian seperti itu adalah wajar dan dirasakan oleh hampir semua anak gadis yang menginjak remaja.

Advertisement

Teruntuk kalian yang akan segera menikah. Ketahuilah, berbahagialah. Karena banyak wanita di luar sana yang masih dalam tahap mencari pasangan hidupnya, berlutut di hadapan Sang Pencipta agar disegerakan bertemu dengan jodohnya. Nikmati saat-saat ini, segala keribetan ini. Enjoy dengan pernak-pernik persiapan pernikahan ini, karena momen ini tak akan kembali terulang untuk kedua kalinya. Jangan rusak waktu-waktu berharga ini dengan keributan yang tak perlu. Karena kelak, kalian akan menoleh ke belakang dan tersenyum rindu, rindu pada masa di mana kamu dan dia belum bersatu.

Ketahuilah, lamanya kalian menjalin suatu hubungan, bukanlah jaminan keberhasilan suatu pernikahan. Yang terpenting adalah kerendahan hatimu dan dia untuk melangkah bersama ke depannya. Turunkan egomu sedikit dan turunkan egonya sedikit. Setiap perbedaan-perbedaan yang kalian temukan ke depannya, sambut dengan suka cita. Karena kalian dibesarkan oleh orang tua yang berbeda, dengan kebiasaan dan cara yang berbeda, dan latar belakang yang berbeda pula. Jika kemudian ada perbedaan pendapat antara keluargamu dan keluarganya, sikapilah dengan bijaksana. Menikahi seseorang, berarti harus siap menerima keluarganya. Aku di sini tidak akan memaksa kalian untuk langsung dapat mencintai keluarganya seperti kita mencintai keluarga kita sendiri. Tidak…tidak…karena aku tahu pasti kalau itu bukan perkara mudah. Yang ku katakan di sini, cobalah menerima keluarganya dengan hati terbuka, minimal langkah awalnya adalah cobalah menghargai dan menghormati keluarganya. Jika ada perbedaan pendapat, carilah jalan terbaik untuk dua keluarga, jangan pernah meminta agar keluarga kita diutamakan di atas keluarganya.


Usia tua bukan jaminan bahwa seseorang lebih matang dan siap untuk menikah. Kadang yang usianya sudah lebih banyak pun, belum cukup matang untuk menikah.


Advertisement

Pernikahan adalah sebuah awal, bukan akhir dari perjalanan. Memang prosesi pernikahan itu hanya satu hari, tapi pelaksanaannya adalah seumur hidup. Butuh waktu seumur hidup untuk menyelaraskan dan saling mengenal. Kalian akan takjub saat mengetahui bahwa ternyata kalian belum pernah cukup mengenal pasangan kalian.


Pernikahan diibaratkan "one way ticket, no turning back." Jadi, pastikan tiket yang kalian pegang adalah tiket yang paling sesuai dengan diri kalian. Tidak boleh ada penyesalan.


Belajarlah dari sekarang untuk nanti tidak berusaha menguasai dan mendominasi pasangan masing-masing. Kamu punya perasaan dan keinginan, serta mimpi-mimpi. Begitu juga pasanganmu. Setelah menikah, bukan berarti pasanganmu harus berubah menjadi seperti yang kau mau, dan dia harus membuang mimpi-mimpinya. Saling dukunglah mencapai mimpi masing-masing. Saling topang dan jadi pijakan satu sama lain menuju tujuan itu.

Untuk para calon suami, ingatlah untuk mengasihi dan menyayangi istri. Biarlah segala keputusan yang kau ambil sebagai kepala keluarga, kau tetap mendahulukan dan mengutamakan istrimu. Untuk para istri, ingatlah untuk merawat dan menaati suami sebagai kepala keluarga. Ya ya ya aku tahu, kata taat itu sangat sulit dilakukan. Kadang ego kita mengalahkan logika. Bahkan setelah bertahun-tahun usia pernikahan, kata taat itu masih menjadi kata horor untukku. Tapi berdoalah agar suami sungguh menyayangi kita, sehingga setiap keputusan yang diambil olehnya, ada kepentingan kita di atas segalanya.

Terakhir dariku, tersenyumlah…nikmati setiap detiknya. Sebentar lagi kamu dan dia akan memasuki dunia baru. Ingatlah, dalam pernikahan tidak akan seindah cerita dongeng Cinderella. Masalah akan muncul silih berganti. Jangan jadi lemah, apalagi meragukan cinta. Ingatlah masa-masa kini, di mana seakan kau tak bisa hidup tanpa dia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya