Teruntuk Kamu, Lelaki yang Takut Menjadi Bagian dari Masa Laluku

Lelaki yang takut jadi bagian masa laluku

Artikel ini akan ku peruntukan tuk seseorang yang kini telah menjadi calon suamiku. Lelaki berhati baja namun lembut terhadapku, yang sepenuhnya mampu membuatku bangga dan terberkati karena aku memilih menjadi diriku sendiri. Lelaki yang beberapa kali berkata, "Aku nggak mau jadi bahan tulisanmu tentang masa lalu. Aku takut jadi topik pembicaraanmu ke orang lain tentang salah satu mantanmu. Pokoknya aku nggak mau jadi bagian dari masa lalumu." Baru aku pahami, ternyata alam semesta memang lucu.. memiliki cara yang mampu membuatku berkata dalam hati, "Oh.. ternyata kamu tohh yang selama ini aku minta dan doakan setiap hari."

12 tahun yang lalu…

Advertisement

Tahun 2007, aku masih berada di bangku kelas 1 SMP dan kamu sudah menjadi seorang mahasiswa. Jujur saja, aku masih selalu menggelengkan kepala dan tersenyum setiap kali mengingat bagaimana cara kita saling mengenal satu sama lain. Dulu, aku juga seorang gamer. Mengenalmu dari sebuah online game, tak pernah terpikir sama sekali bahwa aku akan memberikan hatiku seutuhnya padamu saat ini. Bahkan, kamu adalah salah satu pemain yang tidak aku sukai. Dalam benak ku, kamu hanyalah sosok yang dingin dan hanya mau berkumpul dengan lingkar temanmu. Untuk berteman denganmu saja, aku tidak ada niat sama sekali.

Waktu pun berjalan, kamu dan aku berjalan di kehidupan masing-masing. Saat itu, tidak ada kontak sama sekali diantara kita berdua. Kamu dengan ceritamu, aku dengan kisahku. 11 tahun kemudian.. tepatnya September 2018, aku iseng membuka Facebook, hal yang sangat jarang aku lakukan.. aku mulai membuka permintaan pertemanan. Salah satu nama yang langsung aku kenal adalah nama belakangmu. Nama yang kamu gunakan untuk karaktermu di online game dimana aku pertama kali mengenalmu. Jujur saja, dalam hatiku terbesit, "Ini dulu orang sombong, sekarang ngapain kok pakai acara add segala. Paling juga dia nggak ingat aku siapa." 

Lucu, tidak lama kemudian muncul nama dan salam mu di Messenger ku. Basa basimu saat itu masih aku ingat sekali! Kalimat pertama yang aku baca, "Hai, udah dewasa ya kamu sekarang." Dari sana aku sadar bahwa aku salah, ternyata sosok yang aku anggap dingin dan sombong dulu itu ternyata mengingat aku. Seperti wanita pada umumnya, aku tidak terbuka dengan orang yang memang tidak akrab denganku. Bahkan ada beberapa chat darimu yang hanya aku read saja. Kalau diingat-ingat, kasihan juga ya.. Hahahaha. Tapi, jika aku memiliki kesempatan untuk memutar waktu kembali.. aku tidak akan mengubahnya sedikitpun. Bagiku, dari momen pertama aku mengenalmu hingga kini aku menjadi calon istrimu adalah hal menakjubkan yang Tuhan sediakan untukku dan tidak pernah terpikir sama sekali di kepalaku.

Advertisement

Kini setelah aku menjadi milikmu…

Aku mulai paham ternyata cara Tuhan mempertemukanmu denganku itu unik. Hal yang tidak pernah terpikir dan terbayangkan pun sudah Tuhan rancangkan. Baru aku ketahui juga, ternyata dulu kamu heran dan kagum saat mengetahui bahwa aku seorang wanita tulen nan tangguh yang melawan para laki-laki dalam online game. Kalau diingat, aku pun tidak tahu mengapa aku tiba-tiba iseng untuk membuka Facebook ku dan melihat daftar orang dalam friend requests. Ternyata kamu sudah menambahkan aku sebagai teman di Facebook lama sebelum aku membuka akunku kembali.

Hai kamu yang sedang tersenyum saat membaca tulisan singkatku ini..

Terimakasih karena sudah pulang ke pelukanku. Terima kasih telah menjadi sosok lelaki yang selalu mendukung dan menerima aku apa adanya, termasuk aku di masa lalu, saat ini, bahkan aku dan visiku di masa depan. Terima kasih telah membantu aku melihat potensi dan kebaikan-kebaikan yang telah Tuhan bentuk sejak Dia membentuk aku di kandungan ibuku. Terima kasih telah membantu aku menyadari bahwa diriku bukanlah musibah, namun berkat di kehidupanmu. Terimakasih telah menjadi dirimu sendiri, kamu berbagi cerita tentang masa lalumu bahkan di saat kita belum akrab sama sekali. Terima kasih telah percaya denganku sedari awal, hingga pada prosesnya kamu memilih aku menjadi calon istrimu. Aku sangat beruntung, aku sungguh diberkati Tuhan karena memiliki kamu di pelukanku saat ini…

Terima kasih ya sayangku…


"I've made a lot of mistakes in my life, but if every single one had to happen to make sure I was right here, right now, to meet you, then I forgive myself for them all." – K. Towne Jr.


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE