Dari pertemuan yang tidak disengaja kami mulai saling menyapa, hingga suatu saat kami terlibat dalam kegiatan yang sama. Satu tahun kami hanya sekedar saling sapa dan memberikan senyuman. Suatu saat aku berhenti beberapa bulan untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut, lalu dia tiba-tiba memberikan komentar di sosial mediaku hingga akhirnya dia mulai menanyakan kabarku lewat chatting di sosial media tersebut. Dari situ kami mulai membangun komunikasi, canda tawa, dan hal lainnya. 


Oh tidak…perasaan ini mulai aneh dan tidak seperti biasanya


Advertisement

Setelah beberapa bulan dan bertemu kembali dengannya, ia menghampiriku dan banyak hal yang ia tanyakan padaku. Setiap kali kami bertemu, dia seringkali menjahiliku dan sering membuatku kesal, mungkin saat itu aku masih belum benar-benar yakin bahwa aku mulai menyukainya.

Hari demi hari kami semakin sering chatting dan seperti biasa obrolan kami selalu dipenuhi dengan canda tawa sampai setiap saat kami bertemu membuat kami tertawa bersama-sama karena teringat dengan obrolan kami di chatting.

Dia pernah memandangiku lama sampai membuat jantungku berdegup tidak karuan, dan dia berkata "Kenapa lu grogi sih gue liatin, hahaha." Ya ampun saat itu aku tidak bisa menjawabnya sampai-sampai hal ini membuat teman-temanku menyadari bahwa dia sepertinya menyukaiku dan aku pun menyukainya.

Advertisement


Tapi harapan itu seketika berakhir dan aku belajar arti menunggu yang pada akhirnya harus dilupakan


Dan di suatu saat itu pun tiba, aku melihat sebuah postingan fotonya bersama seorang wanita yang menurutku dia adalah wanita idaman semua pria. Dia ternyata telah meresmikan hubungannya dan membuktikannya lewat postingan fotonya tersebut.


Jantung ini rasanya berhenti dan ingin merasakan bahwa semuanya ini mimpi, tapi apa daya itu semua nyata.


Bila kamu sedih, kecewa dan marah itu adalah hal yang wajar. Tapi aku belajar bahwa untuk apa terlarut lama dalam kesedihan, tidak semuanya yang kita harapkan itu terjadi, dan mungkin dia bukan cinta sejatiku. Menunggu sesuatu yang belum pasti itu percuma, lebih baik kita menunggu dan berdoa sampai Tuhan benar-benar memberikan yang pasti dan yang terbaik yang telah Tuhan siapkan.


Tuhan menjawab doa dalam tiga cara: ya, tidak, dan tunggu sebentar. -Norman Vincent Peale


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya