Takbir itu menggema di segala penjuru. Setiap sudut rumahku terdengar gema takbir dari berbagi surau dan masjid yang seolah saling bersahutan. Malam itu adalah malam terkahir ramadhan tahun ini. Puasa sebulan akhirnya dituntaskan dengan suara takbiran. Merindulah kemudian tahun depan untuk kembali merasakan esensi Ramadan.

"Tak terasa’ begitulah sepenggal kalimat percakapan yang sering kali saya dengar kala mendekati akhir Ramadan. Seminggu lewat, dua minggu dan akhirnya minggu terakhir dilewati. Ramadan berjalan dengan cepat tanpa ada peringatan. Setidaknya kita hanya diperingati tiap hari oleh adzan maghrib tanda berbuka tiap harinya.

Advertisement

Ramadan dikatakan bulan penuh dengan limpahan keberkahan. Kau ingin berdoa maka potensi dikabulkannya akan sangat tinggi, kau ingin bertobat maka kau berada pada bulan yang sangat tepat, hingga berbagai kebaikan lainnya yang dilipat gandakan pahalanya. Bulan Ramadan menjadi bulan perlombaan.

Setiap orang akan berlomba menjadi pribadi yang terbaik di bulan ini. Rajin ke masjid tiap hari hingga genap sebulan dan meneruskannya dengan Tilawatil Quran

Efek Ramadan juga tak hanya dilihat secara spiritual. Kita dapat melihat dengan tampak perubahan penampilan yang nyata pada setiap orang. Ketertutupan dan santun dalam menyampaikan perkataan menjadi hal yang sering kita lihat. Tak jarang kita pula kita melihat "hijrah" personal yang bertebaran. Entah itu di dunia nyata maupun di dunia maya.

Advertisement

Ternyata sebulanan tak cukup untuk kita bisa menjadi pribadi yang seutuhnya. Seutuhnya menjadi manusia dengan makna sejatinya. Serta meningkatkan akhlak yang baik rupanya. Masih banyak di kalangan kita berharap Ramadan terjadi setiap bulan. Momentum dan suasana itulah yang diharapkan dapat mendukung kita berkembang mengarah ke jalan kebenaran.

Namun fakta agama tetaplah Ramadan tak bisa lebih dari 30 hari atau sebulan. Semangat itulah yang perlu tetap diteruskan hingga beberapa bulan ke depan. Puasanya memang tak seperti bulan Ramadan yang tiap hari dilakukan, tetapi puasa tak melulu soal makanan. Bersedekah memang berpahala tinggi di bulan Ramadan, tetapi yang membutuhkan bantuan tak saja di bulan Ramadhan.

Bagaimanapun juga Ramadan tetaplah hanya satu bulan sesuai ketetapan. Kita yang berada di bulan Ramadan paham betul pastinya mengapa melakukan kewajiban. Sekaligus juga mengerjakan berbagai tindak kebaikan di bulan Ramadan pun pasti paham apa tujuannya.

Sesuai dengan aturannya bulan Ramadan hanya sebulan. Tetapi bulan yang lainnya terlampau banyak untuk dijalani. Menjadi pribadi baik hanya untuk satu bulan atau banyak bulan lainnya itu tetaplah sebuah pilihan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya