Hai lelaki istimewaku, salam sayang dariku . Hai Jogja, salam rindu untukmu . Yap, aku adalah salah satu wisatawan yang amat sangat mengagumi Jogja, ya, walaupun bukan kota tempat ku lahir dan tinggal, namun aku sangat mengagumi Jogja sejak masih SD. Aneh sih, jujur saja, anak SD tahu apa tentang mengagumi suatu daerah. Aku sudah bercita-cita untuk pergi ke sana sejak kecil, namun apa daya, impian itu terwujud justru saat menginjak bangku perkuliahan.

Tepatnya awal tahun 2013, di mana saat itu adalah libur akhir semester di kampusku, beberapa minggu sebelum liburan tiba, aku dan salah seorang sahabatku iseng memperbincangkan liburan bersama kita. Sembari mengkhayal tempat-tempat mana saja yang akan kami singgahi, dan entah terbesit apa, aku mengajaknya untuk pergi ke Jogja. Tidak ada kendala sama sekali dan dia langsung menyetujuinya. Keesokan hariny,a aku mengajak temanku yang lain dan dia pun tertarik bergabung dengan kita untuk pergi ke Jogja. Walaupun di sana kita tidak berpikir untuk makan di mana dan tinggal di mana, tapi kita sempat berpikir untuk tinggal di musola sekitar saja.

Advertisement

Namun, tiba-tiba ada salah seorang teman yang bergabung dengan kami dan dia punya kerabat di Jogja. Oke, akhirnya Tuhan bantu kita sedikit untuk memudahkan aku dan teman-teman menginap di Jogja. Yes, kali pertama aku bisa berlibur bareng-bareng teman ke luar kota.

Ya, di situlah, Jogja memberikan banyak kenangan, keindahan, serta kerinduannya, dan sepulang dari Jogja, aku menemukan cinta. Iya, dia si pemberi tumpangan tempat tinggal sementara selama berlibur di Jogja.


Karena cinta hadir dengan istimewa, di tempat yang istimewa pula.


Advertisement

Sejak saat itu, kedatangan kami ke Jogja tidak hanya saat-saat liburan panjang saja, terkadang weekend datang pun kami berkunjung, karena kami memiliki kesamaan akan kecintaan budaya dan kehidupan Jogja. Sampai-sampai kita memiliki mimpi suatu saat untuk dapat memiliki tempat singgah pribadi di sana. Kami merasa banyak hal-hal baru dan pengalaman baru jika berkunjung ke sana.

Tepat akan menginjak tahun kelima kami bersama, kami memiliki rencana untuk pergi ke sana kembali, namun karena rutinitas kerja yang padat kami menundanya. Tapi, di tengah perjalanan kami mengarungi cita-cita untuk kembali lagi ke Jogja, Tuhan berkendak lain. Tuhan memberi cobaan untuk hubungan kami, meminta kami untuk berpisah dan saling memperbaiki diri terlebih dahulu.

Saya dan dia pasti akan kembali ke Jogja lagi, dengan hal-hal baru kami dan dengan pengalaman baru kami, karena masih ada janji yang tertinggal disana.


Tunggu kami kembali mengunjungimu, Jogja !


Walau tak berjalan lama, tapi saya percaya rencana Tuhan jauh lebih baik, karena Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan bukan sekedar apa yang kita inginkan. Terimakasih Jogja, atas segala kenangan dan kerinduannya, yang pasti akan membuatku kembali dan merasakan kenyamanan yang hakiki di dalamnya.

Terimakasih kamu atas segala pelajaran dan pengalaman yang berharga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya