Sesakit inikah cinta? Dulu saat aku masih kecil aku tak pernah mengerti apa cinta, bagaimana rasanya dicinta dengan seseorang selain orangtua ku sendiri, serta aku tak pernah berpikir untuk mencintai seseorang selain kedua orangtua ku dan kedua abang ku yang sangat aku cintai sampai saat ini.

Advertisement

Tapi seiiring berjalan waktu dan aku pun terus beranjak dewasa, aku mulai mengetahui bagaimana indahnya jatuh cinta pada lawan jenis, indahnya dicintai dan mencintai. Tapi, aku juga menyadari bahwa cinta tak selamanya indah bahkan aku pun saat ini merasakan sakitnya atas cinta itu.


Pernah aku berpikir untuk tak mencintai seseorang, jika cinta itu hanya membuat diri ini, dirinya maupun orang lain tersakiti atas cinta.


Advertisement

Cerita cinta ku pun dimulai saat sepupuku mengenalkan aku pada seorang pria, ya sebut saja namanya Bryan (biar keren dikit aja, boleh lah ya hehe). Singkat cerita sepupu aku adalah teman dari Bryan, Bryan adalah seorang pria yang bisa di bilang baik, tidak tampan tapi bertanggung jawab (mungkin kali ya). Tapi buat aku tampang tak perlu lah ganteng karena biasanya mereka hanya akan buat pacaranya sakit hati hehehe. Ya walau nggak semua pria seperti itu. Oke lanjut ya, akhirnya kami pun mulai berkirim pesan singkat sejak kami bertukar nomor telepon, tidak hanya saling memberi kabar melalui SMS terkadang kami pun menyempatkan unutk video call hanya untuk saling bertukar cerita tentang kegiatan kami dalam satu ini ini. Canda, tawa, curhat pun terjadi begitu saja bak air mengalir tanpa ada kecanggungan diantara kami yang mungkin baru saling mengenal.

Satu minggu pun berlalu begitu cepatnya tanpa adanya perselisihan diantara kami. Yaa, ini mungkin belum ada pertengkaran karena kami saling memahami satu sama lain mengenai kesibukan kami. Meski kami tak setiap waktu bertukar kabar tapi setidaknya kami masih menyempatkan diri untuk memberi kabar. Aku jadi ingat ada kalimat yang bilang “bahwa sesibuk apapun seseorang, jika dia masih memberimu kabar itu berati kamu begitu berarti baginya” yaaa awalnya sih senyum-senyum karena quote tesebut. Pertemanan kamipun bejalan sebulan sampai akhirnya kami saling mengungkapkan bahwa kami memiliki perasaan yang sama. Udah tau lah ya status kami bagaimana tak perlu aku jelaskan lagi. Tapi beberapa minggu setelah kami pacaran, disinilah mulai adanya kabar burung yang sedikit menggoyahkan hatiku. Beruntung aku tak cepat mempercayai kabar itu, meski banyak yang mulai kepo sama status kami, mulai dari mantannya, seseorang yang mengaku pacarnya hingga ada yang mengaku sebagai sepupunya. Aku tak pernah ambil pusing akan hal ini.

Sampai pada akhirnya ada akun sosmed yang mulai follow akun ku hingga chat aku. Belum ada yang berubah dari sikap Bryan terhadap ku. Disinilah aku berkenal dengan seseorang sebut saja Mawar hehe. Mawar mengaku bahwa dia hanya temennya saja. Ya, sejujurnya aku sudah kepo dengan akun Mawar ini. Mawar selalu komen disetiap postingan Bryan, terlihat dengan jelas sih bahwa Mawar memang temannya dan akupun tak curiga sedikitpun tentang Mawar, siapa Mawar sebenarnya. Benarkah Mawar hanya teman atau justru Mawar adalah seseorang yang sangat dicintai oleh Bryan. Perkenalan aku dengan Mawar pun berlanjut terus, Mawar selalu bertanya kenapa aku bisa mencintai Bryan, apakah aku tau siapakah Bryan sebenarnya, sebusuk apa Bryan dulu dan masih banyak lagi pertanyaan itu. Akupun selalu menjawab bahwa aku percaya kalo Bryan tidak seburuk itu, tapi aku juga tidak menutupi bahwa saat itu aku mulai meragukan Bryan. Tidak ada kenaehan juga dengan pertemanan aku dan Mawar, sampai pada suatu hari dengan sangat tiba-tiba Bryan memblok semua akun sosmed ku termasuk akses aku untuk menghubungi nya melalui WA, SMS dan telepon. Saat itu aku bingung dengan sikap Brayn yang mendadak. Aku terus menghubungi nya dengan nomor lain ataupun menggunakan sosmed sahabat ku. Tapi semua itu tidak berhasil, sampai akhirnya aku berhasil menghubunginya melalui telepon rumah. Aku pun bertanya padanya ada apa, tapi Bryan tidak memberikan alasan yang sedikit masuk akal. Oke untuk kesian kalinya, aku tak ambil pusing dengan hal ini. Tapi, sejujurnya aku mulai memiliki segudang pertanyaan untuk Bryan yang mungkin akan aku tanyakan padanya saat kami bertemu nanti.

Disaat kegalauan dan berjuta pertanyaan dikepala ku, aku mendapat ide untuk bertanya langsung kepada Mawar. Seperti dugaan ku, Mawar mengetahui alasana kenapa hal ini terjadi. Tapi Mawar tidak memberi tahu semuanya apa yang terjadi. Ini makin membuat aku berfikir untuk memecahkan teka-teki ini. Sampai akhirnya aku memaksa Mawar untuk jujur. Akhirnya dengan sedikit keraguan Mawar berkata jujur bahwa Mawar adalah pacar Bryan selama satu tahun ini. Jeng, jeng, jleb seketika hatiku hancur berkeping-keping. Inikah alasan Bryan blok semua sosmed aku? Dia menjaga perasaan Mawar? Kalau Mawar adalah pacarnya apakah Bryan memberi tahu padanya bahwa aku juga pacarnya? Apakah aku sedang bermimpi? Apakah Bryan tidak berpikir bahwa dia sudah menyakiti hati dua orang wanita? Apa yang ada dalam kepala dan hati Bryan saat itu? Apakah aku adalah wanita yang merusak hubungan Mawar dan Bryan? Aku ini Siapa dan apa bagi Bryan? Penting kah aku baginya? Siapakah yang Bryan pilih antara Aku dan Mawar?

Hai Bryan, bisakah kau membaca ini sebentar saja dan memberi tahu semua jawaban atas semua pertanyaan yang bergelayut di kepala ku? Aku menunggu kejujuran mu, seperti kata mu bahwa kau tak menyukai orang yang tidak jujur. Aku tak mau menghakimi mu dengan sejuta pertanyaan lagi aku hanya butuh kepastian darimu. Aku menunggu mu.

Dari wanita yang kau anggap calon Istri mu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya