Jalan hidup kita masih panjang. Kita belum sampai di puncak. Beban berat masih menumpuk di pundak. Langkah kaki jangan sampai kalah. Hidup jangan cepat menyerah. Lekaslah untuk mengangkat kaki sebab langkah belum tuntas. Pekerjaan rumah masih menumpuk untuk engkau selesaikan. Kita akan selalu dituntut untuk terus menerus melangkah hingga tiba pada titik yang akan dituju.

Sekarang nuansanya tentu tak seperti dulu lagi. Rata-rata jalan hidup kita sudah banyak berbeda. Demikian halnya dengan target dan tujuan kita masing-masing. Arah dan pergerakan kita sudah tak lagi bersama, terhalang oleh kabut perjuangan menuju kehidupan yang lebih baik tentunya.

Advertisement

Demi indahnya merayakan sebuah harapan, waktu membawa kita beranjak jauh lalu memilih untuk tidak bersama sahabat kecil lagi. Cundangi semua kenangan yang kemungkinan besar sukar untuk kembali diupayakan layaknya seperti sediakala.

Setelah sekian lama kita merintis indahnya hidup bersama sahabat kecil, akan tiba pada waktunya kita berpencar untuk mendayung pada jalan hidup kita masing-masing. Semua sahabat kecil yang biasanya menemanimu saat untung dan malang telah pergi dengan motifnya masing-masing. Hampir seluruh sahabat kecilmu memilih beranjak untuk mengejar impian dan harapan demi bekal di masa depan.

Sahabat yang sudah terlampau dekat denganmu biasanya selalu hadirkan candaan yang menggelitik. Ia selalu memainkan peran dengan hadirkan tingkah yang bakalan dijamin tak akan pernah engkau lupakan. Terkadang ia membuat telinga kita merah seketika dengan ejekan dan candaan yang kesannya di atas rata-rata, ada juga saatnya ia berubah total dengan setia mendengarkan seluruh keluh kesah yang akan kamu ceritakan padanya. Ia beraksi demikian hanya demi menguji kokohnya persahabatan kalian sekaligus menjalankan andil sebagai sahabat sejati.

Advertisement

Dengan berbagai aksinya yang kadang membuatmu sakit hati, engkau tidak perlu menghindar apalagi memilih untuk meninggalkannya begitu saja persahabatan yang telah kalian rajut. Sahabat sejati diharamkan untuk menanggalkan kebersamaan dalam persahabatan.

Apabila sahabatmu sedang melakukan sebuah kesalahan fatal, entah karena ego mementingkan kepentingan pribadi atau garis hidup yang membuatnya ia menghianati persahabatan kalian, jangan sungkan-sungkan untuk menegurnya agar ia lekas beralih dan berubah. Caci maki dari seorang sahabat itu lebih istimewa untuk kebaikan jalan hidup seorang sahabat, dibandingkan sebuah pujian dari seorang musuh yang ternyata ujung-ujungnya tidak tulus sama sekali.  

Hanya dengan seorang sahabat dekat pula, kalian pernah memakai nama-nama kecil yang kesannya aneh apabila didengar oleh orang lain. Meski dipandang aneh oleh orang sekitar, nama-nama itu terdengar istimewa saat kalian berinteraksi bersama. Hal ini justru semakin mempererat hubungan persahabatan, bukan malah memperuncing polemik dalam sebuah ikatan persahabatan.  

Kuatnya tali persahabatan malah membentuk kenangan tersendiri dalam kebersamaan yang pernah kalian jalani. Jangan heran saat sudah tak lagi bersama akan dirundung perasaan ingin kembali berkumpul  bersama sahabat. Segala kenangan yang baik dan buruk yang pernah diarungi, adakalanya ketika kembali dikenang mengungkit rasa rindu agar lekas bersua dengan sahabatmu yang telah terpisah jauh.     

Saat sudah tidak bersama lagi baru disadari bahwa terpisah jauh membuatmu merasa kehilangan. Apabila berkenan jangan lupa untuk sisihkan sedikit waktu untuk saling bertanya dan berbagi kabar. Bila memungkinkan adanya kesempatan untuk bersua, jangan sungkan-sungkan untuk membuat acara reuni kecil-kecilan bersama sahabatmu. Tentukan waktu yang tepat sembari siapkan sedikit isi kocek demi memuluskan rencana yang kalian sepakati. Anggap saja itu sebagai ajang untuk kembali membuka memori persahabatan kalian. Jangan pernah untuk mengabaikan sahabat yang dulunya pernah dekat denganmu.

Pada akhirnya, teruslah berjuang sahabatku. Gapai cita-cita yang telah lama kamu impikan. Jangan cepat menyerah dengan keadaan, apalagi sampai memilih untuk memutuskan harapan. Sampaikan salamku pada teman hidupmu kelak. Ceritakan pula pada buah hatimu bahwa dulu pernah ada seorang sahabat yang selalu ada bersamamu. Aku juga akan menceritakan tentangmu pada teman hidupku dan pada buah hatiku dikala kami berkumpul di meja makan. Sampai jumpa lagi sahabat kecil. Aku akan selalu mengenang seluruh kebaikan yang pernah engkau persembahkan saat kita bersama dulu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya