Kau tahu, kerinduanku teramat sakit, dan terlalu rapuh. Di sini, menumpahkan diri pada hal yang tak pernah kutahu kapan berakhir, dan kapan pula untuk berhenti. Rasa memang tak pernah menyuruhku berdiam diri walau sejenak, karena aku yang memilih, merindu atau tidak?

Kau angan tanpa batas yang dapat kupahami hingga terlewat, penyebab candu yang dahsyat, seperti petir yang menggelegar, serta ombak dengan gulungannya yang hebat.

Advertisement

Kau tau, kemarin angin bercerita padaku, katanya "mereka" punya waktu untuk berdiam, lalu berbisik, tapi ada kalanya mereka saling tertawa dan memandang cinta satu dengan yang lain, mereka tak ingin jauh dan tak pula ingin pergi, disinlah mereka sekarang berpaut pada hati bersama dalam cinta yang pasti.

Aku lelah pada jarak. Ia tak ingin aku bergerak, ia selalu menggoda.

'mereka' sangat menganggumkan, dan terlihat istimewa.

Aku mencibirnya yang tak pernah lelah menyuruhmu untuk pergi, lalu angin memilah apa yang baik padaku, agar aku berhenti berdiam diri. Seringkali kuberteriak padanya, mereka tak pernah tau seperti apa kita, maksudku seperti apa diriku, kata kita sebenarnya cukup membut bingung, ada apa dengan kita? Seperti apakah kita? Entah aku tidak tau lagi.

Advertisement

Kau bilang hidup itu tentang dunia, cinta tentang jarak, dan mimpi tentang menguasai. Hingga saat ini aku tidak pernah tau seperti apa duniamu, bagaimana cintamu, yang kutahu adalah mimpimu, yang selalu berlayar dalam setiap bola matamu ketika bercerita tentang itu, dunia kita tidak sama aku membayangkan apa yang akan kini terjadi, tapi kau mengalihkan fokus pada masa depan. Aku belajar tentang itu semua lewat bait kata yang kau tulis

"cinta memang berjarak, tapi mimpi harus dekat, kita harus berjalan melewati itu semua, dengan cara harus memilih. bukan karena cinta bisa nanti-nanti, tapi karena aku ingin seimbang, cinta harus sebanding dengan mimpi yang sedang berjalan"

Manis, untuk surat dari seseorang yang tak pernah berkata romantis, dan indah untuk pria yang selalu mengerjakan tugas kimia,dan fisika. Aku tak tahu ternyata kau ahli dalam mengungkap hati dalam tulisan.

Jika semua harus dilewati karena sebab yang jelas sampai kapanpun aku akan terus berdiam diri, karena aku sungguh paham kita berada dalam langkah yang panjang hingga kapal layarmu menepi dan menemukanku, tersenyum menawan dalam langkah yang anggun, membawaku dalam air laut yang biru siap untuk menghadang ombak yang dahsyat.

Kutitip rindu yang besar ini untuk hidupmu. Masa depan yang kau tawarkan, sangat berarti. Untuk seseorang yang berkutat pada mimpi, belajar memahami dunia, dan sedang memperbaiki diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya