Hai, ini aku!

Apa kabar? Semoga dirimu baik-baik saja. Ingin rasanya menanyakan kabarmu langsung, tapi entah mengapa tak pernah bisa terucap dari bibir ini untuk menyapamu. Sungguh berat rasanya. hanya bertatap muka, tak saling menyapa Itulah kalimat yang pas untuk keadaan kita saat ini, Apakah dirimu mencoba melupakanku? Atau bahkan dirimu sudah membenciku? Lakukan jika itu memang, karena aku hanyalah bagian dari kenangan-kenanganmu yang dulu.

Advertisement

Maafkan aku yang selalu membuat dirimu marah, maafkan aku juga yang selalu membuatmu kecewa, maafkan aku juga yang selalu membuatmu menangis, maafkanlah aku. Aku memang belum bisa menjadi apa yang dirimu mau. Aku memang bukan penghibur yang baik, tapi aku selalu berusaha yang terbaik untuk dirimu, walaupun masih saja tetap membuat air matamu mengalir deras membasahi pipimu.

Masih selalu ku ingat bagaimana dirimu tersenyum jahat kepadaku karena dirimu mencoba menjahiliku, masih ku ingat juga bagaimana dirimu menertawakan aku karena aku melakukan hal-hal yang konyol kepadamu, masih juga ku ingat dirimu mengeluh kepadaku tentang keluh kesah kehidupanmu. Senang sekali rasanya mencoba mencari memori-memori yang dulu kita pernah lakukan bersama. Tapi sayang, semua itu harus berakhir karena kesalahan yang aku buat. Seandainya waktu bisa diulang, aku tak akan pernah membiarkan apa yang merusak tentang cinta kita.

Maafkan aku, sikapku berubah kepada siapapun. Mungkin aku keras kepala, kasar, dan urakan kepada siapapun itu. Aku begitu hanyalah ingin membuatmu bisa melupakan aku, bahkan agar dirimu bisa membenciku. Memang aku salah melakukan hal itu. Aku janji aku akan mengubah itu semua. Aku akan memperbaiki hal-hal yang bodoh dalam diriku ini. Perlahan tapi pasti.

Advertisement

Sejujurnya, aku masih mencintaimu. Masih menginginkanmu. Tapi biarkan aku mencoba memperbaiki keadaanku dulu. Biarkan aku membenahi semua kesalahan-kesalahan yang aku perbuat kepadamu. Tak apa jika nanti dirimu tak bersamaku lagi, aku akan tetap mendoakan yang terbaik kepadamu dalam setiap sujudku. Sejujurnya masih banyak orang yang lebih pantas bersamamu, dibandingkan aku.

Aku akhiri tulisan ini, agar engkau mengerti dan tahu semua apa yang ada di hatiku bukan berarti aku diam mengacuhkanmu. Untuk yang terakhirnya juga, aku akan bilang bahwa aku akan terus mencintaimu. Aku menulis ini karena aku membuktikan ke semua orang bahwa aku masih sayang padamu, walaupun dalam diam.


And I'll always​ love you :)


Aku akan terus merindukanmu bagai angin pujaan hujan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya