Bagimu yang langkahnya telah terkunci dengan masa lalu. Bagimu yang masih terjebak masa lalu. Bangkitlah karena hari esok telah menunggu. Berhati-hati tanpa terburu-buru karena cinta selalu tau kemana hati harus mengelabu. Mari mulai dengan hati yang baru, bahwa yang membuatmu menunggu tak akan pernah menaruh belas kasihan padamu. Sadarlah, kebahagiaan ada untuk menjemput kesedihan bukan?

Biarlah ia yang telah melangkah jauh meninggalkanmu merasa bijaksana dengan keputusannya pergi. Tak perlu mengharapkan ia kembali karena pelan-pelan hati akan menemukan pemiliknya kembali. Tak perlu juga hati terperangkap untuk saling membenci. Berdamailah dengan masa lalu yang pernah membuatmu bahagia walau telah jauh berbeda dengan hari ini.

Advertisement

Dia yang tak peduli dengan kabarmu, dia yang tak memilihmu melangkah bersama tengah menemukan hal yang membuatnya bahagia sendiri. Lepaskan dia yang memilih pergi untuk kehidupannya yang lebih baik. Sisakan doa panjangmu untuknya yang pernah membuatmu merasa jadi seseorang yang paling bahagia di muka bumi.

Kelak, kamu dan dia akan sama-sama sadar bahwa pelajaran berharga telah menimpamu. Tak perlu menyesakkan dadamu dengan dendam, memaafkan jauh lebih baik untuk kebahagiaanmu kelak.

Percayalah, tidak akan ada hati yang menepi tanpa saling menyayangi. Waktu tepat itu akan datang entah kapan saat yang pasti. Lemah bukan berarti kalah. Resah bukan berarti salah. Mari mengalah ditengah lukamu yang membuncah. Keluarlah.

Advertisement

Cintai masa lalumu seperti kau mencintai hidupmu sebelum cintanya tumbuh bersemanyam. Coba kau tengok cermin dan berkata pada dirimu sendiri bahwa kamu adalah satu satunya alasan untuk tetap bahagia. Bukan orang yang mengelilingimu.

Ingat, bahwa pada akhirnya tidak ada satupun yang bisa kamu miliki di dunia ini. Sang penciptalah yang berhak mengatur segalanya, maka manusia yang tidak berdaya apa apa hanya bisa menyerahkan segala keputusannya. Mulailah belajar dewasa dengan segala bentuk masalah yang sekian kali pernah menimpamu. Yakinlah, hidupmu bukan kalimat yang hanya sanggup diakhiri titik kecil. Perjalananmu masih panjang ke depan.


Tanya pada dirimu sendiri, kapan terakhir kau dengan mengukir senyum bahagia di wajah manismu? Kapan terkakhir kau berjalan percaya diri dengan mengaitkan mimpi-mimpimu yang erat dan dekat?Kapan terakhir kau bersemangat kembali saat semua hal disekelilingmu membuatmu jatuh dan terpuruk?


Kamu melakukannya sendiri. Saatnya bangun dan bangkit kembali.

Satu pertanyaan lagi, kapan terkahir kali kau membahagiakan dirimu sendiri?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya