Membuka lembaran hati yang telah tengelam dalam luka yang cukup dalam. Aku berusaha bangkit dalam kesakitan ku dimasa lalu. Mencoba belajar memaafkan semua kesalahan cinta yang silih berganti datang. Tanpa mau, untuk lebih lama bertahan dalam hati. Hanya menghangatkan sejenak rona dalam hati tampa mampu untuk menutup semua luka yang mengaga. Aku pasrah dan hanya berusaha tersenyum dikala semua orang mengujat bagaimana dengan kesendirian ku yang hampir membuat ku diam.

Aku tak pernah menyalahkan mu yang datang dan pergi dalam hatiku. Tapi salahkah aku yang mengahrapkan bahagia untuk hatiku yang kecil akan cinta?

Jika boleh aku cerita kan bagaimana kau menipuku dalam ruang kenyamanan dan perhatian yang aku rasakan saat bersama mu. Aku seolah buta dengan hati kecil ku yang sebenarnya tak pernah ingin berpisah dengan cinta mu. Bagaimana canda dan tawa yang mengalir begitu saja di antara kita mampu mendekatkan kita yang bahkah dulu nya adalah dua oramg asing tak saling mengenal. Saling tersenyum dan meleparkan perhatian yang baru ku tau kini sangat aku rindukan keberadaannya.

Kini aku hanya diam dan tak mampu berkata-kata. Disaat kau sudah bergandengan dengan pengantiku yang membuat aku tersingkir dari hatimu. Aku tak pernah membenci hadir nya dalam hidup mu. Aku justru bersyukur kau lebih bahagia dengan seseorang yang tak akan pernah menyakiti mu seperti kau menyakiti aku. membenci dan mengahianati aku dan segala nya tentang masa lalu kita.

Aku hanya bisa diam