Apa Kabar Indonesia? Aman-Aman Sajakah? Kondusif Kah? Atau Malah Sebaliknya?

Apa Kabar Indonesia?

Apa kabar Indonesia? Pertanyaan yang sederhana. Apakah kabar Indonesia baik? Aman-aman sajakah? Kondusif kah? Atau malah sebaliknya? Rupanya Indonesia sedang dilanda kegalauan. Indonesia sedang sakit. Sakit fisik dan batin.

Advertisement

Fisiknya rapuh ditempa banjir dan longsor. Tubuhnya bau diselimuti sampah. Indonesia lelah? Iya! Sangat lelah melihat konflik terjadi di mana-mana. Menyaksikan perdebatan demi perdebatan yang tak kunjung usai. Indonesia bingung melihat manusia-manusia menjadi pendiam.

Tak saling bincang,tak saling senyum bahkan saling melontar candaan. Indonesia heran melihat manusia yang takkenal lelah membawa benda kotak yang bisa menyala,menatapnya setiap detik. Kadang ngangguk-ngangguk, kadang senyum-senyum sendiri. Aneh memang. Tapi itulah faktanya sekarang.

Roda zaman selalu berputar. Kehidupan dunia selalu silih berganti. Banyak hal yang telah berubah di sekitar kita. Puluhan tahun yang lalu Indonesia tersohor di kancah internasional. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang hangat, penuh keramahan,kedamaian serta keindahan. Indonesia adalah bangsa yang berani.

Advertisement

Berjuang bersama demi NKRI. Para pemuda bangsa ini tak mengenal kata putus asa. Selalu maju di garis terdepan. Selalu siap sedia melawan penjajah yang datang menginjak-injak harga diri bangsa ini. Sangat hebat.

Kalau kita berpikir lebih dalam,sebenarnya apa yang membuat bangsa ini berubah drastis seperti sekarang ini? Ke manakah semangat juang itu diwariskan? Ke manakah nilai-nilai luhur bangsa ini bersembunyi? Ibarat Indonesia ini adalah manusia,maka ia akan mengalami fase-fase kehidupan.

Ada fase kelahiran, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, dan yang terakhir masa tua. Indonesia dilahirkan tanggal 17 Agustus 1945 setelah melewati masa-masa sulit waktu itu, kemudian bangsa ini mulai bangkit,mulai belajar merangkak pelan-pelan membangun bangsa sedikit demi sedikit. Kemudian terdapat perkembangan-perkembangan akhirnya Indonesia berhasil berdiri tegak. Berjalan seperti negara pada umumnya yang terus mengembangkan diri.

Nah sekarang Indonesia sedang berada di fase remaja. Fase paling bersejarah dalam kehidupan manusia. Fase paling menarik dan menantang,karena dalam fase ini muncul banyak masalah yang harus diselesaikan. Muncul banyak konflik yang mengancam keutuhan NKRI. Banyak problem yang harus dilewati. Apa saja problem-problem itu?

Globalisasi yang menjadi kunci utamanya. Modernisasi melengkapi. Perkembangan teknologi yang sangat pesat. Menjadikan dunia berubah seketika tak terkecuali Indonesia. Internet memungkinkan kita mengakses apapun dan kapanpun.

Akhirnya pengetahuan kita bertambah. Wawasan kita semakin luas. Sayangnya masyarakat Indonesia ternyata masih kurang siap dalam menghadapi perubahan ini. mental masayarakat masih belum ditata dengan baik. Akhirnya banyak orang yang tidak tau bagaimana menghadapi globalisasi ini dengan bijak. Semuanya ditelan mentah-mentah. Alhasil tidak hanya dampak positif saja yang masuk,dampak negatifnya juga banyak. Hampir semua orang kecanduan gadged. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa tanpa terkecuali. Semua orang menganggap HP adalah barang berharga.

Tanpa kita sadari waktu lah yang paling berharga. Ketika semua orang tua sibuk upload foto di Instagram ,dia lupa mengingatkan anaknya mengerjakan pekerjaan rumah. Ketika ibu-ibu sibuk berbalas komentar di Facebook mereka lupa kalau anaknya hari itu tidak pergi mengaji.

Ketika anaknya menangis,bukan diberi hiburan lewat cerita-cerita,yang dilakukan adalah memberi dia handphone dikasih game. Pola pengasuhan anak adalah bagian terpenting. Fase awal bagaimana membentuk generasi penerus bangsa ini yang cerdas, berintelektual, kreatif dan inovatif demi kemajuan bangsa. Fase pengenalan dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Peran ibu sangat penting di sini. Jangan biarkan masa kanak-kanak yang ceria dihancurkan dengan video-video porno yang berceceran di internet. Jangan biarkan mereka meniru tindak kekerasan melalui game online.

Mari kita selamatkan bangsa Indonesia dari penjajahan mental ini. Ini tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Jangan terus saling menyalahkan satu sama lain. Mari kita kembali berpegang teguh pada dasar negara ini,yaitu Pancasila.

Dengan Pancasila kita bisa wujudkan zaman keemasan bagi Indonesia. Zaman dimana sema masyarakat menjalankan perintah agamanya masing-masing. Terciptanya kerukunan antar umat beragama. Saling berbagi,menolong satu sama lain. Bersatu membangun NKRI.

Perbedaan-perbedaan yang ada kita jadikan sebagai senjata yang ampuh untuk bertahan menempa perubahan dari luar. Mari kita duduk bersama,dalam rasa kekeluargaan dalam mengatasi konflik-konflik yang terjadi. Demokrasi dijunjung tinggi. Semua orang bebas berpendapat. Namun, kebebasan yang bertanggung jawab. Sehingga bangsa ini dipenuhi orang-orang yang kritis yang berusaha mencintakan solusi pembangun bangsa, bukan masyarakat yang suka mencaci-maki, nyiyir tanpa dasar.

Tak akan ada bullying di Indonesia, karena penduduknya saling menghargai satu sama lain. Walaupun berbeda-beda suku, ras dll, tak ada tindakan-tindakan etnosentrisme yang memecah belah persatuan. Kita semua tahu kita satu! Kita Indonesia!

Sungguh damai jika Indonesia dapat menerapkan pancasila di semua segi kehidupan kita. Maka dari itu mulai dari sekarang mari kita tanamkan nilai-nilai pancasila itu pada diri kita. Hayati dalam-dalam dan implementasikan dalam kehidupan.

Mulai sekarang kita obati negara ini agar tak sakit lagi. Kita jaga bersama keindahan alamnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tak ada mesin-mesin penggundul hutan. Kita obati mental Indonesia kita dengan resep Pancasila. Cintai Indonesia dengan segala kebudayaannya. Mari berubah bersama. Berjuang seirama. Melangkah kea rah kemajuan.

Apakah menunggu negara ini diujung kehancuran baru kita berbuat? Haruskah kita meunggu bangsa ini di ujung tanduk dulu baru kita bertindak? Haruskah kita dijajah fisik seperti dulu lagi untuk kembali bersatu? NKRI Harga Mati jangan hanya ungkapan belaka. Mari kita jaga NKRI ini bersama-sama.

Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE