Liz Murray, Siapakah dia? Mungkin banyak diantara kita yang belum mengenal tokoh yang satu ini. Elizabeth Murray atau yang lebih dikenal Liz Murray adalah seorang wanita yang lahir di Bronx, New York, sebuah kota megapolitan yang memiliki tingkat kriminalitas yang tingga. Liz hidup ditengah kehidupan yang keras, dengan tingkat ekonomi yang rendah dan memiliki orangtua pecandu obat-obatan terlarang.

Sejak kecil Liz dan saudara perempuannya harus mengurus diri mereka sendiri. Setiap hari mereka pergi ke sekolah dalam keadaan kotor, bau, dan rambut yang dihinggapi kutu. Selain itu, Karena tidak memiliki uang, Liz dan saudaranya berbagi es batu untuk menahan lapar dan memakan pasta gigi sebagai makan malam. Ketika ibunya meninggal karena terserang HIV Aids, Liz menjadi tunawisma dan ayahnya pergi ke tempat penampungan. disaat itulah Liz ingin mengubah hidupnya.

Advertisement

Liz membagi dunia menjadi dua sisi, dunia dengan orang-orang yang memiliki penderitaan sepertinya dan dunia yang dihidupi oleh orang-orang yang bukan seperti dirinya. Dan Liz bertekad untuk pindah ke sisi dunia yang dihidupi oleh orang-orang yang bukan seperti dirinya.

Meskipun harus hidup di jalanan, Liz tetap bertekad untuk bersekolah. Kemudian Liz mendaftarkan dirinya di Humanities Preparatory Academy di New York City, sebuah sekolah khusus anak terlantar. Sepulang sekolah Liz bekerja di restoran, malam harinya tidur di stasiun kereta bawah tanah, dan pagi hari Liz bersekolah. Liz belajar di lorong tempat tinggal temannya dan menyebar buku-bukunya disana. Meskipun harus berjuang keras, Liz dapat menyelesaikan SMAnya dalam dua tahun.

I need to go to school. Because I have all this potential inside of me, and how is it ever going to become anything?” (Liz Murray)

Advertisement

Suatu ketika, sekolah Liz memilih 10 sisterbaik untuk tur ke Harvard University, dan Liz terpilih sebagai salah satunya. Setelah melakukan tur bersama sekolahnya, Liz berjanji untuk melakukan apapun agar bisa kuliah disana. Seperti yang kita tau, hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata dan tajir yang bisa kuliah disana.

Tapi berbeda dengan Liz, ia berhasil diterima di Harvard dan mendapatkan beasiswa dari New York Times setelah memenangkan kompetisi menulis essay. Namun perjuangannya belum berakhir. Liz terpaksa harus menambil cuti untuk mengurus ayahnya yang sakit karena HIV. Setelah ayahnya meninggal, Liz kembali ke Harvard dan berhasil lulus dengan menyandang gelar psikologi.

Saat ini Liz berprofesi sebagai inspirator yang memberikan inspirasi kepada para remaja bahwa pentingnya menjauhi obat-obatan terlarang dan tidak membiarkan kesulitan menghambat hidup mereka. Kisah Liz Murray ini juga diadaptasikan dalam sebuah film yang dirilis pada tahun 2003.

“dan keinginan saya sekarang adalah untuk membantu mengubah kehidupan orang lain” (Liz Murray)

Dari kisah masa lalu Liz Murray kita bisa belajar banyak hal. Pahitnya kehidupan tidak menyebabkan Liz marah pada masa lalunya dan Liz juga sangat mencintai orangtuanya bagaimanapun kondisi mereka. Bahkan ketika ayahnya mengidap HIV, Liz rela pindah dari Harvard agar bisa merawat ayahnya.

Kerja keras Liz agar bisa keluar dari kehidupannya membuat kita sadar bahwa siapapun yang memiliki impian, tidak peduli bagaimana kehidupannya, asalkan memiliki tekad yang kuat, pasti bisa mewujudkannya. Bayangkan saja bagaimana jika saat itu Liz tetap memilih untuk tetap berada di kehidupannya yang lama.

“Ketika perubahan terjadi pada diri saya, saya bisa membuat perubahan pada hidup.” (Liz Murray)

Meskipun berada ditengah kehidupan yang sulit, Liz tetap ingin bersekolah dan berhasil lulus setelah 2 tahun. Disisi lain, banyak diantara kita yang masih malas sekolah dan menyianyiakan kemudahan yang telah diberikan.

Liz juga belajar dari kehidupan ibunya dan ia menyimpulkan bahwa sangat merugi jika mati sebelum impiannya terwujud. Sehingga Liz berjuang keras hingga akhirnya bisa berkuliah di Harvard university.

So, masih mengeluh dengan apa yang terjadi dengan hidup? Saatnya kita bertanya pada diri sendiri. Jangan biarkan hambatan hidup membuat impian besar kita terus tidur, karena suatu saat dia yang akan mengubah hidupmu . Dan jangan biarkan kemudahan membuat kita terlena, karena banyak diluar sana masih banyak yang kurang beruntung. Yang akan membunuh impian dan masa depan kita, bukan kehidupan, tapi diri kita sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya