Berdasarkan table sistem periodik pernikahan, diusia 25-30 adalah usia ideal untuk menikah. Sudah bosan mungkin kita yang diusia segitu mendapat pertanyaan :

1. Hei, belum nikah juga kamu? Kapan?
2. Nah, calonmu mana kok sendirian aja?
3. Duh, dipajang di DP mulu pacarnya. Kapan diresmikan?

Advertisement

Yah memang itu pertanyaan yang sangat wajar di negara ini, beda di beberapa negara lain yang menganggap pertanyaan itu sebagai hal yang private. Kalau saya pribadi menanggapi pertanyaan seperti itu saya anggap sebagai "pengingat" agar tidak lupa menikah, hehe.

Jika ada orang bertanya seperti itu artinya ada orang yang care dan perhatian dengan kita, oke setuju, hehe. Jadi saran saya jika kalian masih belum menikah dan mendapat pertanyaan seperti itu, berbahagialah dan jangan dianggap sebagai bullying. Siapa tahu dari pertanyaan semacam itu bisa mendekatkan kita dengan jodoh, yang merasa belum punya jodoh bisa teriak "Amiiiin".

Oke, pernikahan sejatinya bukanlah arena balap motor yang siapa cepat dia yang menang, pernikahan adalah soal ketepatan waktu dan ketepatan hati. Siapa sih yang ingin hidup sendiri di dunia ini? karena pada dasarnya manusia memang diciptakan berpasang-pasang kemudian beranak pinak untuk melestarikan kehidupan di bumi.

Advertisement

Jika dua anak manusia ditemukan dikondisi hati yang passs dan waktu yang passs, ya terjadilah pernikah itu. Nah apa difinisi dari kata "pass" tersebut, setiap pribadi punya difinisi sendiri-sendiri, ada yang menunggu punya ini punya itu, ada yang memilih ini memilih itu, oke itu hak dan pilihan masing-masing pribadi. Hal seperti itu memang tidak bisa dipaksakan dari faktor external, biarkan saja para kaum single untuk memutuskan dengan kriterianya sendiri. Beruntunglah dan berbahagialah mereka yang sudah ditemukan dengan kondisi yang pass tersebut.

Oke, soal pilihan. Tak jarang juga pernyataan seperti ini terucap dari teman-teman kita "elu sih banyak milih, makanya ndak nikah-nikah", "nunggu apa sih lu, tinggal menentukan pilihan aja susah amat, kebanyakan mikir lu". Kalau saya analogikan belanja, kita ke mall membeli baju saja perlu memilih mana yang harganya terjangkau dengan saku, mana yang warnanya pas dengan kita, mana yang ukurannya sesuai dengan bentuk kita, mana modelnya yang sesuai dengan kita.

Naaaah! apalagi memilih pasangan hidup yang bakal menemani di setiap harimu sampai akhir nanti, orang pertama yang bakal setiap pagi kau lihat ketika membuka mata, orang yang setiap hari dan terakhir kali kau lihat sebelum tidur, orang yang akan menjadi tempat sharing pekerjaan, orang yang membesarkan anak-anakmu nanti, orang yang bisa mengimamimu menuju Jannah. Saya lanjutkan lagi detail orang tersebut: orang yang bisa menjadi teman kerja, orang yang bisa menjadi saudara, orang yang bisa menjadi teman curhat, dan yang penting adalah orang yang mempunyai padangan lurus yang sama terhadap visi dan misi kita.

Tidak ada salahnya dengan memilih, hanya saja saat memilih kita juga harus bisa menempatkan diri dan mengetahui posisi kita agar tidak memiliki pilihan yang muluk-muluk, ya ndak mungkin lah kalau kita menempatkan Raisa atau Adam Levin sebagai pilihan kita, please!

Oke, terakhir soal Goal. Apa goal dari pernikahan itu? menurut saya goal dari pernikahan adalah "BAHAGIA YANG HAKIKI" dan hal paling menakutkan adalah pernikahan yang tidak bahagia, mudah-mudahan didunia ini tidak ada yang mengalaminya, amiin. Kondisi pra dan pasca pernikahan kalau saya simpulkan mungkin bisa jadi seperti ini :

1. Sebelum menikah bahagia dan setelah menikah pasti akan jauh lebih bahagia
2. Sebelum menikah biasa saja dan setelah menikah menjadi bahagia
3. Sebelum menikah bahagia dan setelah menikah biasa saja.
4. sebelum menikah bahagia dan setelah menikah tidak bahagia dan berakhir cerai.

Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang digolongan 1 dan 2, amiin. Oke, ini hanya sekedar opini dari saya mengenai pernikahan, untuk kita yang belum mempunyai calon pasangan mari kita pantaskan diri untuk menemui pasangan itu, untuk kita yang sudah mempunyai calon pasangan mari kita bulatkan niat kita hanya untuk meraih ridha-Nya semoga disegerakan, untuk yang sudah resmi menjadi pasangan suami-istri jangan sungkan-sungkan mengingatkan kami terus untuk menikah. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya