Bagi sebagian orang, cinta bisa benar dan juga bisa salah. Seseorang yang mendekat ke kita, mengatasnamakan cinta dan kita sambut dengan cinta, cinta itu ada di posisi yang benar. Dan ketika cinta pergi, mengatasnamakan benci, cinta menjadi sebuah kata yang haram.

Ketika cinta pergi meninggalkan kenangan itu, sebagian orang langsung menyalahkan cinta. Padahal, apa yang salah dengan cinta? Bahkan, terkadang orang juga sampai bilang kapok jatuh cinta.

Advertisement

“Aku tidak mau pacaran lagi sampai aku lulus kuliah. Cinta itu membuat kuliahku berantakan.” Lho, kok cinta salah lagi?

Lalu apakah semua itu salah cinta? Misal orang yang meninggalkan cinta yang lama karena menemukan cinta baru yang lebih baik (selingkuh). Di sisi cinta lama yang ditinggalkan pasti menganggap selingkuh itu dosa, buruk dan wajar dikutuk. Lalu coba kita lihat dari sisi pasangan yang selingkuh tadi. Dia bahagia dengan pasangan yang baru, yang bisa jadi lebih baik dari cinta yang lama. Mereka juga jatuh cinta, maka di sisi mereka cinta itu tidak salah!

Ini semua hanya siklus tentang hidup, teman. Cinta adalah rasa yang datang dari hati; dia datang dari Sang Pencipta. Dia tak berbentuk dan suci.

Advertisement

Cinta bisa datang dari mana saja, untuk siapa saja tidak mengenal orang itu selingkuh apa tidak. Selingkuh juga tidak salah karena setiap orang punya hasrat untuk menjadi lebih baik, bukan?

Biasanya selingkuh mempunyai dua alasan. Pertama, pasangannya belum memberikan yang terbaik. Kedua, dia belum bisa memberikan yang terbaik buat pasangannya.

Bila anda korban dari perselingkuhan, selalu harus ada yang disalahkan, 'kan? Siapa yang salah? Ya, ada satu hal di dunia ini yang selalu setia untuk disalahkan, yaitu proses. Yang membuat kita marah tentang perselingkuhan adalah proses. Proses tentang pasangan kita yang berpindah hati dari hati kita ke orang lain. Proses tentang pembelajaran kita tentang menemukan cinta yang benar, dan pasti butuh perjuangan.

Orang yang tersakiti karena selingkuh atau karena cinta yang salah akan menjadi manusia yang lebih baik. Belajar lebih cerdas untuk mencintai, belajar lebih selektif untuk menentukan pilihan.

Cinta tidak pernah salah. Sekali lagi, menurut saya, selingkuh tidak pernah salah. Terkadang kita melihat pasangan hasil proses selingkuh bisa menikah dan hidup bahagia bahkan mempunyai anak. Apakah cinta meraka salah? Tidak! Terkadang juga kita melihat pasangan hasil dari perselingkuhan tidak hidup bahagia, hidup mereka berantakan, bahkan ada salah satu pasangan selingkuh lagi, Apakah cinta mereka salah? Juga tidak!Untuk mereka itu juga proses. Mereka juga sadar telah memilih pasangan yang salah dan mereka mungkin sadar untuk tidak selingkuh lagi.

Ya, bagi sebagian orang menyebut ini "karma", tapi itu adalah “proses”. Semua manusia butuh proses, dan”proses” setia untuk manusia; untuk selalu disalahkan.

Cinta masa lalu kita terkadang perih. Kenangan itu terkadang menyakitkan, tapi percayalah cinta selalu ada untuk orang-orang yang percaya tentang “proses”. Cinta mirip sebuah piringan tidak bertepi, dia bundar dan akan membuat manusia yang jatuh cinta akan selalu bertemu dengan cinta-cinta yang baru. Tapi itu tidak akan membuat cinta di tempat yang lama hilang. Seberapa besar membenci, tidak akan merubah apapun. Mungkin hanya terlupa dan terkubur dalam-dalam.

Ketika kita bangkit dan belajar, kita akan menemukan cinta-cinta baru dan cinta itu pasti lebih baik!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya