Hai, apa kabarmu saat ini? Bolehkah aku minta sesuatu padamu meskipun aku tahu kamu berpikir aku jahat karena sudah meninggalkan kamu begitu saja tanpa kesempatan apapun, tapi aku minta untuk jangan berpikir seperti itu, seandainya kamu bisa sedikit berpikir tentang apa yang terjadi sebelumnya sampai kita ada di titik yang sekarang.

Selama aku ada disampingmu selama ini tidakkah kamu sadar, aku adalah satu satunya yang tidak pernah membohongimu, aku adalah satu satunya yang tidak berkhianat, aku juga satu satunya yang selalu tidak peduli pada diriku sendiri, sakitpun hanya kusimpan sendiri hanya demi dirimu, aku tidak pernah mengeluh.

Advertisement

Waktu tidak juga menyadarkanmu untuk berubah, aku juga tidak berpengaruh apa-apa meskipun aku yang selalu ada disampingmu. Kebohongan demi kebohongan, tindakan-tindakan bodohmu yang seakan tidak ingin memiliki masa depan yang baik bersamaku, tapi waktu ternyata yang menyadarkanku, aku tidak sepenuhnya lagi ingin megorbankan diri untukmu, aku mulai menyayangi diriku sendiri, aku mulai mengasihani hati dan jiwaku yang aku abaikan selama ini.

Jangan tanyakan padaku seperti apa rasanya menjadi aku, aku rasa tidak ada kata kata yang dapat menggambarkan apa yang aku rasakan.

Saat ini, jangan memohon padaku untuk kembali padaku, aku tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan, entah aku akan menyesal karena keputusanku kali ini ataukah aku akan memiliki kehidupan bahagia yang aku inginkan, yang jelas saat ini, aku rasa aku akan beristirahat dari menyayangi seseorang.

Advertisement

Jangan pula berpikir bahwa aku meninggalkanmu karena ada orang ketiga, keempat ataupun kelima. Aku bukan seseorang yang gampang jatuh hati. Aku juga bukan orang yang bisa langsung merasa klik dengan orang lain. Bukan juga karena hasutan teman-temanku yang tidak suka padamu, aku bukan orang yang gampang terpengaruh dengan keadaan sekitarku. Semua ini murni karena perbuatanmu sendiri dan karna aku sedang tidak ingin jatuh hati lagi.

Kehilangan bagi siapa saja pasti menyakitkan termasuk kamu dan aku. Kita pernah merasakan kehilangan sebelumnya, kamu dengan kekasihmu yang dulu, aku dengan kekasihku yang dulu. Seharusnya kamu belajar dari semua itu, harusnya pengalaman itu yang harusnya bisa membuatmu berubah. Tapi semua sudah terjadi tidak ada lagi gunanya membahas harus seperti apa.

Sekarang aku akan memulai lagi kehidupanku, aku akan menyayangi diriku, aku akan memperbaiki hidupku yang aku abaikan, aku akan bahagia, aku pasti bahagia, aku sudah sepenuhnya ikhlas atas perbuatanmu padaku yang menyakitkan hati dan jiwaku. Aku juga sudah memohon pada Tuhan agar memaafkanku dan memaafkanmu.

Sadarilah sesuatu. Jagalah orang yang ada disampingmu dengan tulus, menjagamu tanpa lelah, dan menyayangimu lebih dari dirinya sendiri sebelum Tuhan marah padamu dan membalikkan hatinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya