Untukmu dan mereka yang setiap harinya selalu mendengarkan sebuah pertanyaan "kapan punya momongan? Sudah isi belum?". Ahh, aku pun sudah khatam rasanya ditanyakan begitu dan ku rasa kalian pun sama bukan? Setiap bertemu teman-temanku di jalan, hal pertama yang mereka tanyakan adalah selalu soal yang sama yakni tentang momongan dan jawabanku hingga saat ini pun selalu sama, "doakan saja, mungkin allah lagi kasih kesempatan dulu berdua sama suami" dengan senyuman manis yang bahkan aku sudah mempersiapkannya. Aku yang kadang mulai bosan dengan pertanyaan yang sama tapi tetap tersenyum seperti biasa. Ya, aku bukan tak ingin seperti mereka tapi apa daya kalau yang diatas belum memberikan amanah. Bukankah berprasangka baik pada tuhanmu adalah sesuatu hal yang mulia.

"Karena skenario-Nya lebih indah dibandingkan skenario yang kau rancang"

Advertisement

Begitupun aku, aku yang dalam diriku selalu berprasangka baik pada-Nya karena ku tahu Dia maha lebih tahu. Namun terkadang batin kecilku tanpa sadar sedih. Ya, aku terkadang mulai risih dengan pertanyaan mereka yang sama. Hai teman, tahukah kamu ketika pertanyaan itu terlontar dari mulutmu saat itu mungkin hati ku pun ikut terlontar sedih. Ya, aku yang seketika merasa dunia berhenti dalam sekejap seiring dengan pertanyaan kalian. Aku yang merasa hancur saat itu dan aku yang merasa seketika bukan menjadi wanita yang sempurna.

"Karena aku pun manusia biasa yang lemah dan mudah terluka"

Tahukah kamu, dalam diamku dan dalam tiap sujud malamku selalu ku panjatkan doa pada-Nya. Aku yang kadang menangis dalam sujudku karena selalu meminta padanya. Aku yang bahkan dalam tidurku berharap memimpikannya. Karena dia adalah salah satu doa yang selalu aku ucapkan dan aku panjatkan pada-Nya. Untukmu yang saat ini mungkin mengalami hal yang sama denganku. Percayalah saling menguatkan dengan pasangan adalah obat terhebat dalam melaluinya karena aku pun begitu. Jangan pikirkan apa yang mereka tanyakan fokus saja pada hal yang ada didepanmu. Tak perlu risau dengan pertanyaan mereka, berikan saja senyun termanis dan lupakan saja pertanyaan mereka. Percayalah perkataan mereka bukan jaminan bahagiamu karena bahagiamu adalah ketika kau dan pasanganmu selalu bersyukur dan selalu berprasangka baik dengan tuhanmu. Yakinlah mereka yang selalu melontarkan pertanyaan itu belum tentu sekuat aku, kamu dan mereka ketika menghadapinya atau ketika berada diposisi kita. Karena definisi bahagia tiap orang akan berbeda termasuk aku, kamu dan mereka. Selamat berjuang ibu-ibu muda yang saat ini mungkin mulai lelah dengan pertanyaan yang sama.

Advertisement

Dari aku wanita yang (katanya) belum sempurna…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya