Artikel merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Masih sangat melekat saat pertama kalinya aku mengenalnya. Padahal awalnya aku sangat ingat bahwa aku sangat membencinya. Entah apa alasannya, tapi yang pasti mendengar namanya pun aku sangat membencinya. Dua tahun berlalu. Dan tahun kelulusan itupun datang. Ya. Aku adalah adik kelasnya yang entah mengapa sangat tidak menyukai apapun yang ada pada dirinya. Namun, itu semua perlahan mulai berubah saat tahun kelulusanku hampir datang. Dia mulai menghubungi kontakku. Bahkan sudah beberapa kali aku hapus pun dia masih menghubungiku. Entah memang dia berniat mendekatiku, atau memang hanya pelariannya saja.

Baru beberapa lama aku mulai chatting dengannya, aku mulai merasa nyaman karena sedikit perhatiannya. Perlahan, dia pun mulai menunjukan perhatiannya yang lebih. Dan saat itulah semua rasa sesal itu datang…

Aku memang belum pernah menjalin hubungan yang lebih serius dengan orang lain sebelumnya. Dan aku benar benar baru merasa jatuh cinta dan dicintai saat memulai dengannya. Aku terbuai dengan semua perhatiannya, semua bujuk rayunya, semua kata manisnya.

Tiga bulan berlalu. Dan dia mulai berani menyentuhku! Aku ingat saat itu adalah kali pertama kami menonton film berdua. Aku tidak pernah menyangka sekalipun dia akan mulai berani menyentuhku di bagian yang sangat sensitif. aku hanya bisa menangis dan membenci diriku sendiri. Aku marah! tapi kebodohan dan kepolosanku terus saja mempercayai bibirnya yang selalu berkata "aku cuma mau menjaga kamu. Supaya kamu nggak bisa diambil sama orang lain. Karena aku sayang banget sama kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu. Aku mau nikah cuma sama kamu".

Setahun berlalu dan kejadian yang menimbulkan rasa sesal seumur hidupku itu pun datang. Memang setelah kejadian pertama dia menyentuhku, dia tak lagi berani menyentuhku karena aku menangis dan mulai menyakiti diri sendiri. Tapi, hari itu dia benar-benar mengambil semuanya. Mengambil kesempatan dan mengambil semuanya! Dan saat aku meminta pertanggungjawaban darinya, dia hanya bisa menyalahkanku. Meskipun dia masih berusaha untuk mempertanggungjawabkan semuanya. Tapi, apakah kalian tau apa yang sangat menyakitkan? "Semua perlakuan dan cinta yang selama ini dia berikan hilang dan lenyap begitu saja saat ia sudah mendapatkan semuanya"

Hanya satu pesanku. Jangan pernah memercayai dan memberikan apa yang seharusnya tidak kamu berikan selain pada suamimu nanti. Karena rasa sesal itu akan perlahan membunuhmu. Meskipun beribu kata manis dia ucapkan, sebelum ijab qabul itu diucapkan, itu semua hanya keindahan semu yang ada di dunia.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya