Pernahkah kau bermimpi dalam tidurmu? Aku yakin kita semua pernah mengalaminya. Mimpi merupakan sesuatu yang terlihat dalam angan kita pada saat tidur. Ada mimpi yang menakutkan (mimpi buruk), ada pula yang menggembirakan (mimpi baik). Pada saat kita tidur, sebagian besar sel otak kita dalam keadaan istirahat, tetapi ada sebagian sel syaraf yang masih berada dalam kondisi bekerja, sehingga timbullah mimpi saat kita tidur.

Pernahkah kau memimpikan sesuatu yang kau rasa mengganggu? Contohnya saja kau sedang berusaha melupakan sesuatu, namun ternyata sesuatu itu justru hadir dalam mimpimu. Aku pernah mengalaminya dan ketika ku terbangun, bayangan dalam mimpi itu justru mengganggu pikiranku di hari itu. Menyebalkan bukan? Tentu saja, namun aku tak heran karena memang sesuatu itu masih lekat hadir di hati, namun otak menolaknya dan hadirlah ia dalam mimpi. Menurut referensi yang pernah kubaca, mimpi sebenarnya tidak lepas dari aktivitas kehidupan kita sehari-hari dan biasanya berkaitan dengan kesan dan pengalaman pribadi kita sendiri ataupun pengaruh dari lingkungan luar. Kuakui referensi itu benar juga, karena seringkali apa yang kita pikirkan sebelum tidur itu hadir pula dalam mimpi. Saat memiliki keinginan yang kuat, maka biasanya keinginan-keinginan tersebut akan dapat tercapai dalam mimpi. Oleh Karena itu, seorang psikolog dari Austria yang bernama Sigmund Freud (1856 – 1939) berpendapat bahwa mimpi merupakan “pencapaian atas suatu keinginan”.

Advertisement

Lantas apa yang seharusnya dilakukan ketika mimpi itu mengganggu harimu? Kau perlu percaya bahwa mimpi itu hanyalah bayangan tentang apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan terjadi, bukan sesuatu hal yang pasti akan terjadi. Mungkin akan terjadi perdebatan hebat di dalam pikiranmu mengenai poin ini, sebab kita beranggapan bahwa sebagian mimpi itu bisa jadi meramalkan sesuatu. Mungkin kita lupa bahwa tak semua mimpi menjadi nyata.

Bagiku pribadi, semua ramalan yang didasarkan pada mimpi hanyalah fenomena budaya saja. Jujur aku tak pernah percaya pada apa yang disebut dengan tafsir mimpi. Pada dasarnya semua orang memiliki keinginan. Begitu besarnya keinginan itu sehingga keinginan tersebut hadir dalam mimpi. Mungkin itulah sebabnya kenapa sesuatu yang kita pikirkan bisa seketika hadir dalam mimpi dan ketika terbangun, mimpi itu terasa begitu mengganggu, terasa begitu menyesakkan. Nah jika kita bermimpi dan mimpi itu terasa menyesakkan dada, sebaiknya kita perbanyak istighfar saja dan serahkan semua pada ketetapan-Nya. Percayalah, skenario-Nya jauh lebih indah daripada mimpi dalam tidurmu.

Salam hangat dariku yang terganggu oleh mimpi semalam.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya