Lebih dari 80 juta orang Indonesia menggunakan Internet. Setiap harinya, lebih dari 60% dari mereka mengakses internet untuk berbagai kebutuhan. Berselancar untuk berbagi informasi, mencari jodoh, atau sekedar menghabiskan waktu.

Tidak jarang, saat sedang asyik berselancar di dunia maya, kita merasa terganggu dengan sekotak banner atau tampilan iklan di layar komputer atau gadget kita. Ya, memang semakin banyak pengguna internet, otomatis akan menjadi pasar yang menarik bagi berbagai brand. Ingat, di mana ada ikan, di situ akan banyak pemancingnya.

Advertisement

Yang butuh perhatian di internet nggak Cuma kamu lho! Para praktisi dan profesional di bidang periklanan juga perlu perhatian di internet. Makannya, mereka sekarang banyak mengiklankan berbagai bisnisnya di media online. Apalagi sekarang cukup banyak jenis iklan yang populer digunakan di dunia maya. Misalnya, Google Display Network dengan jaringan pengiklannya yang sudah ada sejak beberapa dekade lalu.

Tidak hanya itu, saat ini, tren iklan digital juga sudah merambah di media sosial. Facebook, melalui fasilitas Facebook Ads-nya sudah mulai banyak diminati oleh pengiklan digital. Twitter tidak mau ketinggalan, dengan layanan Twitter Ads, kini pengiklan online juga sudah bisa beriklan di linimasa sepanjang 140 karakter tersebut. Yang terbaru, instagram pun mulai meluncurkan platform ads-nya setelah diakuisisi oleh Facebook beberapa waktu lalu. Belum lagi munculnya berbagai media buying agency yang menawarkan berbagai strategi jitu untuk dapat menyasar target audiens melalui iklan.

Keganggu sama iklan pas lagi browsing di sebuah website? Sekarang udah ada aplikasi buat mem-blok iklan di internet lho! Salah satunya AdBlock. Beberapa waktu lalu, bahkan aplikasi ini ramai dibicarakan karena katanya dituntut oleh beberapa perusahaan raksasa iklan digital seperti Google. Dari data terakhir, pengguna aplikasi tersebut di seluruh dunia sudah mencapai lebih dari 140 juta. Tentu bukan jumlah yang sedikit, mengingat angka 140 juta tersebut pun merupakan target audiens potensial dalam iklan digital.

Advertisement

Tidak salah memang jika pengguna internet memasang adblocks pada saat berselancar di dunia maya. Namun, dengan menghilangkan iklan pada saat berselancar di dunia maya, akan banyak hal yang akan kamu lewatkan lho!

Informasi

Informasi, ya, ini salah satunya. Saat ini, berbagai brand, publisher, bahkan agensi periklanan tidak sekedar melakukan hard selling dalam iklan online yang dibuat oleh mereka. Seiring berkembangnya media digital, persaingan dalam mencuri perhatian netizen pun semakin ketat. Oleh karena itu, saat ini banyak brand yang mulai sadar bahwa walau menggunakan iklan berbayar secara digital, pengemasannya pun perlu dibuat seinformatif mungkin.

Kamu bisa banyak tahu tentang informasi promosi produk, manfaat sebuah produk, bahkan produk-produk dan brand baru yang dekat dengan mereka melalui iklan digital. Tentu hal ini bukan sesuatu yang merugikan bagi peselancar di dunia maya.

Apakah hanya sekedar informasi? Tidak berhenti sampai di situ.

Kreativitas!

Di balik sekotak banner ads yang banyak bertebaran di website yang kamu kunjungi, tersimpan banyak kreativitas pelaku periklanan digital

Dengan semakin tumbuhnya media digital, saat ini para pengiklan di media tersebut pun semakin tertantang untuk mengasah kreativitas mereka. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini, berbagai iklan, banner, bahkan video ads yang ditayangkan tidak hanya sekedar foto produk atau hal yang membosankan. Banyak desain menarik, bahkan visual-visual yang justru memberi banyak inspirasi bagi netizen.

Lebih lanjut lagi, teknologi yang berkembang saat ini membantu banyak pelaku iklan digital untuk menyesuaikan iklan mereka dengan target audiens. Dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh penyedia layanan iklan digital seperti Google Ads maupun Facebook Ads, pelaku periklanan kini dapat menspesifikasi target audiens yang ingin disasar. Tentu ini juga dapat bermanfaat bagi netizen, di mana mereka tidak perlu lagi melihat iklan-iklan yang tidak sesuai dengan karakter mereka. Bisa dibayangkan jika publisher tidak menyesuaikan iklan mereka dengan target audiens? Seorang pria berstatus eksekutif muda akan melihat iklan produk kecantikan premium. Tentu bukan hal yang lucu.

Laporin Aja Kalo Keganggu!

Sudah tidak memblok iklan digital, namun ada iklan yang mengganggu? Tidak suka dengan iklannya? Inilah hebatnya media digital. Berbeda dengan media konvensional, target audiens hanya bisa mengeluh ketika mereka menemui iklan yang meresahkan. Namun, di media digital, kini target audiens pun dapat lebih bersuara jika mereka merasa tidak nyaman dengan iklan yang dilihatnya. Saat ini, fasilitas ‘pelaporan iklan’ sudah banyak disediakan oleh publisher online seperti facebook dan google. Tidak suka? Tinggal berikan feedback.

Dan yang paling penting adalah, dengan membiarkan iklan tetap muncul pada saat berselancar di dunia maya, netizen sedang “melakukan sebuah keadilan”. Faktanya, kini pengguna internet mendapati berbagai fasilitas, bacaan, bahkan tontonan gratis melalui berbagai website. Lalu, bagaimana website itu bisa bertahan jika tidak menyediakan sedikit ruang di situs mereka untuk brand?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya