"Kadang menjadi konyol dan menyebalkan bisa membuat kita merasa lebih manusiawi lagi di tengah himpitan tuntutan untuk sempurna"


Advertisement

Dari ngobrol dan curhatnya dengan dia, dia bilang "Kadang capek ya, terlihat seolah-olah sempurna, seperti tanpa masalah dan seolah-olah semua baik-baik saja. Banyak yang nggak percaya kalau aku coba cerita tentang tantangan hidupku, mereka seolah-olah hanya melihat seorang yang selalu bahagia tanpa tantangan hidup"

Benar-benar kalimat yang menyadarkan aku kembali, bahwa sering di banyak kesempatan kita hanya melihat orang dari tampilan luarnya saja, tidak terlihat ada masalah, penampilan yang bagus, orang yang selalu tersenyum seolah hari-hari yang dijalaninya baik-baik saja.

Advertisement

Pernah tidak kita mengeluarkan komentar "Ah, masa sih dia punya masalah itu, nggak mungkinlah, kan orangnya ceria terus, dia selalu senyum dan tertawa, nggak mungkinlah dia punya masalah seperti itu" Seolah orang yang terlihat baik-baik saja tidak boleh menghadapi tantangan hidup.

Yang harus kita ingat, daya tahan setiap orang terhadap tantangan itu berbeda-beda karena setiap manusia mempunyai cara dan kemampuan merespon terhadap kehidupannya sendiri.

Ada orang yang sanggup menghadapi tantangan hidup dalam kuantitas yang besar tapi kurang mampu mengelola jika kualitas tantangan itu besar atau sebaliknya. Ada yang hanya sanggup mengelola kuantitas tantangan hidup dalam jumlah kecil tapi dia sanggup mengelola kualitas tantangan yang besar.

Yang diperlukan adalah empati dari kita saat ada orang yang bercerita atau berbagi tantangan hidupnya, terlepas dia seolah-olah tampil selalu sempurna di kesehariannya, jangan pernah menolak mereka, ingat, bisa jadi saat itu hanya Anda yang dia lihat bisa menjadi teman berbagi atau sebagai cahaya di kegelapan.


Empati bukan hanya sekedar "Saya tahu apa yang kamu rasakan" tapi empati itu anda juga bisa merasakan apa yang dia rasakan, merasakan sakitnya dia, merasakan kepedihan orang itu, kita mengerti apa yang dia rasakan.


So … jangan pernah meremehkan dan mengabaikan mereka yang bercerita tentang tantangan hidup mereka, bukan artinya kita juga harus sempurna dalam memberikan masukan dan kata-kata membangun bagi mereka, kita juga pasti tidak bisa sempurna saat memberikan masukan dan kata-kata membangun itu, bisa jadi karena memang kita belum pernah mengalami apa yang dialami atau memang kita bukan orang yang terlalu baik dalam menyusun kata-kata, percayalah, dalam banyak hal mereka hanya ingin didengar, agar perasaanya lega.


Terkadang kata yang tidak sempurna seperti "I fell you sister", tepukan lembut di bahu, genggaman tangan lebih mengena di hati mereka dibanding kata-kata yang dirangkai agar terdengar sempurna.


Jadi, jangan pernah berpikir bahwa hidup seseorang itu sempurna, dan tidak perlu kata-kata atau tindakan yang sempurna untuk memberikan dukungan pada seseorang.

Ingat akan selalu ada orang yang dikirimkan Tuhan untuk mendukung dan menopang kamu setiap ada orang yang menyakiti atau mengecewakanmu, tapi biarlah keindahan yang ada di dalam hidupmu tetap kamu pancarkan dalam kondisi apapun.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya