Para pemuda dikenal kritis dalam menanggapi masalah yang akan merugikan dirinya. Sifat kritis itu diharapkan bisa menjadi amunisi dalam berpikir cerdas. Apalagi negara demokrasi seperti Indonesia sangat mengharapkan lahirnya generasi berpikir kritis lagi cerdas.

Kadang yang diharapkan bukan hanya kecerdasan tapi aktifnya sebagai warga negara dalam berkontribusi. Walaupun pemungutan suara saat pemilu yang sering diremehkan oleh para ABG sebut saja para penerima E-KTP baru.

Advertisement

Menurut peraturan yang sudah sah secara hukum jelas bahwa anak muda inilah yang diharapkan suaranya digunakan dengan bijak supaya tidak dipersalahgunakan oleh oknum–oknum tidak bertanggung jawab. Melek akan politik bukan keharusan bagi anak muda yang mendalami politik saja, tapi suatu keharusan bagi semua anak muda.

Sebagai pemegang tongkat estafet kesejahteraan negara selanjutnya diperhatikan keikutsertaanya dalam pemilu. Inilah saat penting dalam hidup kita sendiri dalam membantu negara menciptakan kemajuan politik di negara sendiri. Biarpun sebuah negara memilki pemimpin yang baik dan berkomitmen, jika para warga negara khususnya anak muda tidak ikut serta bagaimana bisa berjalan negara ini dengan semestinya.

Sering kali ketika kita mempunyai semangat membangun dan berkontribusi tetapi tidak mengetahui apa sih feedback-nya buat kita. Sebuah saran sangat diperlukan ketika masa–masanya akan pemilu. Beberapa saran untuk kita para pemuda Indonesia yang mempunyai semangat untuk berkontribusi kepada negara.

Advertisement

Namanya juga anak muda, yang pasti tidak lepas akan mantra searching, surfing, atau stalking. Daripada waktu digunakan dengan tidak semestinya mendingan kita cari-cari siapa yang akan menjadi calon atau kandidat di pemilu 2019. Kita bisa mengenal perlahan siapakah beliau, sejarah apa yang sudah beliau torehkan untuk Indonesia. Pengenalan pertama ini akan membuka pemikiran kita selanjutnya dan akan membantu kita memulai berpikir siapa yang akan kita pilih nantinya.

Biasanya dari berita yang beredar maraknya informasi tersedia bukan hanya dari media massa ataupun koran tapi dari media sosial yang ngetren pada masa ini. Berita apapun yang menyangkut pemimpin yang akan kita pilih disitulah kita bisa melihat dapat dipercayakah beliau yang akan memimpin negara kita. Akan tetapi, anda harus selalu berhati–hati dengan berita hoax yang beredar di media massa maupun media sosial.

Sebaiknya dalam membaca berita kita bisa memilah mana yang baik, kadangpun berita yang kelihatan benar bisa jadi adalah berita hoax. Maka dari itu, diperlukannya kejelian dalam melihat berita dan inipun melatih kita untuk berpikir sebelum bertindak.

Setelah melewati pengkajian yang terbilang singkat diharapkan dengan memanfaatkan ilmu yang ada kita bisa memilih pemimpin berdasarkan hati nurani kita sendiri. Sesuai asas pemilu yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil adalah semuanya tergantung pada pilihan kita yang diharapkan memilih dengan bijak.

Segala upaya sudah kita lakukan siaplah kita menuju Pemilu 2019. Sekali lagi diingatkan bahwa kita sebagai sekelompok yang diharapkan oleh negara keikutsertaannya dalam membangung dan menjalan pemerintahan negara kita sendiri. Singkirkan semua pikiran negatif yang selalu mengganggu semangat kita untuk menjadi pemilih.

Teman–teman, jadilah seorang pelopor bukan sebuah ekor yang tidak bisa menentukan pilihannya sendiri. Memulai menjadi pemilih pemula adalah hal utama yang baik dalam memilih keputusan dengan benar. Keputusan yang sudah dibuat itulah yang ada dalam diri kita, tidak ada kesalahan sebagai pemilih pemula karena berkontribusi inilah yang akan membantu jalannya negara. Banyaklah bertindak mengurangi hoax dengan menentukan keputusan Pemilu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya