Demi nafas yang tak lelah berhenti

Demi matahari yang selalu meyinari

Advertisement

Demi doa yang selalu terucap

Demi hati yang selalu tersakiti

Dan demi rasa yang tak pernah ada

Advertisement

Berdiri melihatnya berjalan

Tak mendekat namun menjauh

Tak terlihat dan tak terasa

Waktu berjalan lambat

Degup jantung berpacu dengan cepat

Tanpa sepatah kata terucap

Hilang ditelan waktu yang berjalan maju

Waktu adalah kerabat bagiku

Waktu yang buat semua jadi kelabu

Waktu yang mengambilmu

Waktu juga yang menemukanmu

Yang mungkin suatu saat nanti akan menghampiriku

Harap kosong selalu menghantui

Pelangi lain datang menghampiri

Lebih berwarna dibanding biasanya

Namun sayang pelangi itu bukan dirinya

Kembali waktu tersenyum puas memainkan perannya

Lelah untuk marah karena tak ada yang salah

Sudah saatnya terbangun dari itu semua

Tak ada salahnya untuk menunggu

Menunggu dan terus menunggu

Namun…. Apa dia akan datang bersama waktu yang telah lalu

Atau datang dengan hujan yang membasahi bagian dalam ragaku

Bukan tugas waktu untuk menjawab itu

Biarkan aku yang memilih

Menunggu….

Atau memulai hidup baru

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya