Saya sebetulnya juga kurang paham dengan sejarah sepatu, yang pasti, wajarnya sepatu digunakan sebagai alas kaki, walaupun pernah digunakan sebagai alat untuk meluapkan amarah oleh seorang jurnalis kepada George Walker Bush.

Sepatu. Dengan fungsinya sebagai alas kaki, ia diciptakan dengan berbagai macam model sesuai keperluan si empunya kaki. Ada yang digunakan untuk ke sekolah, ke kantor, ke sawah, bermain bola, jalan-jalan, simbol strata sosial, dan masih banyak lagi. Dengan perbedaan model dan fungsi tersebut pun menjadikan harga si sepatu turut berbeda. Tapi, apakah dengan perbedaan harga dan model tersebut menjadikan suatu sepatu lebih baik dari sepatu lainnya?

Advertisement

Oke, mari kita fikirkan. Alangkah lucu dan bodohnya jika pejabat pejabat menggunakan sepatu boots ketika rapat, pun jika pak tani menggunakan sepatu pantofel ketika ke sawah. Atau jika adik saya sekolah dengan sepatu bola dan Eden Hazard yang bermain bola dengan sepatu sekolah. Mengapa? Ya, karena tidak sesuai fungsi dan tempatnya, bukan karena pak tani tak mampu membeli sepatu pantofel atau adik saya yang tak punya sepatu bola. Walaupun, memang sepatu boots pak tani yang digunakan untuk ke sawah tentu tak semahal sepatu pantofel pejabat pejabat kita, atau adik saya yang memang tak suka main bola. Jadi, tidak selayaknya kita beranggapan kalau suatu sepatu lebih rendah atau lebih baik dari sepatu lainnya, ini cuma masalah “fungsi”, bukan masalah model ataupun harga. Setiap sepatu diciptakan untuk fungsinya masing masing. Oh ya, saya tadi memberi contoh Eden Hazard bukan karena saya fans Chelsea kok, hanya saja saya sedang kurang suka dengan klub selain Chelsea.

Terima kasih buat yang membaca baik sengaja ataupun tidak, saya sebenarnya cuma sedang menganalogikan sepatu dengan profesi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya