Meski Akhirnya Kalah, Setidaknya Aku Pernah Teguh Tak Menyerah

Nyatanya akhirnya aku patah, bukan menyerah karena lelah hanya saja waktu dan keadaan yang memaksa kaki untuk melangkah. perjalanan panjang yang telah dihantam berbagai aral dan karang berujung pada keputusan untuk saling melepaskan. iya melepaskan.

Pada akhirnya aku memilih pergi dan melepas, karena aku sadar genggamanmu tak sekuat dulu. Sekeras apapun aku berusaha takkan berarti adanya jika hanya satu pihak yang memperjuangkannya.

Advertisement

bukankah hubungan itu atas dasar dua orang yang saling menguatkan.

Jangan tanya soal kesedihan, aku masih waras untuk bisa merasakan pahitnya perpisahan. kita terlalu lama berkutat dalam kebersamaan sampai aku lupa untuk bersiap kala perpisahan datang.

Jangan tanya soal sakit, kesakitanku lebih dari sekedar sakit.

Advertisement

Rindu, temu, haru, nyaman itu harus dihalau pergi mulai kini. Untuk apalagi dinikmati. Saat kau bilang tak bisa tanpaku, kau seenaknya saja berlalu seolah aku memang pantas diletakkan di masa lalu.

Kata juang yang kau agungkan nyatanya hanya sebatas angan.

Maaf jika pergi jadi pilihan terakhir saat hati tak dihargai. Saat sabar tak diambil peduli. Saat berjuang hanya setengah hati. Kata orang hidup itu pilihan, dan sekarang aku pilih bahagiaku meski sendirian. Kisah kita akan kusimpan rapi dalam satu ruang, akan kuingat sebagai memori indah bahwa aku pernah berusaha tak mau kalah oleh keadaan. Kuambil pelajaran di dalamnya. berharap waktu akan memperbaiki keadaan.

Dan Tuhan mempertemukan masing-masing kita dengan sebaik-baik pribadi baru di masa depan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswi UIN WALISONGO SEMARANG semester akhir S.Pd SOON....AMIN

28 Comments

  1. Octamy Sagala berkata:

    Sangat dalam kata katanya kak, brhasil membuat air mata inu keluar 🙁

  2. Irfa Nadhifa berkata:

    tetap semangat kakak 🙂

  3. Reni berkata:

    Sperti yg d rasakan

  4. Dwie D'ea berkata:

    Kisah yg sama,,meski perih dan pedih harus tetap berpisah,selamat tinggal kekasih kenanganqu

  5. Fiqri Alicoco berkata:

    Kisah y sama melanda q, move on. fight for hari esok

  6. Novrizal Effendy berkata:

    Sangat dalam, dan saya pernah mengalami. Tapi ada pengecualian.
    Kata2 ini
    \"Kita terlalu lama berkutat dalam kebersamaan sampai aku lupa untuk bersiap kala perpisahan datang\"
    Harusnya jadi….
    \"Meskipun kita terlalu lama berkutat dalam kebersamaan tetapi aku tak lupa untuk bersiap kala perpisahan datang.\"
    Hehehe, mav hanya saran. Tp itu yg sya alami. Hehe
    Thanx, tulisan anda bagus skali…

  7. Achmad Ali berkata:

    Yaa.. berjuang 2 pihak…
    Gak adil jika 1 pihak ????

  8. Irfa Nadhifa berkata:

    trimakasih sarannya. 🙂

  9. Diah berkata:

    Kisah yg haru… sm seperti q,,
    Membacanya sampai meneteskan air mata

  10. membacanya buat air mataku ngalir

CLOSE