Apa sih yang terlintas dalam pikiran kalian ketika mendengar kata cantik? Cantik itu kulitnya putih, tinggi, pakaian dan dandanan yang mahal. Ah… Pastinya kalau kriteria wanita cantik seperti itu, rasanya aku tak pernah masuk dalam daftar itu semua. Mungkin kalian juga merasakan hal yang sama denganku. Rasanya sangat minder sekali. Apalagi ketika ada acara reuni atau saat acara pernikahan teman, yang semua tamu undangan wanita penampilannya sangat jauh sekali dengan kita. Boro-boro punya waktu ke salon, memakai make-up saja hanya sebatas bedak dan lipstik tipis saja.

Ukuran cantik memang relatif. Tak terkecuali aku pribadi. Mungkin sampai saat ini pria-pria di luar sana belum menyadari, bahwa kecantikan dari dalam diri tak selamanya hanya soal penampilan semata.

Advertisement

Tak jarang teman-temanku berkata kepadaku, jikalau aku memiliki bakat yang tak semua wanita miliki. Bisa bermain musik, menulis, melukis, dan lain-lain. Tapi rasanya itu seperti belum cukup bagiku untuk meluluhkan hati seseorang. Apa lagi-lagi karena tampilan fisik ini? Tapi, untuk kalian dan aku pribadi yang saat ini memperjuangkan jodoh kita masing-masing, jangan pernah putus harapan. Ada hal-hal positif yang tak biasa, ketika kita memiliki kecantikan yang dari dalam diri kita.

Pertama, seseorang yang memiliki kecantikan dari dalam diri, pastinya mereka adalah wanita yang mandiri, pekerja keras, dan bertanggungjawab. Apalagi kalian yang berprofesi sebagai seorang guru. Selain karena berhubungan langsung dengan anak-anak yang membawa keceriaan juga membuat awet muda. Seperti guruku waktu TK dulu. Bahkan sekarang putri beliau menjadi temanku. Begitu pula denganku. Meskipun tidak menjadi guru secara formal, secara otomatis aku mendaptkan hal yang berharga dari mereka. Juga terlihat awet muda karena seperti seumuran bila berada ditengah-tengah mereka.

Seperti dikutip dari detikHealth, peneliti dari South Florida, yang melakukan survei terhadap 180.000 pekerja profesional diseluruh dunia, mengatakan profesi guru lebih dari sekedar pekerjaan, tapi merupakan sebuah panggilan. Para guru mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang menyenangkan, karena langsung berhubungan dengan masyarakat, lingkungan sekitar dan orang-orang muda.

Advertisement

Bagaimana? Anak-anak orang lain saja begitu dipikirkan dan diperhatikan seperti ini, apalagi anak-anaknya sendiri nanti? Untuk kalian para lelaki, wanita idaman sekali bukan?

Kedua, wanita yang memiliki kecantikan dari dari dalam diri, pastinya tak memusingkan bagaimana pendapat orang lain tentang penampilan fisik semata.

Seperti aku pribadi sangat menyayangkan sekali penampilan anak-anak sekolah era sekarang ini. Sangat berbeda dengan waktu dulu. Tampilan mereka menjadi lebih tua karena make-up yang berlebihan, yang belum sesuai dengan usia mereka sebenarnya. Bukan berarti tak peduli dengan penampilan juga, wanita yang memiliki kecantikan dalam diri lebih mengutamakan kebutuhannya. Lebih kepada memakai make-up yang sewajarnya. Justru lebih pas dengan usia.

Ketiga, untuk kaum pria diluar sana, pertimbangkanlah benar-benar siapa sosok wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak kalian nanti. Kecantikan dari dalam diri tak kan pernah hilang atau menjadi tua karena usia yang semakin menua.

Pada dasarnya wanita tercipta adalah cantik. Aku mulai belajar memahaminya, ketika di lingkungan sekitarku ada beberapa suami yang menurutku atau bahkan orang lain juga berpendapat sama denganku bahwa secara fisik tampan, tapi istrinya hanya biasa saja. Tidak sekali ini saja. Penampilannya juga tidak masuk pastinya dalam kriteria wanita bagi pria di zaman sekarang.

Bahkan wanita yang secara fisik memiliki cacat fisik saja bisa dipilih oleh seorang lelaki yang secara normal memiliki fisik yang sempurna. Dalam hati aku mulai berpikir. Berarti tidak semua kaum pria di luar sana memilih istri hanya dilihat dari penampilan atau fisik saja. Secara tidak langsung aku termotivasi, jika suatu saat nanti pasti ada seseorang yang menemukanku dari Tuhan. Yang tidak hanya melihat fisikku saja ketika mempertimbangkanku menjadi istrinya.

Sebagai penutup tulisanku ini ada kutipan dari Dian Sastrowardoyo yang menjadi motivasiku untuk tetap optimis ditengah persaingan dunia yang begitu tak adil sepertinya. "Beauty attitude yang membuat wanita cantik, karena kecantikan tidak dalam satu sisi. Tidak hanya fisik yang dilihat, lebih cantik kalau punya attitude, lebih kena dihati. Lebih ada andil positifnya".

Tetaplah terus memantaskan diri sembari berkarya sampai waktu yang tepat pada akhirnya nanti. Meskipun dengan pertanyaaan kapan nikah yang tiada hentinya, seiring banyaknya undangan yang datang hampir setiap minggunya pula.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya