Tak ada pernyataan paling tepat untuk menggambarkan apa itu jatuh cinta, selain repetisi-repetisi tengik menjenuhkan bagi sebagian orang, namun pengecualian bagi mereka yang sedang jatuh-jatuhnya


Bukankah begitu? Jatuh cinta adalah kumpulan dari berbagai pengecualian dan hal-hal yang memang sederhana dan begitu sepele, seperti obrolan basa-basi menjelang tidur tengah malam dan do’a yang diam-diam saling dipanjatkan pada semesta


Advertisement

Dulu, saya mendefinisikan jatuh cinta adalah mereka yang selalu bergandengan tangan seusai keluar dari pintu-pintu bioskop, atau mungkin mereka yang selalu sigap menyodorkan tisu untuk mengelap mulut pasangannya yang belepotan terkena sisa-sisa kuah bakso.


Adakah yang lebih sederhana dari jatuh cinta? saya kira tidak.


Belakangan ini saya banyak belajar tentang mengapa jatuh cinta itu sebuah hal yang kodratnya memang sederhana dan biasa-biasa saja seperti lagunya Efek Rumah Kaca. Jika memang jatuh cinta harus melulu tentang bagaimana bertindak secara romantis, barangkali saya tak akan pernah layak untuk menjatuhkan diri kepada perempuan kesayangan saya. Karena saya lebih suka ngobrol basa-basi tidak penting dengannya daripada harus membahas bagaimana besok kita merayakan hari jadi yang lazimnya dirayakan macam pasangan-pasangan gaul jaman sekarang.

Advertisement

Tapi jangan salah sangka ngobrol basa-basi kita itu tidak berfaedah, ya meski kadang-kadang juga nirfaedah, seperti waktu kita menghabiskan waktu setengah jam untuk berdebat dan membahas gosip yang sedang hangat beredar, pun di waktu luang saya dan dia juga sering membahas topik-topik tak masuk akal yang barangkali kurang kerjaan jika dilihat manusia-manusia lain, seperti misalnya bagaimana kita bercita-cita mendamaikan timur tengah, atau mengapa api militansi di tripoli tak pernah padam, atau mungkin juga perihal bagaimana Revolusi Ukraina berlangsung sepanjang tahun 2013 sampai 2014 lalu.

Kadang juga saya meributkan bagaimana dia harus berpenampilan sehari-harinya saat berjalan dengan saya, bagaimana caranya duduk saat kita makan di angkringan, bagaimana caranya tertawa lepas sambil menggebrak meja setelah melihat hal-hal receh, bagaimana dia lupa mengambil bekas sawi yang menempel pada behelnya setelah makan lotek, dan masih banyak lagi hal-hal yang diluar pikiran orang kebanyakan.


Bukankah begitu? Jatuh cinta adalah repetisi repetisi tengik yang tak pernah membosankan, dan jatuh cinta adalah pengecualian.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya