Katanya, segala sesuatunya diciptakan dengan berpasang-pasangan. Cowok-cewek, kanan-kiri, hingga siang dan malam. Tapi membicarakan pasangan, nyatanya itu belum terjadi padamu. Di usiamu yang sekarang, kamu belum juga menemukan orang yang tepat. Sementara lingkungan di sekitarmu hampir semua sudah menemukan pasangannya. Mulai dari kakak dan adikmu, hingga sepupu-sepupu yang di dekatmu . Kamu pun menjadi satu-satunya sosok yang masih berjuang sendiri, di tengah pasangan-pasangan yang ada di dalam keluarga.

Jika ditanya bagaimana rasanya, kamu tak bisa dengan jelas menjawabnya. Sebab rasanya kompleks sekali. Ada sedih, suka, hingga pernah merasa iri hati. Untukmu yang sampai sekarang masih belum punya pasangan sendiri, hal-hal di bawah ini pasti sudah akrab kamu temui.

1. Kamu jadi yang paling diandalkan saat anggota keluarga lain butuh bantuan. Alasannya, mumpung nggak ada kerjaan dan belum punya pacar ~

Di dalam keluarga, mau tak mau kamu menjadi single fighter. Meski ada anggota keluarga yang lain, rasanya tetap saja kamu selalu sendirian. Kesendirianmu ini malah seperti dimanfaatkan oleh mereka. Kamu jadi satu-satunya orang yang diandalkan jika ada yang butuh bantuan. Seperti saat beras habis, kamu yang disuruh ibu untuk pagi-pagi ke pasar. Ibu tak tega jika menyuruh kakak atau adikmu karena mereka sudah punya anak. Tidak adil memang, tapi apa boleh buat.

2. Kadang ada rasa iri saat melihat semua orang sibuk dengan pasangannya, sementara kamu hanya bisa mengamati mereka.

Lebaran atau hari raya yang lain, selalu jadi momen yang ditunggu banyak orang. Sementara kamu justru merasa sedikit tertekan saat ada momen kumpul keluarga. Bukannya tak suka bertemu, berkumpul dan berbagi cerita serta canda dengan saudara-saudara. Tapi kamu hanya tidak ingin merasa iri lagi saat melihat mereka yang sudah punya pasangan justru sibuk masing-masing.

3. Paling males kalau sudah ditanya kapan nikah. Lah punya pacar aja belum, sudah disuruh ke pelaminan.

Pertanyaan abadi seperti kapan nikah atau kapan menyusul kakak sudah biasa kamu hadapi. Telingamu pun sudah akrab dan tak panas lagi. Perihal jawaban, kamu sudah punya template dari jauh-jauh hari. Jadi kamu bisa tetap bisa menjawab tanpa adanya rasa malu ataupun ragu. Kadang kamu tak habis pikir juga sih sama saudara yang menanyakan kapan nikah. Pacar saja belum punya, mereka sudah gatal menanyakan kapan kamu mau nikah.

4. Jadi bahan ledekan karena masih belum punya pasangan. Jiwa dan ragamu sudah kebal dengan segala omongan.

Kamu memang masih belum punya pasangan sendiri, di tengah para sepupu sebaya yang sudah gendong anak masing-masing. Aslinya, kamu selow, bahkan sudah mulai terbiasa mendengar kesendirianmu dijadikan bahan candaan mereka. Bahkan kamu juga sampai ikut tertawa mendengarkan ledekan receh mereka tentang kamu dan kesendirianmu ini.


Sendal jepit aja punya pasangan, Rin. ~


5. Nggak hanya orang dewasa yang meledekmu karena masih sendirian, tapi juga para keponakan.

Kalau ledekan para sepupu yang sebaya denganmu, memang masih bisa kamu tahan bahkan biasa didengarkan. Namun kali ini kamu terpaksa harus merasakan miris yang tak terkira. Nggak hanya sepupu sebayamu aja yang meledekmu, tapi sekarang para keponakanmu juga ikut-ikutan. Meski candaan mereka hanya sederhana, tapi kalau terus-terusan didengar, kamu terlihat menyedihkan juga.


Tante, pas ulang tahunku besok, bawa pacarnya ya? Kan tahun lalu tante udah datang sendirian. ~


6. Kamu harus pasrah saat dibandingkan dengan kakak atau adikmu yang sudah menikah. Momen ini yang kadang buatmu gerah.

Cobaanmu menjadi satu-satunya yang belum punya pasangan tak berhenti begitu saja. Kamu harus pasrah saat dibanding-bandingkan dengan kakak atau adikmu yang sudah duluan menikah. Meski dibandingkan dengan kakak atau adikmu, kamu tetap saja gerah. Sebab kamu serta kakak atau adikmu memang berbeda. Jadi nggak seimbang kalau dibandingkan. Apalagi kalau dibandingkan urusan asmaranya.

7. Para sepupu sampai bertanya yang macam-macam kepadamu. Mereka khawatir ada sesuatu yang terjadi tapi enggan kamu bagi.

Saat kumpul keluarga itu, kamu beberapa kali disidang oleh para sepupu sebayamu. Mereka sampai bertanya hal yang macam-macam tentang dirimu. Mereka khawatir kalau ada sesuatu yang tidak beres terjadi padamu. Meski pertanyaan mereka dibalut dalam nada yang tak terlalu serius, tapi tetap saja mengusik kenyamanmu.


Rin, lu masih doyan cowok ‘kan?


8. Di balik keresahan ayah, ibu, kakak serta adikmu, kamu justru merasa selow dengan kesendirianmu.

Jika dilihat lagi, meskipun belum punya pasangan, hidupmu tak terlalu menyedihkan. Kamu masih bisa menikmati hidupmu sendiri. Kamu bahkan bisa sepenuhnya fokus meniti karir, di saat yang lain bingung memilih antara karir atau keluarga kecilnya. Namun anggota keluargamu yang lain tampaknya resah melihat kesendiriamu ini, padahal jauh di lubuk hati, kamu selow aja menjalani hidup ini, meski rasa iri kadang menghampiri.

Meski banyak tantangan yang harus dihadapi saat masih sendiri, tapi paling tidak kamu bisa memantaskan dirimu terlebih dahulu. Daripada punya pasangan tapi hanya untuk diakui lingkungan, bukankah hal tersebut lebih menyedihkan? Kalau memang sudah waktunya, pasanganmu pasti akan datang. Kamu hanya butuh lebih bersabar lagi saja.