Film ini diangkat dari kisah nyata seorang pemain baseball legendaris berkulit hitam. Setelah perang dunia ke 2 berakhir, di Amerika masih terdapat peraturan tidak tertulis untuk membedakan seseorang dari wana kulitnya. Lalu ada apa dengan 42? 42 adalah nomor punggung seorang pemain baseball berkulit hitam, Jack Roosevelt Robinson , atau Jackie Robinson dan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang bermain di Major League Baseball tahun 1947.

Berawal dari ide yang dicetuskan oleh seorang pria tua berkulit putih, Branch Rickey yang merupakan pemiliki klub baseball Brooklyn Dodgers, menginginkan klub baseballnya bisa melaju ke World Series dan menghancurkan dinding pembatas antara orang berkulit hitam dan putih.

Advertisement

Dia berharap setelah Jackie aka nada orang negro lainnya yang bisa bermain bersama klub berkulit putih ini. Gagasan itu sempat ditertawakan oleh rekan-rekan dan media, namun Rickey tetap yakin dengan keputusan yang diambilnya.

“Dollars aren't black and white, they're green." (Branch Rickey)

Sebelum debutnya bersama klub Brooklyn Dodgers, Jackie bergabung dengan Montreal Royals untuk menguji kemampuannya. Meskipun banyak mendapat penolakan dari penonton dilapangan, Jackie berhasil membuktikan kemampuannya bersama Montreal Royals dan berhasil menjadi anggota tim Dodgers.

Advertisement

Kamu menginginkan pemain yang tidak punya keberanian untuk membalas?”. (Jackie Robinson)

“Bukan. Bukan seperti itu yang aku inginkan. Aku menginginkan seorang pemain yang mempunyai keberanian untuk TIDAK MEMBALAS. Mereka tidak akan menyukai ini. Mereka akan melakukan apa saja untuk membuatmu bereaksi. Mereka mengharapkan balasan makian dengan makian, pukulan dengan pukulan,”(Branch Rickey)

Sebelum kedatangannya ke tim Dodgers, seluruh pemain di tim Dodgers membuat petisi untuk menolak bermain bersama Jack. Namun sang manajer berhasil membuat sebagian pemain menarik kembali petisi tersebut. Perjuangan Jackie belum selesai, dilapangan dia sering mendapat hinaan dari pemain dan tim lawannya, terutama makian sang manajer tim Phillies yang sangat menganggu konsentrasinya bermain dilapangan.

Bahkan dia juga sempat menerima lemparan bola yang sangat keras dan mengenai kepalanya dari seorang pitcher. Tak hanya itu, kakinya pernah harus menerima jahitan karena tindakan seorang pemain yang sengaja menginjak kakinya.

Namun, Perlahan Jackie mampu bermain dengan baik dibawah tekanan orang-orang yang tidak menginginkannya berada di lapangan dan meluluhkan hati mereka. Pada akhirnya, Jackie berhasil membawa Dodgers ke World Series pada tahun 1955 dan masuk dalam daftar National Baseball Hall of Fame pada 1962.

Setiap tahunnya dibulan april, semua pemain Major League Baseball memakai seragam dengan nomor punggung 42 untuk memperingati pencapaian Jackie Robinson sebagai pemain legendaris Amerika.

Dari seorang Jackie Robinson kita bisa belajar bagaimana berani untuk tidak membalas setiap perlakuan buruk yang datang kepadanya dan terus berjalan dijalan yang sudah dipilihnya. Tentu tidak mudah untuk berada dlingkungan baru yang penuh dengan penolakan.

Ketika begitu banyak orang yang ingin dia keluar dari lapangan, bahkan dijuluki stupid monkey, Jack harus menahan segala amarah yang siap meledak. Jika pada saat itu dia membalasnya dengan kekerasan, semua orang pasti akan menyalahkannya.

Inilah tahap pertama yang harus dilalui ketika seseorang memiliki mimpi besar. Ujian mental, Tahap yang paling dasar untuk mengontrol diri dan bisa menghentikan siapapun yang tidak bisa melaluinya, meskipun kamu memiliki bakat yang hebat.

Sama halnya pada saat Jackie harus menerima kakinya dilukai, teman-temannya berencana melakukan pukulan yang akan mengenai kepala lawan yang mencederai kakinya, namun Jack hanya minta untuk membuat dia “out”.

Hidup memang tidak mudah. Untuk mendapatkan sesuatu yang besar, kita harus membayarnya. Bagaikan sebuah bola, semakin keras dibanting, semakin tinggi melambung. Begitu juga dengan impian, semakin banyak penolakan yang kamu terima, berarti mimpi kamu patut untuk diperjuangkan.

Tugas kita hanya bertahan dan berjalan dijalan yang kita inginkan, walaupun dijalan tersebut selalu ada kerikil dan duri yang akan melukai. Dalam dunia nyata saja kita bisa melihat, pemandangan yang indah itu adanya ditempat yang tidak semua orang mampu melaluinya.

Memaksa mereka untuk mendaki, jalanan yang licin, menyelam, yang dapat merenggut nyawa mereka kapan saja. Tapi karena keinginan untuk mendapatkan gambar yang bagus dan bisa membuat siapa saja kagum jika melihatnya, mereka berani melakukannya.

Hidup itu bagaikan drama, selalu berakhir dengan bahagia. Walaupun ditengah-tengahnya banyak tantangan yang harus dihadapi. Jika belum bahagia, berarti itu belum berakhir. Dan mereka yang membenci pada akhirnya akan bungkam ketika impianmu tercapai, karena yang mereka butuhkan hanya pembuktian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya