Rindu ini terus mengekang diriku. Bahkan detik berganti menit, tetap saja dia memasuki ragaku. Memenuhi segala pikiranku. Ah, tak kusangka kini aku merindukan dirimu. Aku pun kini terjerembab dalam bangunan tanpa pintu keluar. Tak kusadari, munculah sosok bayangan itu. Ternyata bayangan itu adalah kamu, iya kamu yang ku rindukan. Sekali lagi aku bertanya dalam hatiku, "mengapa diriku terlalu terobsesi untuk merindukan dirimu?" Bayangan itu menjawab "karena hatimu kini telah berpaling padaku. Karena kamu telah masuk kedalam ceritaku, memoriku. Hingga kamu terjebak dalam bangunan yang disebut rindu itu". Aku terdiam setelah mendengar sosokmu itu berbicara. Pernah ku dengar suatu kalimat yang mengatakan.

"Jika kau merindukan seseorang, pandanglah langit itu. Walau tak semua rasa rindu itu terlepas dari jiwamu, setidaknya sebagian kini telah pergi terbang. Kau tahu ? Sejauh apapun jarak itu, entah di waktu siang ataupun malam, alasannya untuk memandang langit adalah karena langit akan selalu mempertemuka kita. Mereka akan mengulas dan mengukir wajah seseorang yang kita rindukan"

Advertisement

Aku termenung dalam bangunan tanpa ruang itu, hatiku bertanya-tanya. "Apa dibalik semua dari kata rindu itu?" Bayangan itu datang dan berkata "Kau kan mengerti apa makna dari kata yang berjumlah 5 huruf itu" Kini hitungan jam telah berlalu dan memulai hari baru. Kupahami makna 1 kata 5 huruf itu.

Bukan kamu yang merasakan maknanya. Namun di balik semua itu, semuanya akan terungkap sendiri tanpa kamu ketahui. Di sana banyak sepersekian maknanya merindukan seseorang. Dan kamu akan mengetahuinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya