Hari demi hari negeri ini mulai goyah, kehilangan jati dirinya. Budaya yang selama ini dielu-elukan hanya sebatas ucapan. Dimanakah Indonesia yang katanya penuh kehangatan? Dimanakah Indonesia yang katanya penuh keramahan? Sekarang yang saya tahu, negeri ini dipenuhi kebencian. Masyarakatnya sudah tak lagi hangat dan ramah. Sungguh disayangkan, negeri yang indah ini harus dipenuhi dengan orang-orang yang saling membenci.

Banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan harus terjadi di negeri ini. Belum lama ini adalah kasus bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya dan penyerangan di markas POLISI. Kenapa kejadian seperti itu harus terus terjadi di Indonesia? Apakah hanya karena perbedaan kemudian para pelaku tega melakukan hal keji tersebut? Bayangkan betapa sedihnya para pejuang jika mengetahui tanah yang beliau perjuangkan dengan penuh pengorbanan berakhir dengan kejadian semacam itu. Apakah kita tidak malu? Perjuangan para pahlawan seolah tak ada artinya. Sama sekali tidak kita hargai.

Advertisement

Tetapi nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tidak akan dapat dirubah. Tidak ada gunanya mencaci maki para pelaku. Tidak ada gunanya saling menyalahkan, para korban pun tidak akan kembali karena cacian kita kepada para pelaku, yang harus kita lakukan adalah berbenah diri. Lewat peristiwa ini, seharusnya kita dapat mengambil sebuah pelajaran dan kita jadikan peristiwa tersebut sebagai alat pengkokoh rasa persatuan Indonesia.

Para pendiri bangsa sebenarnya sudah menyiapkan solusi untuk berbagai masalah yang ada di negeri ini melalui Pancasila. Karena di dalam Pancasila terkandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia sejak jaman dahulu. Sayangnya, Pancasila kini tidak begitu bermakna di kehidupan masyarakat Indonesia. Entah kemana hilangnya Pancasila ini dihati para masyarakat. Mereka menganggap sepele lima sila tersebut. Ada yang salah tentunya dengan cara kita memaknai Pancasila. Pancasila bukan hanya omongan belaka. Pancasila adalah pedoman hidup. Artinya kehidupan kita setiap harinya tidak boleh lepas dari Pancasila.

Jika masyarakat Indonesia tidak mau mengamalkan pedoman hidup mereka yaitu Pancasila, maka munculah berbagai masalah di masyarakat dikarenakan sifat kita yang sudah melenceng jauh dari nilai-nilai Pancasila. Kita harus bisa meresapi setiap nilai yang ada di dalam Pancasila. Permasalahannya adalah masyarakat sekarang sudah terlalu lama dibiarkan untuk tidak memahami Pancasila.

Advertisement

Jangankan memahami, untuk menghafalnya saja banyak yang tidak bisa. Harus ada gebrakkan untuk membumikan Pancasila di negeri ini. Ada banyak cara untuk membuat masyarakat sadar akan pentingnya memaknai dan mengamalkan Pancasila. Harus ada perubahan dalam mengenalkan Pancasila kepada masyarakat yang mayoritas sekarang adalah generasi milenial.

Setiap pemuda yang dulu pernah duduk dibangku sekolah sebagian besar mempunyai kesan yang tidak baik dengan Pancasila. Pancasila yang dijadikan salah satu mata pelajaran di sekolah ini dicap sebagai pelajaran yang tidak menarik, tidak penting dan penuh dengan hafalan sehingga sangat membosankan. Karena kesan yang didapat di sekolah itu akhirnya terbawa ke kehidupan sehari-hari bahwa Pancasila itu tidak penting dan membosankan sehingga mereka enggan untuk mengamalkannya.

Para tenaga pendidik harus bisa memutar otak agar dapat membuat Pancasila memiliki kesan yang baik kepada murid-muridnya, sehingga mereka mau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya menuntut siswa untuk sekedar menghafal sehingga memperoleh nilai yang bagus.

Tokoh agama juga memiliki peran yang sangat penting dalam penyebaran nilai-nilai Pancasila. Apalagi isu yang sekarang sering diperbincangkan dan diperdebatkan adalah permasalahan agama. Jika tokoh agama dapat mengajarkan nilai Pancasila salah satunya adalah toleransi terhadap perbedaan, maka peristiwa seperti terorisme tidak akan terjadi. Indonesia memang penuh perbedaan. Tetapi jika kita dapat menerima perbedaan yang ada kita akan menjadi negara yang hebat. Bukankah perbedaanlah yang membuat kehidupan menjadi berwarna?

Peran keluarga juga sangat penting dalam membentuk pribadi yang cinta akan Pancasila. Setiap orangtua adalah guru bagi anak-anaknya. Anak-anak harus dilatih sedini mungkin untuk menerapkan nilai-nilai yang ada di Pancasila. Sehingga ketika mereka membaur dengan masyarakat, mereka akan memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap berbagai perbedaan, saling mengasihi satu sama lain, dan tidak merenggut hak-hak orang lain.

Sangat disayangkan bahwa pada kasus bom bunuh diri di 3 Gereja di Surabaya, pelakunya berasal dari satu keluarga. Kejadian ini terjadi karena pelaku telah menanamkan nilai-nilai radikalisme sejak anak-anaknya masih kecil. Anak-anak yang kelak dapat menjadi generasi penerus bangsa, terpaksa harus mengakhiri hidupnya karena hasutan orangtuanya yang tidak bisa menerima perbedaan.

Derasnya arus pertukaran informasi dapat menjadi hambatan sekaligus peluang untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila. Hampir semua orang di Indonesia adalah pengguna internet. Namun, tidak semua orang dapat menggunakannya dengan baik. Contohnya saja adalah sosial media yang seharusnya menjadi tempat untuk mempermudah komunikasi malah berakhir menjadi tempat untuk mengumbar kebencian.

Mulai dari komentar-komentar yang tidak sepantasnya di publish di sosial media dan juga penyebaran berita yang bertujuan untuk memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Kini saatnya untuk merubah sosial media menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebagai pemecah belah bangsa. Stop isi sosial media dengan kebencian. Isi sosial media dengan hal-hal yang dapat meningkatkan kecintaan kita terhadap negeri ini. Jika kita mencintai negeri ini, maka sudah selayaknya kita juga mengamalkan sila-sila yang ada di Pancasila.

Pancasila memang mulai memudar. Tetapi, masih belum terlambat untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila di hati bangsa Indonesia. Perlu tekat kuat dan usaha lebih untuk mengembalikkan jati diri bangsa Indonesia seperti dahulu kala. Perlu ada kesadaran bersama akan pentingnya Pancasila. Pancasila bukan hanya sebagai hafalan wajib bagi warga negara Indonesia, tetapi Pancasila adalah pedoman hidup kita. Hayati dan amalkan Pancasila, maka kita akan hidup sejahtera bersama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya