Untuk kita para anak muda yang asik bersosialita, mencari pengakuan di balik sebuah cerita. Supaya dianggap lebih dimata orang lain. Sekarang semua orang bisa bercitra, bersembunyi di balik kalimat "terus apa urusanmu! Hidup saya ini".


Karna suci tak lagi putih, ribuan sanjungan tak bertanggung jawab asik terlontar.


Advertisement

Sekarang dimanakah rasa peduli tapi berakal? mengalihkan perhatian-perhatian besar, menutup semua sela dari sisa bahan obrolan dari sebuah media. Agar tak tercium keadaan buruk yang sebenarnya ada.

Untuk yang lalu, sudah terjadi, tak usah di ambil hati, meski banyak sayatan pedih menyata hati, sekarang runcingkan penyesalan sudah tak berguna. Gunakan waktumu yang tersisa untuk berbuat lebih baik lagi, agar tidak terbuang sia-sia.


Memecah belah menjadi jalan paling wah. Aku bilang dari sebelah sini, kalian sebelah sana! sama sama lemah dalam meneliti, tapi kuat untuk menghakimi.


Advertisement

Sekarang aku dan kalian sama sama siap meletakan semua peristiwa di ujung jari. hingga saat timbul sebuah tanya, kita siap saling hempas, melapaskan, bagai kupu-kupu baru menetas.

Begitulah kita, aku dan kalian selama kamu disebut hamba aku pun sama, selama kamu bertuan aku pun juga. Berlatih dari yang terjadi, belajar dari yang terlewat. Percayalah apa yang bermula sebagai ucap akan berakhir sebagai sebab.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya