Mungkin kamu sudah merasa jenuh dengan semua rangkaian kalimat sok puitis yang selalu ku lontarkan untukmu. Seringkali aku menuliskan perasaanku dalam rangkaian kata manis yang ku gambarkan kebahagiaan memilikimu. Percayalah, aku tak pernah semanis ini pada mantanku. Semua perubahan ini ku lakukan semenjak bersamamu. Bukan apa-apa hanya semenjak kamu datang untuk menyelamatkanku dari patah hati dimasa lalu itu, sepenuhnya aku telah mengagumimu. Aku mengagumi caramu untuk nekat berkenalan denganku. Caramu mendekatiku, hingga menuntunku untuk berjalan disisimu.

Kamu pasti tahu, aku sepenuhnya belajar dari masa laluku. Jadi aku tak akan pernah menjatuhkan hatiku dengan utuh pada sosokmu. Karena bagiku, masa lalu pahitku mengajarkan bahwa perkara mencintai memang tak perlu utuh. Karena aku masih memiliki ketakutan dan kekhawatiran akan menjadi wanita yang dikhianati lalu ditinggalkan dan sempurna dilupakan.

Advertisement

Maaf jika aku sering membuatmu malu karena caption gombal yang sering aku unggah di sosial media. Tapi percayalah aku tak pernah memiliki niat untuk sengaja pamer memilikimu. Hanya saja aku ingin membuktikan bahwa gadis yang dulu dikenal rapuh ini, kini sudah berbahagia karena telah ditemukanmu yang jauh lebih tangguh. Sedikit saja, aku ingin berbagi kepada mereka yang terpuruk karena patah hati sepertiku dulu. Bahwa akan ada selalu sosok yang menggantikan setelah kita terlupakan. Bahwa kebahagiaan pasti datang setelah segala badai di masa lalu berhasil di terjang.

Tolong jangan pernah berpaling apalagi berniat untuk menjadi asing. Kamu pasti tahu, didunia ini banyak wanita yang siap merebutmu kapan saja dariku. Karena itu, agar kisah ini tetap utuh, bisakah kita menguatkan diri untuk tetap tangguh?

Aku masih ingin belajar memahamimu. Jadi, bisakah aku berharap padamu agar kamu juga tak segan untuk belajar memahamiku? Belajar memahami bahwa gadismu tak selalu seperti kriteria idamanmu. Bahwa aku hanya gadis yang juga bisa membuatmu kecewa dan marah. Semoga saja kamu selalu bisa menjadi kuat dan senantiasa memeluk kisah kita dalam doa yang hangat.

Advertisement

Aku tahu, kamu bukan pria yang selalu bersikap manis dan memaniskanku seperti lakon di drama Korea. Seringkali kamu juga bersikap menyebalkan, tapi aku bersyukur karena kuatmu yang tak pernah meninggalkan. Begitupun saat aku membutuhkanmu. Dan kamu tak sepenuhnya selalu disisiku. Bahkan saat aku hanya menjadi nomor yang kesekian karena sibuknya pekerjaanmu. Tapi aku tahu, segala jerih payah yang sedang kamu usahakan adalah untuk kebaikan dan masa depan bersama.

Untukmu, pria tangguh. Terimakasih karena telah memilihku. Semoga kali ini takdir benar-benar berpihak pada kita. Dalam semua suasana hati, semoga kita tetap bisa jatuh dan mencinta sepanjang hari.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya