Sore ini, aku duduk di depan tempat tinggalku.. kebetulan aku anak rantau di salah satu provinsi di Sulawesi Selatan dan sebagai mahasiswa berasrama. Entah kenapa, hari ini aku sangat ingin sendiri. Bercerita dalam hati dan ingin menangis. Duduk termenung mendengar lantunan ayat suci Al Qur'an untuk menunggu waktu berbuka di masjid yang tepat berada di depan asrama.

Menatap lamat ke langit dengan dihiasi pohon dengan dahan-dahan yang mengering. Tampak layu dan tidak mempunyai gairah tapi tetap elok dipandang. Yah, pastinya tidak semua orang yang menganggap demikan, kan? Termasuk pihak yang lagi membaca ini, ada yang menganggapnya hanya mengotori halaman, ada yang ketakutan bila nanti tiba-tiba rubuh, dan kekahawatiran lainnya.

Advertisement

Dalam lamunanku, terbuyar melihat dihujung sana tepatnya di depan masjid ada seorang anak kecil, berpakaian tidak begitu rapih. Kalau boleh aku tebak mungkin saja dia adalah tukang parkir cilik. Bukan tukang parkir yang membuat terkagum, tapi pria yang berjalan dalam gendengannya yang bikin terkagum. Dia sedang menggandeng seseorang sambil dengan sabar menunjukkan jalan. Sekilas saya melihat dari jauh, sepertinya anak itu mencoba menyuruh seseorang yang digandengnya untuk melewati pintu masjid perempuan.

Dan tiba-tiba berpindah ke pintu masuk khusus laki-laki. Mungkin orang itu mengatakan padanya kalau bukan pintu ini yang biasa dia lalui. Setelah mengantar seseorang tersebut, ia berlari lalu entah kemana. Perhatianku tetap pada seseorang yang anak kecil tolong tersebut. Membawa keranjang biru, dengan tongkat ditangannya 😣 Yah.. beliau buta tapi tak pernah lelah berjalan menuju masjid.

Kenapa beliau membawa keranjang biru? Beliau menjual beberapa jenis keripik dengan beraneka rasa. Banyak yang iba melihatnya. Ada yang sekedar iba, ada juga yang memborong habis keripik itu untuk dibagikan kepada jamaah masjid yang lain.

Advertisement

Sejenak aku berpikir.. Betapa anehnya dunia ini, entah dunianya yang aneh atau makhluk yang di dalamnya. Allah menciptakan begitu banyak keanekaragaman dalam setiap insan yang diciptakannya. Ada yang terlahir begitu sempurna (Kaya, Cantik, dll tapi lupa akan asalnya), ada pula yang terlahir kurang beruntung seperti bapak tadi. Ini letak keanehannya, orang yang begitu sempurna diciptakan malah lupa mengucapkan Alhamdulillahirabbil'alamin padahal itu letak awal untuk membuka sebuah Al-Qur'an. Justru sebaliknya orang-orang yang berkekurangan fisik maupun rohani selalu ingat Allah.

Mungkin hari ini, adalah pelajaran bagaimana seharusnya aku bersyukur dengan segala yang ada. Story 2: Karena tidak begitu banyak kerjaan selepas sholat terawih. Aku iseng membuka Instagram dan membuka Instastory bunda Dewi Sandra😍 Beliau membagikan sebuah video bertajuk Bicara Melalui Tahmid kalau tidak salah bertuliskan nama Surya Sahetapy.

Sifat penasaranku membaca "bicara dengan tahmid" membuatku bertanya-tanya. Akhirnya aku mengklik swipe untuk melihat selengkapnya. Subhanallah, ada pelajaran yang bagus sekali yang aku dapatkan. Surya sahetapy adalah putra seorang penyanyi legend wanita Dewi Yull.

Aku pernah dengar, putra Dewi Yull yang kurang beruntung memperoleh prestasi yang luar biasa di luar negeri. Kalau tidak salah beritanya bersalaman atau diundang sama Ratu Elisabeth🤔kalau aku tidak lupa. Setelah menonton vlog-nya ternyata Subhanallah. Aku selama 22 menjelang 23 tahun sudah sangat dan sangat sering mendengarkan melafadzkan bahkan terjemahannya pun aku tahu tapi bisa dibilang belum saya amalkan dan resapi apa maksud dari setiap deretan kata di surah Al-fatihah.

Surya Sahetapy adalah seorang Tuna Rungu, awalnya juga susah berbicara. Dulu beliau pernah menempuh jalur pendidikan melalu sekolah khatolik. Untuk agamapun beliau belum tahu. Akhirnya suatu ketika waktu SMP sang bunda memasukkan ke sekolah normal karena keinginannya yang kuat dalan bersosialisasi sebagaimana orang normal lainnya.

Seiring berjalannya waktu beliau merasa tidak begitu nyambung dengan apa yang dipelajari. Kadang teman-temannya berbicara dengan kadang dia tidak memahaminya. Dia ingin kembali kesekolahnya yang dulu, tapi sang bunda melarang. Akhirnya, hidayah Allah datang, Dia bergabung dengan konunitas tuli lainnya. Disana dia melihat beberapa temannya sholat dan dia mulai bertanya-tanya mengenai sholat. Jawaban mereka cukup mencengangkan.

Kami sholat, tapi kami tidak pernah tahu bagaimana sesungguhnya bacaan sholat. Astaghfirullahaladzim. Apa pekerjaan kita yang masih normal ini?

Dia mulai mencari tahu sendiri dan menemukan sebuah surah awal dalam Al-Qur'an yakni Al Fatihah. Hanya dengan Alhamdulillahirabbil'alamin bisa merubah hidupnya😢😢 Tonton selengkapnya di Youtube Surya Sahetapy.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya