Sulit memang untuk menghindari stres. Kecuali jika kamu memang benar-benar terbebas dari rasa marah, khawatir, atau segala sesuatu yang menyebabkan tekanan dalam kehidupanmu. Manajemen stress bukan tentang bagaimana menghindari stress, tapi belajar untuk mengelola bagaimana dampak dari stress tersebut agar tidak berulang.

Ada beberapa penyebab yang dapat mengundang datangnya stress maupun kegalauan terhadap hidup seseorang. Penyebab yang pertama adalah persepsi atau bagaimana kamu memandang terhadap suatu masalah atau tekanan yang menghampirimu. Mereka yang mudah terkena stress pada umumnya adalah orang-orang yang pesimistis, pengeluh, dan selalu mengeluarkan pandangan negative terhadap apa yang dia hadapi dan rasakan. kata-kata seperti “tidak mungkin”, “aku menyerah”, “bagaimana ini, pasti aku akan dimarahi?”, merupakan makanan yang membuat kita rentan terkena stress. Maka untuk memanagenya, kamu harus berlatih untuk berpikir dengan berorientasi kedepan. Toh masalah apapun yang kamu hadapi, nanti ataupun besok juga akan mengecil, asalkan kamu berani menghadapinya. Karena melarikan diri hanya kan mengundang masalah baru dalam hidupmu.

Advertisement

Penyebab kedua adalah kurangnya olahraga. Kurangnya olahraga dapat menyebabkan otak sulit teroganisir sehingga mudah menyebabkan kegelisahan dan mengganggu fungsi otak. Bisa jadi ini juga salah satu penyebab kamu sulit menemukan jawaban terhadap masalah yang kamu hadapi. saraf-saraf menjadi tegang dan membuatmu mudah terpancing emosi. Membangun kebiasaan berolahraga secara rutin dapat membantumu memperlancar aliran darah ke otak sehingga kamu mudah terhindar dari segala sesuatu yang mengebabkan kegelisahan. Selain itu, olahraga juga bisa menjadi obat anti depresan dan membuat hidupmu lebih bahagia.

Penyebab yang ketiga adalah tingkat spiritualitas. Pada umumnya mereka yang jauh dari Tuhannya sangat mudah stress. Kenapa? Karena setiap masalah yang dihadapi hanya tersimpan dalam pikirannya, apalagi jika ditambah orang yang menjadi sasaran curhatan memberikan pandangan yang tidak sesuai yang diharapkan. Sebaliknya, mereka yang dekat dengan Tuhannya, punya tempat untuk curhat dan berkeluh kesah. Pasti beda rasanya curhat dengan manusia dan curhat dengan Sang Pencipta. Bagaikan seorang guru yang memberikan ujian kepada muridnya, pasti soal yang diberikan, sudah dipersiapkan jawabannya terlebih dahulu. Begitu juga dengan Tuhan. Dia yang memberikan ujian, Dia juga yang akan memberikan jawabannya. Dan orang-orang sukses pada umumnya selalu menyertakan Tuhan dalam setiap detik kehidupannya. So, curhatlah dan berkeluh kesah pada-Nya.

Penyebab yang keempat adalah kesulitan untuk memutuskan sesuatu. Ketika kamu lulus sekolah, kamu bingung harus melanjutkan kemana. Perbedaan pendapat antara anak dan orangtua bisanya sering terjadi. Kamu ingin ke kiri, tapi orangtua menyuruhmu ke kanan. Hal ini terkadang dapat menimbulkan konflik antara orangtua dan anak. Orangtua bukan bermaksud untuk mengedepankan ego mereka. Tapi karena mereka sudah duluan merasakan gimana asam manis kehidupan, jadi tidak salah dong jika mereka mengkhawatirkanmu. Tugasmu adalah bagaimana meyakinkan mereka, karena orangtua hanya membutuhkan bukti bahwa keputusanmu bisa membuatmu bahagia. Dirimu adalah orang yang bertanggung jawab atas bakat, masa depan, dan keputusanmu. Jika kamu menginginkan ke kiri, buktikan bahwa kamu mampu melakukannya. Karena yang akan menerima seluruh resikonya adalah dirimu sendiri. So, jika ingin perahu masa depanmu mengarah kearah yang kamu inginkan, buktikan bahwa kamu mampu mengendalikannya.

Advertisement

Penyebab yang terakhir adalah tidur yang kurang cukup. Meskipun sederhana, tidur berperan penting dalam mempengaruhi suasana hati. Kita bisa lihat ketika siang hingga malam orang sangat rentan untuk marah. Tapi ketika pagi, moodnya kembali normal. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki waktu tidur sekitar 4,5 jam dalam seminggu sangat mudah mengalami kelelahan mental.

Stress memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita. Namun kita masih bisa mengontrolnya agar tidak menganggu langkah kehidupan kita. Hidup terlalu singkat untuk terus berlarut dalam kegelisahan, kesedihan, dan kecemasan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya