Apa kamu mahasiswa tingkat akhir yang sedang menempuh skripsi? Atau mungkin kamu mahasiswa yang baru lulus kuliah? Atau mungkin kamu adalah pejuang pekerjaan yang telah lulus? Kalau kamu adalah pejuang pekerjaan yang baru lulus kita sama. Ya itulah status baru yang kusandang beberapa bulan terakhir.

Masih ingatkah bagaimana perjuanganmu menyelesaikan skripsi yang terkadang penuh godaan untuk dilepaskan? Masih ingatkah bagaimana rasanya ketika kamu merasa paling bodoh ketika skripsimu tak kunjung di acc dan teman-temanmu sudah mulai ujian? Tenanglah, pada kenyataannya kamu juga lulus, hanya waktu tempuh yang membedakan. Dan ketika kamu sudah ujian skripsi dan lolos dari jebakan revisi, maka kuucapkan, "Welcome to the real wordl!" dimana akan semakin banyak orang yang membicarakanmu. Terlebih tetangga sebelahmu bila kamu tinggal di kampung. Mau bagaimana lagi, begitulah hidup. Orang lain hanya tahu kamu diam di rumah padahal mereka tidak tahu apa usaha yang telah kamu lakukan selama ini. Mengapa bisa seperti itu? Apa mereka kurang kerjaan?

Advertisement

Bisa jadi, nyatanya mereka masih punya banyak waktu untuk membicarakanmu. Bilang kamu pengangguranlah, gak punya kerjaan, gak kasihan sama orang tualah, dan lain sebagainya. Dan karena hal itulah maka timbul teori di masyarakat, "Gak usahlah sekolah tinggi-tinggi, toh juga gak jadi apa-apa. Lihat tuh Mbak ini atau Mas itu, dikuliahin jauh-jauh nyatanya juga kerjaannya gitu". God! Kuliah bukan masalah nantinya bakal dapat perkerjaan yang baik dan mapan, kuliah itu tentang ilmu yang kita dapatkan. Dengan munculnya kalimat di atas sama saja dengan menunjukkan bahwa dia memiliki intelektualitas yang rendah. Karena pada kenyataannya kita kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan mapan, tapi untuk meningkatkan intelektualitas kita.

Ketika kamu lulus kuliah dan sudah wisuda, maka kamu benar-benar sudah dilepas oleh kampus, dan status pelajar atau mahasiswa yang ada di KTP harusnya sudah berubah karena faktanya kamu bukan lagi bagian dari pelajar maupun mahasiswa. Dan saat kamu belum mendapat pekerjaan juga, maka status pengangguranlah yang kamu sandang. Well, you're not the only one sih, semau fresh graduate juga begitu. Bukan maksud dia nggak mau mencari pekerjaan, tapi kenyataannya mencari pekerjaan tak semudah mencari sayur di pasar.

Bukannya lowongan pekerjaan banyak ya?

Advertisement

Banyak, tapi apa semua pekerjaan sesuai untuk kamu? Bukannya pemilih, tapi memilih pekerjaan yang layak dan tidak menyakiti kita adalah sebuah kewajiban. Kita tidak mungkin asal melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang telah kita tempuh, bunuh diri itu namanya.

Terus kamu selama ini ngapain aja?

Proses mencari kerja. Karena faktanya memang mencari kerja tidaklah semudah itu. Bahkan dengan pelamar yang sebegitu banyaknya belum tentu mampu memenuhi kualifikasi yang diinginkan perusahaan atau lembaga.

Percayalah kami juga bingung harus melakukan apa, kami juga ingin cepat menemukan pekerjaan. Puluhan surat lamaran sudah kami layangkan, dan mengharapkan respon dari mereka, tapi apa daya bila tak ada balasan yang hadir?

Kami juga pusing bila tidak dapat pekerjaan, jadi tolong sekali jangan menambah beban pikiran kami karena hal itu. Kalian hanya belum tahu bagaimana usaha yang kami lakukan, daripada menghujat lebih baik do'akan saja biar kami segera dapat pekerjaan. Dan kurangilah intensitas "lambe turah"nya, cari pekerjaan yang lebih berfaedah lagi ketimbang hanya membicarakan orang lain. Hal itu hanya akan membuat dirimu lelah dan suaramu jadi habis.

Bagi para fresh graduate, selamat dan sukses. Semoga disegerakan mendapatkan pekerjaan yang layak. Jangan pantang menyerah, terlebih karena omongan orang-orang yang tidak tahu bagaiman perjuanganmu.

Semangat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya