Mungkin sebagian orang atau bahkan kamu mengeluh. Waktu 24 jam itu rasanya tidak cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk.

Jangan salahkan waktu apalagi orang lain. Bisa jadi kamu sendiri yang salah. Salah untuk memprioritaskan.

Belajar mengatur waktu adalah belajar menentukan priortias. Kalau kamu jeli kamu bisa menilai apakah selama ini kamu produktif atau sekedar sibuk dengan rutinitas-ruitinas yang tiada habisnya.

Sibuk mungkin menghasilkan tapi tidak maksimal sedangkan produktif berarti menghasilkan yang
1.berkualitas
2.berdampak luas
3.memberi hasil panen
*salah satunya atau semuanya

Produktif tidak akan membuat kita sibuk, dan sibuk belum tentu produktif, bahkan sibuk bisa membuat kita tidak produktif.

Advertisement

Membuat skala prioritas

Untuk mengatur waktu agar efektif kamu bisa menentukan prioritas. Berikut tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk menentukan prioritas :
1. Urgent tapi tidak penting

Misalnya saja saat kamu diminta oleh atasan atau bos kamu untuk mengerjakan hal-hal yang sebetulnya tidak ada hubungannya dengan jobdesc atau pekerjaan utama kamu. Bagaimana mengakalinya?

Ada beberapa pilihan. Kamu bisa delegasikan atau minta waktu dan kesepakatan dengan bos atau atasan.

"Udah dikerjain?"

"belum bos"

"lah kenapa?"

"kan saya harus ngerjain ini dulu"

"oalah knapa gak bilang"

Gak ada salahnya kita mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Dan kalau pun tidak bisa, kita bisa negosiasi.

Terkadang hati nurani ini terusik tsaaahh, di kala ada sahabat kita yang meminta bantuan.

Bukannya egois tapi kita juga harus lihat kapasitas diri. Apakah kita mampu atau engga. Kalau tidak bisa, ya bilang saja enggak dengan cara baik. Dia akan paham kok.

Daripada kita mengiyakan tapi ketika teman kita nagih kita bilang "aduh maaf".

Jadi "perasaan gak enakan" ini yang perlu kita sikapi dengan bijak.

2. Tidak urgent tidak penting

Misalnya gosip-gosip perceraian selebriti, hal-hal yang tidak memberikan manfaat, rugi besar, bahkan malah dosa

3. Tidak urgent tapi penting

Contohnya refreshing, piknik, nonton film, bermain sosial meida, bermain games (seperlunya)

4. Urgent dan penting

Ya Ibadah, hal mendesak, tugas utama kita.

Skala prioritas tiap orang berbeda-beda. Apa yang urgent dan penting buat kamu bisa jadi tidak urgent atau penting buat orang lain

Saat Kita memasukan sebuah benda yang besar dan kecil ke dalam sebuah wadah. Kita dahulukan yang besar. Misalnya ada:
1. Batu besar
2. Batu kecil
3. Kerikil
4. Pasir

Jika kita mendahulukan yang kecil-kecil seperti pasir dan kerikil, batu-batu besar ini gak akan muat. Tapi ketika kita mendahulukan batu-batu besar. Kerikil-kerikil dan pasir ini bisa masuk.

Artinya kalau kita isi hidup kita dgn mendahulukan hal-hal sepele hal-hal kecil. Tidak urgent. Yang besar ini gak akan muat. Agenda terbesar kita. Impian terbesar kita malah terhambat.

Hidup kita habis dengan hal-hal kecil, video-video kucing, gosip-gosip selebriti, games, hobi yang kurang bermanfaat. Sementara kewajiban terabaikan.

Dahulukan yang besar. Baru yang kecil-kecil. Memilih yang penting sama pentingnya dengan tidak memilih yang tidak penting.