Dalam kehidupanmu, pastinya kamu memiliki seseorang atau beberapa orang yang paling kamu percaya untuk berbagi kesedihan dan kebahagiaan diantara banyak orang yang berada disekelilingmu. Tapi apa sih sebenarnya karakter dari sebuah persahabatan? Tanpa kita sadari, terkadang persahabatan itu hanyalah sebuah kata. Bahkan ada sebuah filosofi bahwa jika sebuah persahabatan itu sudah berlangsung selama 7 tahun, persahabatanmu akan bertahan lama. Namun filosofi itu hanya berlaku bagi sebagian orang dan bahkan hanya bagi satu pihak aja yang merasakannya.

Persahabatan itu prinsipnya sama seperti dalam sebuah relationship. Bukan Take and Give, tapi Give and Give. Terkadang tanpa disadari, kita telah menuntut terlalu banyak kepada sahabat kita. Tanpa memperhatikan apa yang sahabat kita butuhkan. Misalkan saja tiba-tiba dia tidak mengirimkan ucapan selamat pada hari spesialmu. Mulai deh datang pikiran negatif tanpa mempertimbangkan apa yang terjadi padanya. Bisa saja dia sengaja untuk membuat kejutan atau ada hal lainnya. Begitu juga ketika kamu marah ketika sahabatmu tidak menjengukmu, padahal kamu sendiri jarang menanyakan kabarnya. Sedangkan sahabatmu tidak pernah absen menanyakan kabarmu bahkan ketika satu hari saja kamu tidak muncul di sosmed.

Jangan jadikan sahabatmu sebagai ban serap dan pilihan terakhir yang dikeluarkan saat kamu mengalami masalah. Kamu hanya datang padanya ketika kamu butuh tempat sandaran disaat semua orang menjauh. Guys, meskipun sahabatmu selalu setia menanti dan menerimamu setiap saat, bukan berarti kamu menjadikannya sebagai pilihan terakhir. Dan ketika keadaanmu mulai membaik, kamu kembali keduniamu dan kembali mengabaikannya. Sahabatmu itu bukan tong sampah yang didatangi hanya untuk membuang kesedihan dan tidak ada namanya sahabat cadangan yang menjadi tempat pelarianmu.

Dalam persahabatan, tidak ada istilah mengumbar keburukan sahabatnya kepada orang lain ketika marahan atau kesal. Yang namanya perselisihan, merasa bosan, kesal, dst, itu udah biasa. Kamu pastinya juga tau, itulah yang namanya ujian apakah persahabatnmu layak untuk dipertahankan. Jika kamu mengalami hal-hal itu, ada baiknya menjauhkan diri sejenak daripada haru mengeluarkan semua emosi dan menceritakannya kepada orang lain. Memang tidak ada salahnya kamu curhat kepada orang lain, asalkan yang namanya keburukan tetap tertutup rapat seperti kamu menjaga keburukanmu sendiri. Karena belum tentu orang tersebut menanggapinya dengan baik.

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Kamu tidak berhak untuk memaksa sahabatmu mengikuti kemauanmu menekuni hal yang sama dan merasa lebih baik darinya. Atau ketika sahabatmu memiliki kebiasaan buruk, kamu mungkin bisa memaksanya untuk langsung berhenti dari kebiasaan itu. Karena setiap orang akan mengalami yang namanya proses tahap demi tahap. Jika kamu bersungguh sungguh ingin mengubah kebiasaan buruknya, kamu juga haris bersabar untuk menemaninya melewati proses itu.

Advertisement

Yang namanya manusia memang tidak ada yang sempurna. Pasti selalu ada celah-celah kekurangannya. Ketika sahabatmu melakukan kesalahan, kamu wajib menegurnya.  Karena Persahabatan itu ada untuk saling melengkapi satu sama lain dan saling berbagi. bukan hanya datang ketika semua orang meninggalkanmu dan pergi ketika kamu memiliki kebahagiaan.