Putus cinta merupakan salah satu kondisi paling kritis yang pastinya bikin sakit di hati, apalagi untuk hubungan yang putus karena hal-hal yang kurang mengenakkan. Baik itu masih berstatus sebagai HTS, pacar, tunangan atau bahkan menikah sekalipun, rasanya pasti sakit.

Sehabis putus cinta, kebanyakan orang terutama cewek pasti berfikir untuk membuang atau mengembalikan barang-barang yang pernah dikasih oleh mantan sebagai salah satu cara yang dianggap paling tepat buat segera melupakannya dan segala kenangannya. Sebelum kamu buru-buru buang atau kembaliin barang pemberian mantan, ada baiknya kamu jawab pertanyaan di bawah ini.

Advertisement

1. Apa kamu bisa melupakannya dengan membuang atau mengembalikan?

Dengan kamu mengembalikan atau membuang barang-barang pemberian mantanmu, apalagi untuk hubungan yang sudah terjalin lama, apa kamu bisa serta merta melupakan kenangan-kenangannya? Nope, I think. Santai saja, sakit pasti, tapi pernah denger kan #qotd "Time Will Heal You"? Waktu yang pelan-pelan akan menyembuhkanmu, lagian banyak orang bilang juga semakin kamu berusaha melupakan maka semakin sering kenangan-kenangan itu datang.


Jadi, cukup sibukkan dirimu tidak perlu berusaha terlalu keras untuk melupakan. Kamu cukup menata, bukan membuang.


Advertisement

2. Apa kamu nggak sayang uangnya?

Dalam sebuah hubungan pasti ada take and give, that's impossible if you just took but don't give at all, right? Kamu ulang tahun, dia kasih hadiah. Dia ulang tahun, kamu kasih hadiah. Belum lagi saat anniversary day, valentine day atau sekedar oleh-oleh pas kamu abis jalan-jalan. Kalau barang-barang pemberian mantan dibalikin atau dibuang, sedangkan dia juga nggak balikin barang pemberianmu, ya kamu yang rugi dong? Uangmu nggak balik dong?

Kalau misal pas masih bareng dulu kamu sering pakai kaos couple, yaudah pas putus kaosnya bisa kamu bikin buat lap pel atau buat keset kan? Think smart!

3. Apa tidak ada hikmah yang kamu ambil dari kisah itu?

Sebuah hubungan kandas pasti ada sebabnya. Ada 2 sebab yang pasti, yang pertama dia tidak cukup baik untukmu dan yang kedua, kamu tidak cukup baik untuknya. Dan, kamu bisa menentukan mana penyebabnya setelah perpisahan itu. Apa yang bisa kamu lihat setelah perpisahan itu? Kamu atau dia yang berubah menjadi lebih baik?

Well, mungkin benar dia bukan jodoh kita jawabannya, tapi bukankah jodoh kita adalah yang hampir mirip denganmu. Maka, ketika gagal di suatu hubungan, kamu seharusnya berkaca lagi pada dirimu. Instropeksi diri, bukan menuntut menjadi sempurna, tapi belajar memperbaiki diri. Suatu saat nanti, seseorang yang telah memperbaiki diri juga akan mendatangimu yang semoga saja dengan cara yang lebih baik.


Jadikan pembelajaran dengan memilih mana yang baik, dan jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama.


Advertisement