Aku tahu hubungan long distance Relationship (LDR) adalah hubungan dengan berbagai cobaan bahkan bisa dikatakan hubungan keterikatan dengan kata "jomblo" di depan mata. Jauh di mata tetapi dekat di hati selalu menjadi acuan untuk kita ketika kata putus tiba-tiba terucap di bibir ini. Tapi karena masing-masing kita tidak menginginkan hubungan ini berakhir maka kata sambung selalu membumbuhi komunikasi kita.

Aku kadang iri terhadap pasangan yang lain mereka bisa berjalan berdua bersama pasangannya, makan bersama pasangannya dan membeli perlengkapan kebutuhan sehari-hari dengan kekasih yang dicintainya. Tapi aku disini hanya sendiri walaupun selalu ditemani denganmu via handphone dengan suara candamu dan sapaan manjamu tetapi hal ini masih serasa kurang.

Jujur terkadang mata ini iri terhadap hati. Kau yang dekat dihati tetapi jauh dari mata ini. Hanya foto ini menjadi obat rindu ketika hati mulai terusik dengan kata “rindu berat” namun aku harus bertahan untuk hubungan yang sudah satu tahun berjalan ini. Bagaimanapun aku akan mengikuti ending-MU Tuhan. Dan aku harap akan bersamanya sampai masa itu tiba.

Waktu berjalan begitu cepat tapi tidak dengan keseriusanmu atas hubungan ini. Hanya aku yang selalu bertahan untuk hubungan ini. Sebuah hubungan bukan persoalan bahagia dan membahagiakan saja tetapi perjuangan bersama menuju keseriusan. Ketika aku meminta keseriusan untuk hubungan ini. Reaksimu hanya terdiam. Bukankah dari dulu aku tidak pernah menuntut kamu selalu ada disampingku, memanjakanku ataupun selalu ada ketika aku butuh. Karena aku memahami posisi pekerjaanmu dan kesibukanmu.

Aku hanya butuh keseriusanmu bukan hanya janjimu. Aku bukan wanita yang bisa kamu janjikan setiap waktu, wanita yang bisa kamu bodohi, wanita yang bisa kamu acuhkan ketika kamu mulai menyukai hal-hal yang baru dari duniamu. Ketika kamu tidak menganggapku sebagai prioritasmu untuk apa aku mempertahankanmu? Untuk apa aku masih terikat dalam ikatan yang salah ini? Bukankah janji Tuhan pasti.

Advertisement

Orang baik untuk orang baik. Kenapa aku harus menghabiskan waktu bersamamu yang selalu menyakitiku? Untuk kamu yang pernah membahagiakan dan dibahagiakan. Biarlah cinta cukup sampai disini. Dan menunggu masa itu tiba aku akan memantaskan menjadi orang baik untuk mendapatkan yang baik dan mengikuti dari alur takdir Tuhan.