Untuk Kawanku Jadi Mahasiswa Itu Harus Haus Akan Pengalaman

Tepatnya tahun 2014, dia datang ke Jogja dangan alasan mau kuliah. Memang kota Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar. Hal ini dikarenakan jumlah kampus yang banyak serta mahasiswa yang datang dari seluruh daerah di Indonesia.

Advertisement

Setelah 4 tahun menempuh perkuliahan dan kini menempuh semeseter 8 (delapan), kawanku yang satu tidak ada perubahan masih saja pikirannya kayak anak-anak. Padahal sudah semester tua. Pernah suatu ketika saya mendengar percakapan dia dengan ayahnya lewat via telepon. Dia meminta uang padahal minggu kemarin sudah dikirimi oleh ayahnya, dia masih saja ngotot ingin dikirimi uang lagi.

Dengan nada keras, kawanku ini mematikan telponnya sambil marah-marah dan tidak mau mengangkat telepon dari ayahnya lagi. Berhubung saya satu kontrakan ayahnya menelepon ke saya. Dalam perbincangan dengan beliau lewat via telpon ayahnya menanyakan rutinitas anaknya seperti apa? Kuliahnya bagaimana? Dengan suara terbata-bata saya menjawab tidak tahu. Memang saya tidak tahu apa rutinitasnya.

Yang ku tahu dia sering main ke kos temannya entah apa yang dilakukannya mungkin cuman numpang wifi atau mengisi kejenuhannya di kontrakan, karna tidak ada kegiatannya. Saya juga jarang dikontrakan paling pulang malam, ujarku ke beliau. Akhirnya ayahnya memutuskan mengirimi dia uang lagi. Beeh, enak kali hidupnya satu bulan dapat dua kali kiriman kataku dalam hati. Setelah selesai bicara dengan beliau, ayahnya tadi menyuruhku bilang ke dia untuk mengangkat telepon dari ayahnya.

Advertisement

Hidup dalam satu rumah kontrakan dan sering begadang bersama nonton bola, akhirnya saya memulai perbincangan dengan kawanku ini. Mesti satu daerah tapi beda Desa dan tinggal bersama selama empat tahun di rantaun ini, untuk menuntut ilmu dia jarang bertanya tentang perkuliahan Paling nanya kuliah jam berapa itu-itu tok. Akhirnya saya memulai perbincangan.

Bagaimana kuliahmu, lancar?”.

Lancar, tapi ada matakuliah yang di ulangi semester besok.

Kamu ikut organisisai apa di kampus?”.

Aku nggak ikut organisasi.

Lah, terus kegiatanmu jadi mahasiswa apaan?”.

Tidak ada.

Berarti kegiatanmu selama empat tahun ini apaan?”.

Cuman kuliah, kontrakan, kos teman.

Gimana nggak lancar kuliahmu, kamu tidak perlu berpanas-panasan dan berpeluh keringat melakukan aktiviatas organisasi maupun diskusi- diskusi di kampus maupun ke tiap-tiap kampus. Kamu tinggal duduk santai di kelas, mendengarkan ceramah dosen, dan mengerjakan tugas dengan harapan lulus cepat. Baah, enak betul hidupmu jadi mahasisiwa. Gumamku dalam hati.

Begini kawan, ujarku. Menjadi mahasiswa itu harus banyak pengalaman, mulai dari organisasi di kampus maupun luar kampus, bahkan haus akan diskusi. Kita di kampus cuman dapat ilmu sedikit yang banyak itu diluar kampus malahan. Menurutku ya menjadi mahasisiwa itu harus bisa mengatur waktu, mana kuliah, mana organisasi, mana pacaran, dan main bersama teman. Hehe kataku sambil senyum. Besok ngesel lho pas selesai kuliah terus cari kerja.

Ini menurut temanku ya. Pas ditanya waktu kerja, apa pengalaman dan skill mu. Itu yang ditanya ke dia pas cari kerja. Nah pengalamanmu apa? Nggak ada kan. Nah untuk itu kawan mumpung kau masih kuliah dan ada matakuliah yang kamu ulangi semester besok maka dari itu, mumpung masih ada waktu carilah pengalaman dan skill apalagi jurusan yang kamu tekuni ini bagus menurutku.

Atau cari komuintas-komunitas yang sejalan dengan jurusanmu. Di sinikan kota pelajar, banyak ditemui berbagai macam komunitas-komunitas. Cobalah untuk keluar dari rutinitasmu sehari-hari, coabalah cari rutinitas yang baru. Sia-sia waktumu kalau kayak gitu terus.

Jika kamu masih bingung atau ragu, jangan sungkan untuk mengajak berdiskusi dan ngopi. Barangkali pikiranmu perlu pencerahan yang lain. Di warung-warung kopi di sini banyak tempat diskusi sambil berhaha-hihi sambil santai, atau bisa juga di warung kopi abang sepupuku pasti kamu banyak dikasih pencerahan, aku juga banyak belajar dari dia.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya