Melupakan orang yang pernah dekat dengan kita itu adalah tentang keasyikkan. Ada waktu-waktu di mana kita diam-diam merindu; ingin bertanya kabar, menyapa sejenak, pun waktu-waktu ingin berbagi canda lagi. Padahal, telah ada sepakat untuk tak saling bicara.

Sepakat untuk membunuh semua kenangan yang ada. Itulah hal yang seringkali menjadi sekat untuk tak mencandai. Ada ragu untuk menyapa dia, apalagi bilang bahwa kita merinduinya. Maka, hati kita mufakat agar tak sedikit mengganggu keputusan yang terbuat. Dan jalan satu-satunya adalah kita memperhatikannya dari kejauhan.

Advertisement

Memandang perkembanganya, menyimak kicauannya, menunggu statusnya. Sambil sesekali saat rindu tak lagi di tahan diri, ada kata yang keluar untuk menyapanya lagi. Ahh; itulah asyiknya. Bagi(ku), orang-orang yang ingin kita lupakan sejatinya tak benar benar terlupakan, itu hanya perubahan dari sebuah kedekatan menjadi kerinduan.

Merentas jarak sejenak, lalu kemudian menerima dengan keharmonisan. Orang-orang yang kita lupakan sejatinya tak benar-benar terlupakan. Ia akan terus berkelana di beranda rumah kita, ia terbang di ruangan kenangan yang terus berusaha kita ikhlaskan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya