Beberapa hari terakhir, kasus Ustaz Abdul Somad (UAS) menyita perhatian publik. Sebuah potongan video ceramah UAS beredar yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam Salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Menurut UAS sendiri video tersebut udah ada sejak beberapa tahun lalu namun baru dipermasalahkan. UAS juga menyatakan kalau dirinya hanya menjawab pertanyaan jemaah saat itu yang mengaku menggigil setiap kali melihat lambang salib. Akibat cuplikan video tersebut, Ustaz Abdul Somad pun dilaporkan ke Polda NTT oleh organisasi massa (ormas) di Kota Kupang yang menamakan diri Brigade Meo.

Kasus ini pun juga turut menyita perhatian para figur publik. Salah satunya adalah Anggun Cipta Sasmi. Penyanyi yang berkarier di dunia internasional itu pun turut memberikan pendapatnya mengenai kasus Ustaz Abdul Somad ini.

Dalam postingannya, Anggun Cipta membandingkan kasus Meliana yang didakwa karena protes suara azan dengan kasus Ustaz Abdul Somad yang diianggap menista simbol agama

bandingkan kasus Meliana dan Ustaz Abdul Somad via www.instagram.com

Advertisement

Meliana & Somad. Minoritas VS Mayoritas #Kenyataan

Itulah caption yang ditulis oleh Anggun dalam salah satu postingannya. Meski hidup dan berkarier di Paris, Anggun ternyata juga mengikuti perkembangan isu yang tengah hangat di Tanah Air. Anggun membandingkan kasus Meliana dengan UAS di mana Meliana dianggap sebagai minoritas dan UAS dianggap sebagai mayoritas. Meliana akhirnya didakwa 1,5 tahun penjara pada Agustus tahun lalu karena dianggap bersalah telah melakukan penghinaan terhadap suatu golongan di Indonesia terkait tas, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara (Pasal 156 KUHP). Meliana diketahui mengeluhkan pengeras suara azan dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Juli 2016.

Perbandingan kasus yang diposting Anggun tersebut memancing pro kontra. Ada yang setuju namun nggak sedikit yang merasa Anggun malah memperkeruh suasana

Anggun dianggap memperkeruh suasana via www.instagram.com

Sadar bahwa postingannya menuai pro kontra, Anggun pun menegaskan kalau dia adalah seorang muslim namun menjadi minoritas di negara tempat tinggalnya. Oleh karena itu Anggun pernah merasakan bagaimana hidup menjadi minoritas. Di Paris, ia bahkan dianjurkan untuk nggak memberi tahu tentang agamanya karena ditakutkan akan mengganggu mayoritas. Dari sini lah Anggun mulai mengerti arti kata “minoritas” karena sangat merasakannya. Dan hingga saat ini ia selalu mempunyai empati kepada mereka yang harus terus mengalah supaya tidak “mengganggu” yang jumlahnya lebih banyak. Dan Anggun melihat ada ketidakadilan dalam kasus Meiliana dan UAS ini. Ia menyayangkan adanya standar ganda dalam memahami kasus yang menimpa minoritas dan mayoritas. Jadi bukan postingannya yang memperkeruh suasana, melainkan standar ganda itu tadi. Namun tetap saja postingan Anggun tersebut menuai pro dan kontra.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya