Marshanda Ungkap Cerita saat Dikabarkan Hilang di Amerika, Ternyata Dipaksa Masuk RSJ

Beberapa waktu yang lalu tepatnya 27 Juni 2022, kabar aktris sinetron Marshanda hilang saat liburan di Amerika sempat menggegerkan publik. Marshanda dikabarkan hilang ketika gangguan bipolar yang diidapnya kambuh. Kabar ini sempat simpang siur lantaran pernyataan Sheila Salsabila, sahabat yang berada di Amerika dan keluarga Marshanda berbeda.

Advertisement

Sheila mengabarkan bahwa Marshanda hilang ketika fase manik sebagai pengidap bipolarnya kambuh. Sementara itu, pihak keluarga justru membantah Marshanda hilang. Hingga akhirnya 2 pekan berselang, Marshanda muncul di media sosial dan memberikan klarifikasi bahwa kabar dirinya hilang hanyalah fiktif.

Pada klarifikasi tersebut Marshanda nggak membeberkan kemana ia pergi sampai Sheila mengabarkan bahwa dirinya hilang. Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya Marshanda memberikan detail cerita terkait insiden tersebut di kanal YouTubenya pada Kamis sore (4/8) kemarin.

Marshanda sempat mengalami manik sebelum berangkat ke Amerika untuk berlibur

Mashanda dipaksa masuk RSJ

Marshanda saat klarifikasi | Foto dari Youtube MARSHED

Melalui video di YouTube MARSHED yang berjudul Pengakuan Marshanda Tanpa Sensor (US Trip yang Hancur Lebur), pemilik nama asli Andriani Marshanda ini menceritakan detail insiden saat ia dikabarkan hilang Juni lalu. Sebelum pergi ke Los Angeles, Marshanda mengakui ia melakukan puasa yang cukup ekstrem selama 3 hari 3 malam untuk mengurangi dosis obat dalam rangka penyembuhan tumor payudara yang dideritanya.

Advertisement

“Sebelum ke LA, gue itu water fasting dan drying fasting sama seseorang fasting expert dari Ukraina di Bali yang mengajak puasa hanya minum air putih sebagai pemulihan tumor payudara gue,” ungkap Marshanda.

Ternyata, puasa yang dilakukan Marshanda justru berpengaruh pada keseimbangan mentalnya. Tanpa sadar, ia mengalami manik, suatu kondisi psikologis yang dapat membuat seseorang mengalami euforia di luar batas. Kondisi ini sebenarnya sudah disadari orang-orang terdekat Marshanda dan membuat mereka khawatir.

Advertisement

“Sampainya di LA gue merasa biasa saja perasaan gue, tapi gue tuh merasa nggak jejeg. Seperti everything is unreal. Tapi gue nggak tahu itu karena masalah mental gue atau karena jetlag habis penerbangan,” ungkap Marshanda.

Sempat dikabarkan juga oleh Sheila bahwa Marshanda nggak minum obat karena kopernya tertinggal di bandara. Namun, Marshanda membantahnya, ia istirahat sangat cukup dengan tidur nyenyak setiap malam dan rutin meminum obatnya, karena obat-obatan berada di tas yang ia bawa kemana-mana. Sehingga kondisinya saat itu cukup stabil dan nggak berada pada fase manik saat berada di Los Angeles.

Marshanda dibawa petugas ke Rumah Sakit Jiwa saat ia pergi sendirian dan mendapati riwayat kesehatannya dengan obat-obatan penenang

Mashanda dipaksa masuk RSJ

Potret Marshanda | Foto dari Instagram Marshanda

Setibanya di Los Angeles, Marshanda memang menghubungi Sheila, kemudian ia menyewa sebuah Airbnb untuk tinggal di sana. Suatu hari, Marshanda bermaksud untuk me time dengan pergi ke pantai tak jauh dari penginapannya. Ia sengaja meninggalkan ponsel karena nggak ingin diketahui oleh siapa pun kalau sedang pergi untuk menenangkan diri.

“Di tanggal 27 itu, gue pengen main sendiri. Jadi di daerah Airbnb gue itu ada pantai, namanya Venice Beach. Gue mainlah ke pantai, dan gue tinggalin semua hape gue di Airbnb, karena gue lagi nggak mau diganggu dan nggak mau ada yang tahu gue lagi pergi kemana,” ungkap Marshanda.

Ternyata, saat ia pergi sekitar 2 jam, Sheila menghubunginya sampai 7 kali tanpa ada jawaban. Hal ini membuat Sheila sangat panik, kemudian menelepon layanan darurat Amerika di nomor 911. Saat Marshanda dalam perjalanan pulang ke Airbnb, ia dihampiri ambulan dari 911 yang ditelpon oleh Sheila.

Petugas dari pihak ambulan dan 911 sempat bingung karena Marshanda terlihat baik-baik saja, tapi ada orang yang melapor mengalami gangguan mental. Akhirnya Marshanda menunjukkan riwayat medis tumor yang dideritanya, tapi petugas juga menemukan riwayat obat-obatan penenang yang dikonsumsi Marshanda. Akhirnya petugas membawa Marshanda ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Marshanda terpaksa menjalani perawatan selama 2 pekan di RSJ dan menghabiskan dana 20.000 USD

Mashanda dipaksa masuk RSJ

Potret Marshanda | Foto dari Instagram Marshanda

Catatan obat penenang yang ditemukan oleh petugas menjadi alasan mereka untuk membawa Marshanda ke RSJ. Terhitung Mashanda di RSJ selama 2 pekan dan membuatnya nggak bisa terhubung dengan dunia luar. Hal ini membuat kabar Marshanda hilang sempat menjadi perbincangan publik.

“Di RSJ gue masuk di sana dari 27 Juni sampai 11 Juli sampai orang-orang enggak bisa ngakses gue, even nyokap dan adik gue cuma dua kali telepon dan Sheila juga cuma sekali,” ungkap Marshanda.

Hal yang membuat Marshanda semakin kesal, bahwa selama di sana ia dipaksa meminum obat-obatan dan makanan yang kurang sehat untuk seorang penderita tumor sepertinya. Saat ia menolak makan dan minum obat justru ia dinilai agresif, belum lagi ia hanya mendapat sesi konsultasi dengan psikiater hanya 3 menit seminggu.

“Sheila enggak say sorry. Gue ditagih 20 ribu dollar (sekitar Rp297 juta) sama rumah sakit dan gue bilang ini bukan tanggung jawab gue, Sheila nggak merasa juga. Gue sampai kehilangan jadi pembicara 3 atau 4 webinar karena gue terjebak di rumah sakit.” kata Marshanda.

Di akhir ceritanya, Marshanda menegaskan bahwa kabar dia hilang bukan drama atau sensasi yang ingin dibuat oleh Sheila. Bahkan Sheila juga nggak menghendaki Marshanda sampai dibawa ke RSJ. Bagi Marshanda semua itu seperti kebetulan yang membuatnya harus belajar lebih dewasa lagi dalam menyikapi sebuah kejadian tak terduga.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE