Cerita Nania Yusuf Kembali Peluk Islam, Hati Bergejolak Ingat Kematian

Kabar mengharukan datang dari penyanyi Nania Yusuf atau akrab disapa Nania Idol yang baru saja kembali memeluk Islam. Nania mengucapkan syahadat dibimbing oleh sang guru, Gus Miftah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/5) kemarin. Kabar ini tentu membuat publik terharu sekaligus penasaran dengan perjalanan Nania yang kembali menjadi seorang muslim.

Advertisement

Diketahui, Nania memang berasal dari keluarga muslim, tapi ia memutuskan memeluk Kristen pada tahun 2009. Hal ini membuat publik penasaran dengan perjalanan Nania hingga akhirnya memutuskan kembali memeluk Islam. Seperti apa cerita Nania? Yuk simak informasi selengkapnya.

Beberapa tahun terakhir hati kecil Nania merasa nggak tenang saat memikirkan kematian

Penyanyi jebolan Indonesian Idol 2004 ini mengaku jika dirinya sudah memiliki perasaan dan keinginan untuk kembali masuk Islam sejak dua atau tiga tahun yang lalu. Bahkan, ia sering merasa nggak tenang saat memikirkan jika meninggal nanti ia akan dimakamkan dengan prosesi agama apa. Pasalnya, ia merasa keluarga besarnya masih belum bisa menerimanya sebagai seorang kristiani sepenuhnya.

“Ketika saya sedang diam, saya mikirnya begini, nanti kalau saya meninggal, saya mau dimakamkan sebagai Islam atau Kristen. Karena bagaimana pun keluarga saya belum menerima saya sebagai Kristen. Meski mereka bilangnya ‘oke saya terima’, cuma hati orang tua kan (pasti berat), saya merasakan itu,” ungkap Nania, dinukil dari DetikHot, pada Minggu (22/5).

Advertisement

Sebelum hari saat mengucapkan syahadat tiba, perempuan 37 tahun ini sempat pulang ke rumah kedua orang tuanya untuk mengutarakan niatnya kembali memeluk Islam. Saat itu ia merasa hatinya sangat tenang dan segala ketakutan dan beban yang ia rasakan selama ini hilang.

“Ketika saya sudah bicarakan itu (menjadi mualaf) ke orang tua, mami sama bapak, beban saya iu terasa enteng, rasanya bakal apa pun saya hadapi, saya nggak akan takut lagi, karena saya punya keluarga besar,” imbuh Nania.

Melalui unggahan video di Instagram pribadinya, Nani memperlihatkan proses pengucapan syahadad. Suasana syahdu dan haru mewarnai momen tersebut. Bahkan, usai mengucapkan syahadat, tangis Nania pun pecah.

Advertisement

Nania menganggap perjalannya mendapat hidayah karena kekuatan doa dari orang tua terutama sang ibu

Potret nania Yusuf | Credit by @nania.yusuf on Instagram

Perjalanan spiritual Nania Yusuf kembali Islam, ternyata bukan hanya berasal dari dirinya sendiri. Menurutnya, peran keluarga dan kerabat dekat yang selalu mendoakannya untuk dibukakan pintu hidayah cukup andil besar dalam perjalanan spiritualnya. Meski kedua orang tua dan keluarga besar mengizinkannya saat memutuskan memeluk Kristen, tapi ternyata mereka tetap mendoakan segala sesuatu yang terbaik pada Nania.

“Waktu itu (saat masuk kristen) bapak ada pesan dari eyang saat ngobrol. Eyang itu sangat open minded dan (bilang) ‘biarin aja, dilepas aja, tapi jangan dilepas banget, sambil tetap didoain’,” ujar Nania bercerita.

Nggak hanya doa-doa yang tak pernah putus dari keluarga, bahkan sang ibu sampai nggak pernah melewatkan puasa sunah Senin dan Kamis untuk mendoakannya. Maka nggak heran, ketika Nania menyampaikan tekadnya untuk masuk Islam lagi, sang ibu langsung sujud syukur saking terharu dan bahagia.

Menurut Nania, kekuatan doa tersebut menjadi faktor x yang membuatnya membuka hati dan kembali memeluk Islam. Meski sudah mendapat ‘sinyal hidayah’ dari beberapa tahun yang lalu, Nania mengungkap puncaknya saat lebaran kemarin, ketika ia sedang memijak kaki sang ibu.

“Berarti mereka sudah menunggu selama 12 tahun proses itu (berdoa). Bapak dan mami setiap hari berdoa, kekuatan doa memang luar biasa. Saat bareng mami, bilang gini ‘kalau mami meninggal siapa yang salatin, siapa yang mendoakan, ” ujar Nania, dari situlah pemikirannya semakin terbuka, dan hatinya semakin yakin.

Di tengah kebahagiaan dan rasa haru yang dirasakan Nania dan keluarga, tentu ada masa lalu yang cukup berharga. Nania mengungkap jika pengalamannya berpindah agama akan menjadi pengalaman hidup. “Yang kemarin akan jadikan pengalaman saya, ilmu nggak mungkin berpisah di situ saja, pasti dari mana-mana,” tutur Nania.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

Loading...