Sejak manusia pertama diciptakan hingga sekarang, sudah tak terhitung banyaknya generasi yang pernah hidup di dunia. Tentu setiap generasi menghadapi zaman dan tantangan yang berbeda-beda, jadi nggak heran kalau mereka punya pola pikir yang juga tak sama. Nggak usah jauh-jauh deh, lihat saja caramu dan orang tuamu berpikir. Meskipun cuma beda 1 tingkat generasi aja, tapi pola pikir kalian bisa sangat berseberangan.

Contoh paling signifikan bisa dilihat dari pendapat kalian soal pekerjaan yang layak diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Nggak akan ada yang mempertanyakan kalau kamu menjawab “dokter”, “pengacara”, “akuntan”, atau “PNS” saat ditanya pekerjaanmu apa. Tapi coba jawab “social media strategist.” Dijamin, alis akan terangkat dan satu pertanyaan menyusul: itu kerjaannya ngapain? Main media sosial?

Seiring waktu berlalu, pandangan soal pekerjaan pun berubah. Nah, kalau ditilik dari penghasilan dan besarnya peluang, pekerjaan-pekerjaan ini sudah mulai jadi incaran nih. Simak yuk~

1. Segera ubah mindset orang-orang yang masih bilang fashion designer itu profesi tak menjanjikan

Fashion designer via www.earnmydegree.com

Sebagian besar orang tua mungkin menganggap fashion designer atau perancang busana itu sama aja dengan penjahit biasa yang mudah ditemui di pinggir jalan. Padahal tak segampang itu. Perancang busana harus mampu menggambar pola secara manual atau menggunakan komputer, memilih bahan kain berkualitas tinggi sesuai kebutuhan, sampai bekerja bersama desainer lain untuk membuat prototipe desain.

Saat ini bersamaan dengan bertumbuhnya dunia digital, industri fesyen pun ikutan pesat. Banyak lho clothing brand yang butuh desainer. Dan bila diseriusi, sudah banyak kok contoh orang sukses yang setiap harinya bergelut dengan kain dan pola baju. Tak tanggung-tanggung, harga 1 baju karya perancang busana terkenal bisa mencapai ratusan juta lho! Gimana nggak bikin ngiler tuh?

2. Kamu yang pernah bercita-cita jadi fotografer dan tak dapat restu orang tua, mungkin bisa mencoba lagi sekarang

Fotografer via fstoppers.com

Saat penggunaan kamera belum masif seperti sekarang, sebagian besar orang tua pasti memandang profesi fotografer cuma bisa jadi pekerjaan sampingan di kala senggang. Dijamin deh orang tuamu bakalan shock kalau kamu bilang kelak ingin berkarier jadi fotografer. Tapi kalau melihat kegiatan ‘foto-foto’ sudah jadi budaya yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia seperti sekarang, fotografer jelas jadi profesi yang cukup menjanjikan. Tapi tentunya jadi fotografer nggak bisa sembarangan. Karena seorang fotografer tak hanya dituntut mampu mengoperasikan kamera tapi juga harus paham konsep. Pastinya beda dong memotret makanan dengan memotret profil orang?

3. Gemar menggambar sekarang bukan cuma bisa jadi hobi sejak profesi animator atau ilustrator banyak diminati

Animator via jacksonville.com

Dulu kamu pasti sering sebut ‘menggambar’ sebagai hobi di biodata zaman SD. Seiring berkembangnya teknologi, kini ‘tukang gambar’ bisa mengantongi puluhan juta rupiah cuma dengan membuat animasi atau ilustrasi digital lho. Kalau kamu sering dengar mahasiswa dari jurusan animasi, mereka itulah orang-orang yang akan menasbihkan diri jadi animator atau ilustrator. Biasanya mereka banyak bekerja di perusahaan iklan, penerbitan, atau media.

Bahkan banyak pula yang bekerja sendiri. Pendapatan mereka juga nggak main-main lho karena kreativitas itu ‘kan memang mahal. Sekadar bocoran, saat ini juga mulai bermunculan portal komik online seperti Webtoon dan Comica. Di sana, membuat komik bisa dapat bayaran besar lho! Jadi masih bilang ilustrator nggak bisa memberi uang?

4. Sekarang banyak perusahaan start up yang membutuhkan posisi social media strategist. Memang penting sih

Social media strategist via sanfrancisco.cbslocal.com

Mungkin masih banyak dari kamu yang belum familiar dengan posisi ini. Tapi Social Media Strategist (SMS) menjadi profesi yang berpeluang besar di era digital ini. Media sosial menjadi sebuah senjata ampuh untuk banyak pelaku bisnis. Mulai dari memasarkan produk hingga menjaring konsumen. Di sinilah SMS dibutuhkan, yaitu bagaimana konten dalam media sosial dikemas jadi semenarik mungkin sehingga bisa menarik orang. Mereka harus paham gimana bikin strategi tepat sasaran di setiap platform media sosial dengan mempertimbangkan beberapa aspek. Jadi kalau dulu kamu mainan medsos dimarahin, sekarang malah bisa jadi skill yang menghasilkan duit!

5. Yang sering meremehkan jurusan kursus kecantikan pasti gigit jari. Sekarang profesi Makeup Artist (MUA) semakin diminati

Makeup artist via unsplash.com

Dulu kursus kecantikan sering dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Yang ikut pun seringkali dibilang genit dan hobinya cuma dandan doang. Hmm, sekarang pasti menyesal nih yang sempat berpikir seperti itu. Makeup artist menjadi salah satu profesi yang cukup bergengsi dan menjanjikan. Mulai dari menghandle makeup pengantin, wisudaan, hingga model-model internasional. Bermain-main dengan makeup pun tidak hanya butuh skill memoles bedak dan memadukannya dengan lipstick. Ada teori-teori yang harus dimengerti tentang kontur wajah, konsep riasan, dan banyak hal agar hasilnya maksimal. Bila masih belum percaya, coba tengok Bubah Alfian, penata rias Indonesia yang sempat merias seluruh peserta America’s Next Top Model dan supermodel dunia, Tyra Banks.

6. Tingginya pengguna smartphone saat ini membuat developer aplikasi android jadi profesi yang banyak digandrungi

Apps developer via hackernoon.com

Ya, developer yang dimaksud di sini adalah para pencipta beragam aplikasi di ponsel androidmu. Begitu luasnya penggunaan ponsel pintar di dunia saat ini membuat profesi ini juga banyak dicari perusahaan digital. Mereka dituntut untuk terus berinovasi mengembangkan berbagai aplikasi yang menjawab kebutuhan manusia.

Buat kamu yang memang bergelut di ranah ini, Indosat Ooredoo sedang menyelenggarakan kompetisi membuat ide dan aplikasi mobile yang bermanfaat tak cuma di skala nasional tapi juga skala global. Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-11 yang mengusung tema ‘Digital Nation’ ini tak hanya bisa diikuti anak-anak muda bertalenta dari Indonesia saja, tapi juga luar negeri. Hal ini dimaksudkan supaya para talenta muda Indonesia mampu hadir dan bersaing dengan pemain global.

Ada 4 kategori kategori kompetisi yang bisa kamu ikut yaitu: kategori Kids & Teens, Beginner, Professional, dan Women & Girls. Sedangkan untuk ide dan aplikasinya bisa bergerak di bidang Entertainment, Utility, Media (social media, chatting, ebook), dan Special Needs. Para peserta dapat membuat ide aplikasi untuk sistem operasi Android, iOS, atau Windows Mobile.

Beragam hadiah menarik seperti uang tunai ratusan juta rupiah dan kesempatan berkunjung ke perusahaan skala global, membuat kompetisi ini terlalu sayang buat dilewatkan. Kamu juga bisa mengikuti rangkaian kegiatan roadshow di Esa Unggul tanggal 13 November 2017 besok, serta gathering komunitas, hackathon dan bootcamp menjelang grand final IWIC lho. Segara kunjungi situs ini buat kalian yang tertarik untuk mendaftarkan ide dan aplikasimu. Jangan sampai kelewatan~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya