“If you are born poor it’s not your mistake, But if you die poor it’s your mistake.”

– Bill Gates

Satu hal yang pasti saat kamu dilahirkan di muka bumi ini adalah bahwa kamu punya kesempatan. Kesempatan untuk menjadi sukses atau nggak sukses sama sekali. Kesempatan untuk menjadi manusia atau cuma menjadi mahluk yang numpang hidup di dunia. Begitu pun dengan kesempatan menjadi mapan secara finansial, sebenarnya kita semua bisa. Menjadi kaya raya terdengar semacam kisah dongeng bagi sebagian orang padahal kita semua punya peluang yang sama untuk menjadi kaya, dengan kerja keras tentunya. Dari kerja keras tersebut akan terlihat sebesar apa potensi yang kamu miliki untuk menjadi kaya.

Advertisement

Potensi tersebut bisa diukur dengan kesamaan antara kamu dan orang yang sudah terbukti kaya raya dalam menjalani menjalani hidup, cara berpikir dan kebiasaan dalam mencari uang sehari-hari. Berikut ini beberapa sifat orang sukses yang bisa kamu jadikan kebiasaan mulai dari hari ini.

1. Selama ini kamu terbiasa membuat anggaran lalu dengan disiplin menjalankannya

Merancang anggaran via www.pelatihanbisnisindonesia.com

Karena 86% para jutawan di dunia gak dilahirkan dengan sebongkah berlian di tangannya, mereka, sama seperti kamu, harus memulainya dari bawah juga. Mereka gak terlahir kaya, namun mereka membuat dirinya sendiri menjadi kaya. Dengan apa? Selain dengan menghasilkan uang, mereka juga patuh terhadap anggaran yang udah mereka siapkan sendiri. Mungkin budgeting terdengar seperti kegiatan yang membosankan namun para self-made millionaire ini gak pernah segan untuk menghitung pemasukannya dan menganggarkan berapa banyak uang yang akan dikeluarkan nantinya.

Sejak duduk di bangku kuliah kamu udah bisa mencontek kebiasaan membuat anggaran ini, meski kamu masih mengandalkan kiriman dari orang tua. Anggarkan sekian rupiah untuk makan, bbm, dan kebutuhan harian lain. Lalu selalu tracking pengeluranmu, gak perlu jadi jago matematika kok buat buat tracking keuangan, aplikasi seperti Mint, CashTrails dan sebagainya akan membantu kamu untuk melihat kemana aja uangmu dihabiskan. Lihat apakah ada sisa atau malah kekurangan? Dengan begitu kamu bisa tahu pos mana yang bisa dikurangi anggarannya.

2. Kamu menabung bukan karena ada sisa uang tapi karena merasa menabung adalah kewajiban

Nabung adalah kewajiban

Nabung adalah kewajiban via blog.credit.com

Advertisement

“Rajinlah menanbung” mungkin adalah nasihat lama yang paling sering didengar dari kecil hingga sekarang. Sama seperti anjuran untuk “minum 8 gelas air putih sehari”, kamu tahu itu bagus untuk dirimu tapi masih saja sulit untuk dilakukan. Tapi bagi calon orang kaya, menabung bukanlah perkara sulit untuk dilakukan. Karena sama seperti orang-orang yang sudah sukses kamu memandang tabungan sebagai sebuah keharusan, bukan sebagai kegiatan yang baru dlakukan bila ada uang sisa bulan ini.

Tiap kali menerima pemasukan, ambil setidaknya 10% untuk disimpan sebagai tabungan. Lakukan rutinitas ini di hari yang sama saat kamu menerima gaji, penghasilan maupun kiriman orang tua. Bila kamu sudah terbiasa, dan memahami bahwa menabung adalah kewajiban maka kamu punya potensi untuk menjadi kaya.

3.Selama ini kamu telah menjalani gaya hidup seperti orang kaya sesungguhnya yakni, gaya hidup kerja keras

Gaya hidup kerja keras

Gaya hidup kerja keras via www.visitdenmark.co.uk

Kamu tahu kalau kamu adalah seorang calon jutawan ketika kamu memiliki gaya hidup seperti jutawan. Seperti apa gaya hidup jutawan? Rumah mewah, super car, dan pesta tiap malam? Nggak sama sekali!

Kebanyakan orang kaya yang berjuang dari nol alias self-made millionaire justru hidup dengan cara yang sama seperti saat mereka belum punya kekayaan seperti sekarang. Warren Buffet, salah satu investor paling sukses di muka bumi, masih tinggal di rumah sederhana yang ia beli di tahun 1958 jauh sebelum dia kaya raya seperti sekarang. Mark Zuckerberg masih aja tuh kemana-mana naik city car buka Ferrari apalagi Lamborghini. Berfoya-foya dan gaya hidup konsumtif yang selalu kamu lihat di media sebenarnya merupakan kebiasaan kamu kelas menengah ngehek.

Intinya, kekayaan seharusnya bukan dilihat sebagai gaya hidup untuk berfoya-foya. Kekayaan seharusnya dilihat sebagai gaya hidup untuk bekerja lebih keras dibandingkan orang lain, ketekunan, kematangan rencana dan disiplin yang tinggi.

Jika sedari usia muda kamu sudah terbiasa hidup on budget, gak neko-neko, kerja keras dan gak pernah membesarkan pasak daripada tiangnya maka kamu udah berada di jalur yang benar untuk jadi kaya.

4. Membuat rencana dan mengejar target merupakan kegiatan yang kamu nikmati

Menikmati kerja keras

Menikmati kerja keras via www.brw.com.au

Alih-alih keletihan, bosan dan menyerah ketika berusaha mencapai target, kamu menikmati tiap tetes peluh yang keluar akibat kerja kerasmu. Ada kepuasan yang besar dalam jatuh-bangun yang kamu lalui dalam mengejar kesuksesan. Kamu gak pernah mengeluh, menutup mulut rapat-rapat dan membiarkan otak dan tanganmu bekerja.

Kamu juga merupakan seorang perencana ulung, membuat target yang dianggap orang lain sebagai rencana gila. Gak jarang kamu dijuluki sebagai ‘Tukang Mimpi di Siang Bolong’ namun kalau bisa memilih kamu lebih senang menyebut dirimu sebagai ‘Pengejar Target Level Akut’. Hei, kesuksesan gak datang dengan sendirinya, uang 100 juta segepok gak pernah turun dari langit. Tanpa ada perncanaan dan target untuk mencapainya, kamu gak akan pernah bisa pergi ke sana.

5. Kamu tetap tenang dan nyaman di tengah keadaan yang serba sulit

Unggul dalam keadaan sulit

Unggul dalam keadaan sulit via www.skipprichard.com

Panik dan bertindak gegabah gak pernah melintas dalam pikiranmu bahkan ketika keadaan serba sulit. Kamu tetap optimistis, di tengah keadaan ekonomi yang sulit. Misalnya ketika kamu menghabiskan uang kirimanmu sebagai modal usaha kecil-kecilan, kamu menemukan cara untuk hidup dengan selembar uang Rp.50 ribu dalam seminggu. Kamu menolak untuk menerima nasib, kamu malah berkata, “Aku menciptakan nasibku!” pada diri sendiri.

Orang sukses bisa menjadi kaya karena terbiasa mengambil resiko dan hidup dengan kegigihan. Di awal usahanya, mereka hidup di bawah bayang-bayang ketidakjelasan, namun di ketikdakjelasan itu mereka menemukan kenyamanan. Ambil contoh J.K. Rowling, seorang single mom yang hidup mengandalkan bantuan dari pemerintah, akan tetapi dalam keadaan sulit seperti itu dia tetap bisa fokus untuk menulis novel dan menciptakan dunia sihir yang dicintai jutaan orang di seluruh dunia.

6. Kamu nggak pernah mau untuk berhutang, kecuali jika hutang tersebut bisa menghasilkan uang

Nyicil truk buat jual makanan

Nyicil truk buat jual makanan via www.theherald.com.au

Jadikan slogan “Gak pernah berhutang, kecuali menguntungkan” sebagai peraturan tak tertulismu dalam berbisnis. Jangan pernah berhutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif, seperti berhutang untuk biaya liburan, berhutang supaya TV di rumah selebar layar bioskop atau berhutang supaya punya baju kaya orang kaya. Dengan banyaknya pilihan untuk membayar sesuatu yang sebenarnya gak sanggup kamu bayar, kamu harus teliti sebelum menentukan untuk berhutang atau tidak.

Berhutanglah jika menurutmu itu akan memberi keuntungan dalam jangka panjang, berhutanglah jika bisa meningkatkan produktivitasmu. Hutang seperti apa yang menguntungkan? Menyicil mobil truk untuk menjalankan jasa pindahan rumah, misalnya. Meminjam uang sebagai modal usaha juga termasuk utang yang menguntungkan.

Berpikirlah seperti orang kaya, yang baru berhutang jika hutang tersebut menjamin datangnya uang yang lebih banyak lagi. Orang kaya gak segan-segan berhutang untuk meningkatkan cash flow-nya sekaligus meningkatkan posisi tawarnya dalam dunia usaha. Jangan seperti orang kebanyakan yang berhutang demi membeli barang yang membuat orang kaya makin kaya.

7. Kamu punya percaya diri tinggi untuk bergaul dengan siapa saja demi menciptakan jejaring yang luas

Gak canggung dengan orang kaya

Gak canggung dengan orang kaya via www.wngfilms.co.uk

Bila kamu ingin menjadi orang yang sukses kamu harus mengelilimgi dirimu dengan orang sukses, sejalan seperti ucapan orang bijak, “Kalau kamu berteman dengan penjual minyak wangi, kamu akan kecipratan wanginya”. Bergaul dengan mereka yang udah sukses selain membuat kamu jadi terpacu akan membuka kesempatan untuk belajar, bahkan kamu bisa memilih sendiri orang kaya mana yang akan kamu jadi panutan dan mentor. Dengan bergaul dengan mereka kamu bisa belajar dari mana mereka menghasilkan begitu banyak dari sesuatu yang sedikit, apa yang mereka kerjakan di kala senggang, buka apa yang mereka baca hingga hal apa yang selalu memacu semangatnya bekerja.

Tanpa sadar bergaul dengan orang yang sudah terbukti sukses, akan memberi kamu banyak ilmu. Serta jangan lupa, tanpa usaha yang banyak kamu juga telah membangun jaringan yang kuat di kalangan orang sukses. Jadi ketika tiba waktu untuk meminta bantuan pinjaman modal, memasarkan produk dan promosi kamu sudah tahu harus menemui siapa.

8. Kamu tahu akan jadi orang kaya ketika kamu menyadari bahwa uang bukanlah tujuan utama

ewf

Uang gak bikin kamu kaya via www.huffingtonpost.com

Orang-orang sukses bisa menjadi kaya bukan karena mereka menginginkan harta dan benda, namun mereka mengejar sebuah kepuasan dan hasrat yang gak berwujud benda. Kepuasan tersebut gak bisa disepadankan dengan nilai. Jika kepuasan tersebut sudah terpenuhi, maka uang akan datang dengan sendirinya. Ini bukan soal punya rumah yang gede, mobil tercepat di dunia atau liburan paling mewah yang bisa dibayangkan.

Menjadi kaya adalah soal memiliki kuasa dan kebebasan untuk mengambil keputusan apapun yang diinginkan. Serta merdeka dari jeratan finansial. Menjadi kaya juga perkara berbagi dengan mereka yang tidak seberuntung dirimu. Saat kamu sudah bisa memandang dunia bukan cuma dari permasalahan uang semata, ini tandanya kamu sudah di jalur yang tepat untuk meraih mimpi sebagai orang kaya selanjutnya.

Berapa pun jumlahnya, bukanlah uang yang membuatmu kaya namun totalitas dalam mencintai pekerjaan (atau apapun yang kamu lakukan untuk hidup) yang pada akhirnya akan membuatmu menjadi kaya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya