Mengulik Bisnis Jastip yang Katanya ‘Modal Hape Doang’. Belanja, Untungnya Bisa Puluhan Juta!

bisnis jastip

Setelah bisnis online semakin meluas di mana-mana, belakangan kamu mungkin juga sering mendengar adanya orang yang membuka layanan jastip atau jasa titip ketika akan mendatangi acara atau tempat tertentu yang menjual barang yang sulit didapatkan dan hanya ada di sana. Jika biasanya dulu titip menitip ini dilakukan secara sukarela ternyata kini hal ini berhasil dimanfaatkan hingga menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Advertisement

Bisnis ini memiliki keuntungan yang menggiurkan karena membutuhkan modal yang relatif kecil. Pun, jasa yang dijual membuatmu tak perlu repot dengan kegiatan produksi. Nah, kamu mungkin penasaran dengan bisnis yang kelihatannya sepele tapi ternyata menjanjikan yang satu ini. Simak yuk penjelasan selengkapnya!

Sebelumnya kamu mungkin penasaran akan berapa banyak keuntungan yang dihasilkan, menurut beberapa pengalaman hasilnya sampai puluhan juta lo!

Credit: Photo by Polina Tankilevitch from Pexels via www.pexels.com

Ada beberapa cerita sukses mengenai bisnis yang satu ini seperti seorang ibu dua anak yang bernama Desanti Sarah yang memulai bisnis ini sejak tahun 2016 dengan memanfaatkan sale di warehouse produk kecantikan yang ada di dekat rumahnya. Setelah melihat keuntungannya, ia malah makin fokus dengan bisnis jastip ini bersama sang suami bahkan saat tidak sedang ada sale. Dengan mematok ongkos Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per barang, ia pernah mendapatkan keuntungan Rp8 juta sampai Rpp10 juta dalam 11 hari saat ada event lo.

Ada juga sosok bernama Eva yang mengawali bisnis kosmetik miliknya sendiri dari jastip yang ia tawarkan. Awalnya karena sering ke Singapura dan banyak yang menitip kosmetik yang hanya ada di sana, lama-kelamaan karena konsumennya meningkat ia malah bisa mulai membeli stock untuk jualan dan sukses jadi pemilik olshop. Cerita selengkapnya bisa kamu simak di sini.

Advertisement

Jadi makin tertarik dengan bisnis yang satu ini? Untuk memulainya ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan

Belanja/ Credit: benzoix on Freepik via www.freepik.com

Kelihatannya sih cuma membuat daftar barang titipan dan membelikannya saja ya, tapi sebenarnya ada juga hal-hal yang mesti kamu perhatikan.

  • Ada banyak barang yang bisa kamu pilih untuk dijadikan objek jasa jualanmu, misalnya perlengkapan rumah tangga, skincare dan kosmetik, buku, atau bahkan berbagai barang branded. Supaya lebih mudah untuk mendapatkan target pasar yang jelas sebaiknya pilih dulu salah satu dari jenis produk tersebut.
  • Jika sudah, sebaiknya kamu memberi tahu harga barang dengan transparan kepada pengguna jasamu karena jika sekali saja berbohong demi keuntungan yang lebih besar maka potensi kehilangan pelanggan juga jadi makin besar. Lagipula kamu bisa kok menentukan fee yang sudah diperhitungkan supaya untung tetap banyak asal pelanggan menyetujuinya.
  • Nah, biasanya dalam proses membayar ini akan ada dua pilihan; menggunakan uangmu dulu atau meminta mereka untuk mentransfer sejumlah uang muka. Tentukan sendiri mana yang paling nyaman dan aman.
  • Jangan lupa untuk mengikuti informasi seputar diskon supaya pelangganmu juga makin tertarik untuk nitip dan keuntunganmu pun semakin besar.
Advertisement

Jika ingin bisnis ini berkembang maka tak bisa hanya mengandalkan orang-orang terdekat saja untuk menggunakan jasamu, makanya pemasaran itu perlu!

Awalnya mungkin kamu hanya menawarkan kepada orang-orang terdekat saja untuk menitip, media yang digunakan pun mungkin terbatas pada WhatsApp. Nah, kamu mulai bisa membuat akun khusus untuk menawarkan jasa dan buat konten yang menarik supaya pengikutmu bertambah banyak. Jangan lupa untuk secara rutin dan konsisten mengunggah perkembangan bisnis dan penawaran yang kamu berikan ya. Pelayanan yang maksimal juga harus dipertahankan saat bisnis sudah berjalan. Dengarkan apa yang mereka butuhkan dan layani dengan sepenuh hati.

Jika sudah berjalan bisnis ini bisa jadi datangkan banyak keuntungan yang mungkin bisa kamu gunakan untuk mendirikan usaha sungguhan sambil tetap melakukannya lo. Kapan lagi kan belanja-belanja pakai duit orang eh masih bonus dapat cuan? Hihi.

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE